Laman

Kamis, 26 Mei 2016

BEBASKAN KAMI DARI ASAP ROKOKMU


Senangnya sekarang sudah jarang melihat iklan rokok pada billboard di tepi jalan, iklan yang terpampang lebar itu seakan-akan memberikan dampak positif padahal aslinya negatif. Tujuan dari iklan billboard adalah mengajak orang merokok. Orang dewasa yang sudah kecanduan merokok sangat sulit berhenti, pasti semua juga tahu bahaya merokok bahkan tertulis lengkap di kotak rokok itu sendiri. Perlu kita ketahui produsen rokok akan terus melakukan berbagai cara agar generasi penerus “perokok” tetap ada. Bersama Kementerian Kesehatan kita dukung gerakan #Cukup #SuarakanKebenaran.
Seperti kita ketahui bersama ada anak kecil yang sudah kecanduan rokok, ini sangat mengkhawatirkan. Sayangnya orang-orang di sekelilingnya malah menertawakan karena mereka pikir itu lucu. Setelah diekspos di TV baru lah ditangani dan diberikan terapi pada si anak. Memang sudah seharusnya segala sesuatu yang tidak wajar segera diatasi agar tidak berlanjut, seperti kasus anak-anak merokok.

Untuk itu dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kementerian Kesehatan mengadakan berbagai macam acara diantaranya:
Roadshow di 10 Sekolah: Talkshow interaktif tentang dampak rokok terhadap kesehatan dan perilaku negatif.
Lomba menggambar anak sekolah dasar di SD Muhammadiyah 5 Jakarta yang dapat diunggah melalui www.pptm.depkes.go.id.
Dan puncak acara talk show Pengendalian Tembakau bersama masyarakat di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 31 Mei 2016 diawali dengan senam bersama.
Kegiatan HTTS di daerah:
1.       Talkshow interaktif di sekolah-sekolah tentang dampak rokok terhadap kesehatan.
2.       Melakukan advokasi dan sosialisasi kepada Gubernur, Walikota / Bupati dan DPRD dalam rangka pengendalian tembakau atau penerapan KTR.
3.       Skrining kepada masyarakat sekolah maupun umum dalam rangka pengendalian penyakit tidak menular.
4.       Lomba aktifitas fisik dalam gerak dan irama jingle CERDIK tingkat sekolah SMP dan SMA.
5.       Lomba gambar dan mewarnai bagi anak SD atau setingkatnya.
6.       Gerakan tidak merokok selama satu hari pada tanggal 31 Mei 2016.
Tujuan HTTS secara umum meningkatkan pengetahuan dan motivasi kepada seluruh masyarakat dalam upaya penanggulangan dampak buruk rokok terhadap masyarakat Indonesia.
Secara khusus HTTS bertujuan:
1.       Meningkatkan kemampuan advokasi kepada Kepala Daerah dalam penanggulangan konsumsi produk  rokok.
2.       Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dan remaja tentang bahaya rokok.
3.       Meningkatkan peran guru dan siswa dalam prevalensi perokok pemula.
4.       Menyukseskan implementasi peraturan PTR Indonesia.
Pesan dari pendukung:
1.       Tolak jadi target, lindungi anak dan remaja dari sasaran promosi rokok.
2.       Asapmu membunuh impianku.
3.       Jauhkan anak dari akses mendapatkan rokok.
4.       Tidak ada anggota keluarga yang merokok.
5.       Lindungi masyarakat dari dampak asap rokok, terutama perempuan dan anak-anak.

6.       Lindungi ibu hamil dan bayi dari asap rokok.

2 komentar:

Dwi Aprily - The Ordinary Woman mengatakan...

jadi inget dulu saya suka sebel di bus kota kalau ada yang merokok. tempat umum bukannya harus menghormati yang lain juga ya....nice sharing mbak :)

Nurul Sufitri mengatakan...

Restoran yang membuka area khusus merokok sebenarnya bagus ya tapi menurutku kita jadi perokok pasih deh..kan asapnya ke mana2. Malah kita jadi korna terganas akibat asap rokok kan.