Laman

Jumat, 19 Agustus 2016

Belajar Menjahit Di Museum Tekstil Bersama Brother Indonesia

Sumber foto Astri Damayanti 

Tanggal 18 Agustus 2016 saya untuk pertama kalinya datang ke Museum Tekstil yang ada di kawasan Tanah Abang. Sudah 11 tahun jadi penduduk DKI Jakarta, baru kali ini mampir ke sini, “terlalu” kata bang Rhoma. Museum ini berada tak jauh dari stasiun kereta , tinggal jalan kaki 10 menit sampai. Anggap saja bakar kalori jangan dikit-dikit naik kendaraan, ya sekaligus bantu program  pemerintah mengurangi kemacetan. Ternyata di Musueum Tekstil ada banyak sekali dipajang berbagai kain batik dari seluruh kota yang ada di Indonesia.
Kain Bintang Laut yang di pajang di Museum Tekstil (sumber foto RB)

Saya mampir ke sini karena mendapat kesempatan dari Brother Indonesia dan Ibu  Astri Damayanti founder Kriya Indonesia, untuk belajar menjahit bersama para Kartini Blue Bird. Kartini Blue Bird adalah Program Coporate Social Responbility (CSR) dari PT Blue Bird Tbk.
Kartini Blue Bird berfoto bersama 
(Sumber foto mbak Gesang)

Anggota Kartini Blue Bird adalah para istri dan anak perempuan  dari pengemudi Blue Bird. Program CSR ini bertujuan membantu kaum perempuan untuk bisa maju dan membantu perekonomian keluarga.


Hadir juga saat acara Prof. Dr. Hj Sylviana Murni dari Deputi Gubernur Bidang  Pariwisata dan Kebudayaan  DKI Jakarta. Saat memberikan kata sambutan Ibu Silvi mengatakan, beliau bangga dengan para Kartini Blue Bird yang hadir,  di jaman yang serba praktis yang dengan  uang  50 hingga 100 ribu saja sudah bisa membeli sepotong baju masih mau hadir di Museum Tekstil untuk belajar menjahit. Satu pelajaran yang saya dapat dari bu Silvi, sesibuk apapun kita, kita harus tetap berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Saat berbicara dengan keluarga, di rumah sebaiknya tinggalkan HP. Jangan sampai saat menjawab pertanyaan anak tangan masih saja mengetik / membalas pesan di HP. Terima kasih Ibu Silvi sudah mengingatkan.

Contoh Cardigan foto Astri Damayanti

Belajar Menjahit Cardigan diajarkan langsung oleh Ibu Hj. Tati Murtati S.Pd.M.Pd, yang juga seorang penulis buku. Belajar menjahit cardigan dengan pola yang sangat sederhana agar semua peserta langsung bisa. Berikut langkah-langkah membuat cardingan yang saya ingat: Lipat 2 bagian panjang bahan, rapikan serapi-rapinya agar hasilya bagus. Lalu lipat 2 kembali , nah baru ditempelkan polanya. Tinggal digunting sesuai pola, cardigan ada 3 ukuran S, M, dan L. Masih ada beberapa langkah selanjutnya itu semua bisa kita pelajari lagi, bahkan Bu Tati menawarkan ayo kerumah saya, nanti saya ajarkan lagi. Dalam bukunya Bu Tati juga ada banyak pelajaran menjahit seperti cara mengukur badan, membuat pola, buku ini wajib dimiliki untuk panduan belajar menjahit, buku ini diterbitkan oleh Puspaswara sudah tersedia di toko buku pastinya.

Kartini Blue Bird foto bersama Ibu Hj Tati
(Sumber foto RB)

Pelajaran yang saya dapat dari bu Tati selain ilmu menjahit adalah ilmu kebiasaan, hehehe mengapa saya bilang kebiasaan? Karena terkadang saat lagi gafok alias gagal fokus, saat ada yang meminjam gunting otomatis saya berikan dengan bagian yang tajam mengarah ke depan, besok-besok saya harus fokus, yang arahnya dibalik ya.



Setelah urusan menggunting pola selesai, saatnya kita mencoba mesin jahit yang sudah disiapkan oleh Brother Indonesia. Kali ini mesin jahit yang  digunakan adalah tipe GS2700 (best seller), dengan  keunggulan:
·         1. 27 Jenis  jahitan
·         2. 1 Langkah membuat lubang kancing
·         3. Lampu LED di dalam mesin
·         4. Bisa jahit lurus, zig zag, satin
·        5.  Terdapat tombol pengatur panjang           dan lebar jahitan
·          6.  Max lebar jahitan 5 mm
·          7.  Max panjang jahitan 4m
·         8.  Pengaturan sekoci yang mudah dan         cepat
·           9.  Rangka metal
·         10.  52 Watt
·        11. Dimensi : 450 (P)x 200 (L)x 380 (T)             mm

Dengan mesin jahit Brother tipe GS2700, para peserta bisa langsung mempercantik jahitannya, tinggal pilih mau jahit lurus, zig- zag  atau satin. Ada beberapa “mas-mas”  dari Brother Indonesia yang siap membantu cara menggunakan mesin jahit. Begitu juga saat ada peserta yang kurang mengerti bisa langsung bertanya pada bu Hj. Tati dan mbak Astri yang dengan sabar menjelaskan langkah-langkah menjahit.

        Sumber Foto RB ( Ria Bilqis)

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sebagian cardigan sudah jadi dan siap digunakan. Harapan saya sebagai wanita eh ibu rumah tangga, pelatihan seperti ini harus sering diadakan. Agar semua wanita khususnya yang ingin tetap berkarya walau hanya dari rumah, punya keahlian di bidang jahit-menjahit dan bisa membantu perekonomian keluarga pastinya, daripada hanya ngerumpi-rumpi ga jelas, eh malah curhat.

5 komentar:

Okti Li mengatakan...

Saya juga pengen belajar. Sayang ga tahu infonya...

Anisa Ae mengatakan...

Pingin ikut pelatihan gini juga deh ...

Diah Woro Susanti mengatakan...

wuaaah ria serius banget ngikutin tahapan-tahapannya. Besok2 terima orderan bikin cardigan deh pasti hahaha

Adriana Dian mengatakan...

Mana hasil cardinya mak Riaaaaa. Aku penasaran nih sama hasilnyaaaa. Hihihiiii

Ericka Abdullah mengatakan...

Waah mbak ini museum yang sempat aku cari waktu ke Jakarta, tapi karena gak tahu Jakarta, nyasar-nyasar hihihi ga jadi kesini deh :) mungkin lain kali ya bisa kesana