Laman

Jumat, 04 Maret 2016

WIRAUSAHA MEMPERCEPAT LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI



foto dokpri

Pertama kalinya saya mengikuti diskusi bareng Kemenkop & UKM (3-3-2016) di Galeri Indonesia Wow mengusung tema "Menentukan Arah Kewirausahaan". Karena memang saya sangat membutuhkan informasi tentang kewirausahaan. Selama ini saya hanya berencana ingin usaha ini dan itu tapi belum ada yang dijalankan. Dari sini banyak sekali informasi yang saya dapatkan dari para narasumber Prakoso BS (Deputi SDM Kemenkop UKM), Jimmy M Rifai Gani (Executive Director dan CEO IPMI International Business School) juga para pelaku UKM yang sudah sukses. Acara dimulai oleh MC sekaligus moderator  Dedy Gumelar, karena aslinya Pak Dedy ini pelawak sehingga apapun yang dikatakan nya pasti akan diselingi humor.

Salah satu narasumbernya Bapak Prakoso BS Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop & UKM mengatakan seorang yang ingin jadi pengusaha tidak melulu butuh modal tapi diperlukan mentalitas. Dalam sebuah negara wirausaha  tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi akan tetapi wirausaha juga mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Pak Prakoso juga mengatakan bahwa beliau lebih sering terjun langsung ke lapangan , misalnya memberikan pelatihan pada keluarga petani agar perekonomian keluarga petani menjadi lebih baik. Kemenkop & UKM dalam upaya mencetak wirausaha di Indonesia menggandeng BUMN dan bank-bank agar wirausaha pemula bisa mendapatkan permodalan atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk program magang Kadin Indonesia diajak bekerja sama untuk wirausaha pemula. Ini dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang merata.
Untuk permodalan wirausaha pemula pihak Kemenkop & UKM juga berkerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Untuk  mendapatkan KUR, wirausaha sudah harus memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan.

Kartika Setiawan pengusaha kue kering asal Medan bercerita bagaimana awalnya sehingga bisa sukses menjadi pengusaha kuker hingga sekarang. Berawal dari modal 5 juta dan menjadikan rumahnya seperti pabrik. Resep kue kering dari orang tua yang dimodifikasi sendiri lalu di jual ke teman-teman. Kendala yang dihadapi Kartika ialah rasa minder yang besar. Karena banyak yang suka dengan kue kering buatan Kartika, usahanya berkembang dan mencapai omzet 350 juta / bulan karena menguasai pangsa pasar, hingga bisa membiayai diri sendiri, bisa beli kendaraan dan lain-lain. 

Setelah Ika pengusaha "kuker" bercerita banyak tibalah saatnya Jimmy M Rifai Gani memberikan banyak wejangan tentang arah kewirausahaan, Jimmy sudah membuat perusahaan sejak 13 tahun lalu dan sudah merasakan jatuh bangun. Jimmy Pernah menjadi Direktur Sarinah di tahun 2009. Kepemilikan merk POLO awalnya, UKM yang bergabung ke Sarinah sekarang sangat maju. Jimmy menjelaskan tentang disruptive innovation, pertama di perkenalkan oleh Harvard Business School oleh Prof Clayton Christensen dan sudah diterapkan oleh gojek. Disruptive innovation menawarkan pada masyarakat mode transportasi yang biayanya jauh lebih terjangkau, masih menurut Jimmy kuncinya memahami dan memudahkan pengguna (user friendly) & low cost (biaya yang rendah).

Selanjutnya diskusi ini menghadirkan Nadir salah satu pelaku UKM asal Makassar yang memulai usaha sablonnya (2012) dari modal kecil dan sekarang sudah memiliki omset 200 juta/ bulan. Nadir juga pernah tertipu dan ingin berhenti dari usahanya, tapi karena rasa tanggung jawab ke pelanggan, Nadir tetap terus menjalankan usahanya. Setelah Mas Dir, giliran Ayu menceritakan bagaimana ia bisa sukses sebagai pengusaha tata rias di Bali. Berawal dari senang berdandan dan bekerja di salon, karena keinginannya yang kuat akhirnya ia mengikuti berbagai pelatihan hingga bisa sukses seperti sekarang.


 Adapun Program Unggulan dari Kemenkop & UKM

* Penataan Data Koperasi dan UMKM dengan bersinergi K/L pusat dan Pemerintah Daerah serta stake holder melalui Online Database System (ODS) dengan pemberian nomor induk koperasi (NIK) bagi koperasi aktif dan melaksanakan RAT dengan peraturan perundangan.

* Program Pembebasan Pembuatan biaya Akta Koperasi bagi usaha mikro dalam rangka memberikan legalitas , kepastian hukum, bekerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI).

* Penguatan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagi penyalur ( Pupuk bersubsidi ) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia.

* Kerjasama dengan Kementerian dalam Negeri, Kementerian Perdagangan dalam usaha penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) 1 lembar oleh Camat tidak dikenakan biaya.

* Kerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam memberikan hak cipta secara gratis dalam rangka mendorong produktivitas dan usaha melindungi kreativitas UKM.

                                              Sumber foto Humas Kemenkop & UKM

 Program Yang Sudah Terlaksana

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sudah menjalin keja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan mengintegrasikan bank sampah dengan kampung UKM digital lingkungan hidup.
Saat memperingati hari Peduli Sampah Nasional bertajuk "Revolusi Mental Menuju Indonesia Bersih Sampah 2020 di Makassar, Sabtu (5/3). Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan kerjasama dengan Kementerian LHK sangat strategis agar pengembangan bank sampah berjalan lebih optimal dan memiliki nilai keekonomian bagi masyarakat.
Menurut Puspayoga, Kementerian UKM akan memfasilitasi kebutuhan UKM bank sampah dan kampung UKM digital mulai dari pelatihan lembaga, administrasi dan manajemen serta permodalan sehingga bank sampah bisa produktif dan terus bekembang di seluruh daerah. Bantuan baik melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) maupun LPDB (Lembaga Penyalur Dana Bergulir).

Pada kesempatan tersebut Menkop UKM Puspayoga didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya dan Direktur Utama BRI Asmawi Syam menyerahkan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dan KUR kepada 8 unit bank sampah disaksikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla.

Makassar menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki regulasi yang mengatur harga sampah dengan memisahkan 4 jenis sampah yakni sampah plastik, kertas, logam dan botol (kaca).
Manfaat langsung sudah dirasakan masyarakat dengan berbagai program yang menyertai seperti sampah tukar beras, sampah tukar voucher listrik, sampah tukar air galon di kepulauan dan sampah tukar gas 3 kg.
Saya rasa ini sangat bagus jika diterapkan ke masing masing daerah pastinya akan terwujud Indonesia bersih sampah di tahun 2020, dan perekonomian akan semakin meningkat pastinya.

                                                  Sumber foto Humas Kemenkop & UKM

Ayo follow! Sumber foto Humas Kemenkop & UKM

3 komentar:

Windah Saputro mengatakan...

wah keren. kalo di sini ada sampah dituker beras aku mau soalnya suka ngepul sampah

Ria Handayani mengatakan...

Iya ya saya juga bakalan rajin ngumpulin sampah hehheh

Ignas Ona mengatakan...

Halo Mbak Ria. Ternyata pendiri Gojek dan Grab itu satu kelas ya, pantas aja konsepnya mirip2. Konsep bank sampah itu menarik ya, cukup kumpulkan botol plastik terus ditukat dgn beras, menarik!