Laman

Jumat, 08 April 2016

Tunanetra Juga Bisa Menggunakan Internet Bersama RIAT Dan Kartunet


Selasa 5 April 2016 diadakan acara RIAT Gathering sosialisasi pelatihan internet bagi tunanetra di Rumah Internet Atmanto (RIAT), bersama generasi tunanetra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra). Sebelum acara dimulai saya duduk di antara para penyandang tunanetra yang sedang asyik berbincang-bincang dengan teman-temannya, obrolan mereka sama seperti kita pada umumnya tentang gadget canggih, tentang internet. Saya sangat penasaran bagaimana mereka bisa menjelajah internet dan menggunakan komputer. Bukan berarti saya merendahkan mereka justru saya salut kepada para penyandang tunanetra ini, walaupun dengan keterbatasan mereka tetap bisa berkarya.

Tentang RIAT
Dalam menjalankan kegiatannya, Kartunet banyak dibantu oleh Rumah internet Atmanto (RIAT). RIAT didirikan oleh Indar Atmanto dan saat ini dibantu oleh anggota keluarganya, Adam, Faiz, dan istrinya, Amy Atmanto yang lebih dikenal sebagai perancang busana.
Amy Atmanto yang menjadi tuan rumah gathering ini mendukung penuh kegiatan Kartunet karena sejalan dengan visi misi RIAT. Gerakan masyarakat RIAT ini memiliki visi untuk pemberdayaan masyarakat umum dan penyandang disabilitas agar mampu mandiri. Sedangkan misinya yaitu menyediakan solusi praktis permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan bantuan teknologi.
Era digital saat ini tak lepas dari peran internet. Hal ini juga selaras dengan revolusi digital yang dicanangkan Presiden dan UU disabilitas sehingga seluruh warga Indonesia termasuk penyandang disabilitas dapat memanfaatkan teknologi. 

Dimas dan Riqo adalah pendiri Kartunet bersama-sama dengan Irawan Mulyanto dan Aris Yohanes. Mereka tergerak untuk membantu sesamanya yang memiliki keterbatasan dalam indera penglihatan. Dimas Prasetyo Muharam (27) bisa menyelesaikan pendidikannya dan merasa sangat beruntung bisa menggunakan komputer, bahkan bisa mendapatkan penghasilan, Dimas menganggap keterbatasan bukan akhir dunia.



Tidak perlu keyboard braille yang mahal, yang diperlukan penyandang disabilitas adalah bagaimana mengatasi keterbatasan visual. Solusinya melalui suara digital yang sangat membantu dan bersahabat dengan tunanetra, anggapan bahwa komputer untuk tunanetra mahal itu salah, karena tunanetra bisa memanfaatkan komputer yang ada.

Gadget sudah dirancang ramah disabilitas, tidak hanya komputer tapi juga ponsel layar sentuh sehingga tunanetra tidak perlu takut gagap teknologi. Mereka bisa menggunakan gadget tersebut namun perlu beradaptasi papar Riqo (M. Ikhwan Thoriqu) saat memberikan penjelasan. Oh seperti itu, pantas saja mereka tadi ngobrol dengan sangat bersemangat, saya sampai menyimak tanpa bisa berkata apa-apa. Akan lebih baik jika para tunanetra sudah hafal posisi angka dan huruf pada keyboard dan terbiasa mengetik sepuluh jari. Dan ini perlu adaptasi tidak cukup hanya dengan meng-install screen reader.
Komputer dan akses internet penting bagi masa depan penyandang tunanetra, karena mereka menyadari keterbatasan fisik dalam hal mobilitas. Sementara di satu sisi sarana umum di Indonesia masih belum ramah disabilitas. Sehingga, bekerja di rumah dengan akses internet akan sangat membantu kaum tunanetra dalam mendapatkan penghasilan.


Untuk itulah Kartunet bekerja sama dengan Rumah Internet Atmanto (RIAT) untuk mengadakan pelatihan internet tunanetra seperti bagaimana mengetik, melakukan browsing dan membaca konten dari situs tersebut, hingga kemudian mendapatkan penghasilan dari kegiatan berinternet. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para penyandang tunanetra tidak gagap teknologi, lebih percaya diri dan mandiri secara finansial.
Pelatihan ini akan diadakan sekali dalam sebulan. Durasinya berkisar seminggu dengan sepuluh peserta. 
bulan Mei mendatang akan diadakan pelatihan khusus bagi tunanetra di Jabodetabek, berikutnya akan berlanjut ke berbagai daerah. 

Dimas berharap para peserta ini nantinya dapat berbagi ilmu ke teman-teman tunanetra yang lain. Riqo pernah mendapat penghasilan sebesar 20 ribu USD dalam waktu sebulan. Untuk itu tunanetra perlu memiliki ketrampilan dalam hal menulis konten yang baik dan pengetahuan tentang Internet.

Motto Kartunet tunanetra dapat mengatasi keterbatasan tanpa batas.


3 komentar:

agungrangga.com mengatakan...

keren! semoga mereka dapat merasakan manfaat dari internet ya bun. :D

Evrina Budiastuti mengatakan...

Keren sekali sangat membantu sekali teman2 yg mengalami keterbatasan. Sukses selalu untuk kawan2 kartunet

Witri Prasetyo Aji mengatakan...

Keren yaaa, tuna netra bisa menikmati internet.. :)