Laman

Selasa, 28 Maret 2017

Membangun Identitas Diri Dalam Bermedia Sosial

Narasumber
Ki-ka Vincent-Gusti-Dewi


Foto bersama sebelum pulang 
Sumber @komunitasisb

Tanggal 26 Maret lalu saya sengaja datang ke salah satu restoran di Plaza Festival untuk mengikuti acara workshop yang diadakan komunitas Indonesian Social Blogpreneur dan PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI). Alasan saya mengikuti workshop karena memang saya ingin belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Tema workshop kali ini adalah ‘Branding in a Digital Age’. Saya rangkum menjadi tulisan berdasarkan apa yang saya dengar dan terekam di ingatan saya.


Tema workshop

Tepat jam dua setelah semua undangan berkumpul acara pun dimulai oleh teh Ani Berta sebagi moderator lalu dilanjutkan oleh Gusti, yang bercerita tentang bagaimana sistem digital marketing CNI. Menurut Gusti sudah beberapa kali CNI mengadakan acara seperti ini karena blogger berperan penting dalam dunia digital. Salah satu cara CNI agar kinerjanya tiap bulan naik di antaranya bekerja sama dengan blogger, selain itu CNI juga mengadakan kegiatan outdoor roadshow office to office dan berbagai kunjungan. Setiap bulannya ada 60 siswa yang bergabung di program school to school, yang dilakukan CNI dengan memberikan pelatihan tentang dunia digital marketing.

Digital marketing CNI melalu media sosial


Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu saya sudah mengenal produk CNI tapi waktu itu perkembangan internet belum seperti sekarang. Berbeda dengan sekarang berkat perkembangan dunia digital apapun bisa dilakukan kapan saja & di mana saja, untuk lebih tahu tentang produk CNI klik Disini

Vincent founder Helo franchise



Selanjutnya giliran Vincent yang akan membahas tentang bagaimana membangun branding melalui website. Vincent  adalah founder  dari helo franchise, dia awali dengan menjelaskan apa perbedaan blog dengan website. Website merupakan situs url yang kita akses sehari-hari dengan memasukan protokol www. Sedangkan Blog merupakan istilah di dalam website yang berupa suatu halaman yang berisi tulisan dengan topik spesifik yang telah ditentukan oleh penulis.

Vincent mengajarkan tentang beberapa cara membuat website bisa dengan Saas Service (software as a service)
·         Wix
·         Websitebuilder
·         Blogger
Sedangkan cara membuat website dengan Personal Service
·         CMS (Wordpress, Joomla, Drupal)
·         Scratch

Komponen yang harus kita tahu dalam membuat website

1.       Konten
Dalam website konten bisa diibaratkan raja. Konten berita terdiri dari judul, gambar utama, deskripsi, nama penulis juga waktu setelah terbit. Sebagai tambahan perlu diperhatikan jumlah coment dan like. Selanjutnya jika kita menulis konten produk, hal yang perlu diperhatikan adalah judul, kategori, gambar dan harga produk. Perlu ditambahkan juga alamat dan informasi penting lainnya.

2.       Fitur
Fitur dapat membantu pembaca mengenal dan berinteraksi, tambahkan widget di blog tentang pencarian, postingan terakhir dan postingan paling popular. Tampilkan juga fitur tentang kita, FAQ dan kontak di bagian halaman blog. Untuk hal ini tadinya saya gak berani, tapi karena terdesak saya beranikan untuk bertanya dan jika perlu bertemu langsung supaya mengerti apa yang saya tanyakan. Tapi sekarang berkat sering belajar saya bisa walaupun tampilan blog saya belum terlalu rapi. Setelah semua selesai jangan lupa perhatikan juga share dan coment agar tercipta interaksi.

3.       Desain dan tampilan Blog
Ternyata mempengaruhi pembaca, material desain merupakan konsep tampilan yang dikeluarkan google yang menyerupai bentuk nyata baik berupa tekstur maupun bayangan. Bootstrap juga berperan penting karena dapat menampilkan halaman yang bagus di handphone dan smartphone guna mempercepat perkembangan website.

4.       Layout
Tempatkan komponen sebaik mungkin seperti gambar, tombol, tulisan, gambar/ikon.

5.       Performa
Performa dapat mempengaruhi mood pengunjung yang berkaitan dengan hosting, jaringan dan keamanan.

Dewi K Rahmayanti

Personal Branding

Selanjutnya ada mbak Dewi K Rahmayanti seorang Konsultan Media Sosial. Terima kasih sekali lho sudah mau berbagi ilmunya, saya tulis nama saja ya tanpa mengurangi rasa hormat. Dewi memaparkan apa itu personal branding. Personal branding adalah cara kita memasarkan “diri” kita untuk sebuah brand. Personal branding tidak bisa didapat secara instan, diperlukan waktu yang lama bahkan bertahun-tahun. Awalnya kita ingin dikenal sebagai apa lalu value kita apa? Value itu adalah nilai tambah apa yang ada pada diri kita. Masih menurut Dewi kenapa kita membutuhkan personal branding, karena jika orang ingin menghubungi kita biasanya akan searching di internet.
Hal penting yang harus diingat dalam membangun personal branding
·         Ciptakan cerita kita
·         Ketahuilah maksud kita
·         Mengerti atau mengetahui pasar/ sasaran yang kita tuju
·         Pilih media yang tepat

Setelah kita menentukan ingin dikenal sebagai apa, misalnya saya ingin dikenal sebagai seorang yang hobi masak atau hobi jalan-jalan. Berarti harus sering nulis atau upload foto tentang masakan dan tempat wisata.

Panjang sekali penjelasan Dewi tetapi dia menjelaskan dengan menarik sehingga tidak membosankan. Selanjutnya tentang media sosial, tidak semua media cocok untuk diri kita. Media sosial bersifat sangat pribadi dan berbeda-beda karakternya. Misalnya:

Facebook
Posting terlalu sering akan mengganggu followers, sebenarnya tidak ada batas berapa karakter untuk menulis status di facebook, tapi Dewi menyarankan status pendek lebih baik. Buatlah status yang akan menimbulkan percakapan. Tulislah status yang menarik dan jangan bersifat memaksa. Untuk facebook disarankan jangan terlalu sering update status karena akan membosankan. Iya juga sih, kadang saya bosen begitu buka wall status yang muncul 4L (Loe Lagi Loe Lagi).

Twitter
Karena twitter hanya terbatas 140 karakter, jika kita ingin menulis banyak bisa berupa livetweet. Oleh karena itulah diperlukan hashtag untuk membantu saat kita ingin membaca kembali tweet yang sudah kita tulis. Tetap perlu diperhatikan untuk membuat kalimat yang menarik.

Instagram
Instagram lebih cocok untuk mengupload foto, untuk menulis cerita tentang gambar juga akan lebih leluasa. Gunakan hashtag untuk mempermudah pencarian dan mengetahui apa yang sedang viral atau trend. Hashtag di instagram yang ideal 8 hingga 11.


Cara menanggapi coment negatif

Pesan Dewi tanggapi dengan santai coment negatif di blog atau media sosial, karena mungkin ada kesalahpahaman. Berikan penjelasan, kalau memang kita salah akui saja dan minta maaf. Atau bisa juga jangan ditanggapi atau membela diri jika dapat menimbulkan perdebatan. Sebenarnya coment negatif bukanlah masalah berat dan tidak perlu dihapus. Untuk menghadapi haters (pembenci), ini mah biasanya artis ya, alhamdulillah saya belum punya haters. Cintailah pembencimu karena mereka adalah follower setiamu. Terakhir jangan lupa untuk selalu bersikap tulus.


Usahakan semua nama media sosial yang kita miliki sama, tambah Dewi. Selain itu usahakan menulis blog jangan hanya karena datang ke event saja atau karena job review saja 😁, baiklah akan saya ingat. Kadang niat saya nulis banyak tapi saya harus pintar membagi waktu antara pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga dan menulis, ngeles. 

Masih ada sesi tanya jawab di akhir acara tetapi saya hanya menyimak karena pertanyaan teman-teman sudah mewakili pertanyaan saya.


Pemenang livetweet terbaik
Sumber foto Nona Melinda

Pemenang livetweet 
Sumber foto Nona Melinda





Yang melekat sekali di ingatan saya dari apa yang diajarkan Dewi adalah, sebesar apa rasa tidak suka kita kepada seseorang jangan pernah dijadikan status. Itu yang masih sering saya lakukan. Begitupun sebaliknya jika ada kelakuan saya yang melanggar sopan santun tolong di japri, saya akan terima segala kritik dan saran, ealah jadi curhat🙂. Bagi saya tidak ada kata berhenti untuk belajar, kalau ada workshop lagi dan waktunya pas saya akan ikut lagi. Karena dengan belajar, pengetahuan saya tentang dunia blogging akan bertambah.

30 komentar:

Wuri Wulandari mengatakan...

Nice share mbak, sangat bermanfaat sekali buat saya.

Nurul Rahmawati mengatakan...

Waaahh, ilmunya bergizi banget!
Tengkyuu mba Riaaa
bukanbocahbiasa(dot)com

Maliha mengatakan...

Akun media sosial saya blom sama nih,, info yg bermanfaat sekali utk buat pesonal yg baik ya mba

Windah tsu mengatakan...

Walah, aku banyak banget kekurangannya terutama soal personal branding. Huhuhu

Maria Soraya mengatakan...

well noted nih, ilmu baru serap serap serap ciaaat

Tian Lustiana mengatakan...

Ilmu lagi, makasih ya udah sharing.

Mira Utami mengatakan...

duhh duhhh jadi tertunduk malu masih banyak kurangnya hikss..

Mira Utami mengatakan...

duhh duhhh jadi tertunduk malu masih banyak kurangnya hikss..

Sri Ragasia mengatakan...

Makasih mba sudah mampir, pasti aku berkunjung ke blog dirimu

Lubena Ali mengatakan...

Waah iya yah.. Kadang suka baperan ngedepin hater *kayakpunyaaja ����

Uli Hape mengatakan...

ilmunya keren, makasih sudah shring ya

Melinda Niswantari mengatakan...

Beruntungnya banget ya dapet ilmu bergizi begini langsung dari expertnya, tinggal dipraktekin aja ini hihihi...aku malah jarang nyetatus di FB, kudu banyak berinteraksi dimedia sosial ya agar bondingnya sama pembaca ada :) Ini PR buat aku haha

Ria Bilqis mengatakan...

Hayuk di buat sama

Ria Bilqis mengatakan...

Sama, kurasa lebih baik dirimu

Ria Bilqis mengatakan...

Haiyaaaa , Cisaat juga #eh ��

Ria Bilqis mengatakan...

Aku pun sama, yuk kita menunduk malau

Ria Bilqis mengatakan...

Heheheh hater, oh hater

Ria Bilqis mengatakan...

Hahahah ilmu narasumbernya kan ��

Ria Bilqis mengatakan...

Mari kita nyetatus eh

Nunu Halimi mengatakan...

Banyak dan lengkap catatannya mba Ria..noted..

Adriana Dian mengatakan...

Wuah, bagus banget ya mak materinya untuk blogger. Membangun personal branding emang susah susah gampang yaaa. huhuhuuu

Ria Handayani mengatakan...

Hehehhe apalagi saya masih senang baper & nyinyir

Ria Handayani mengatakan...

Cuma ini mba Nunu, masih bannyak kurangnya.

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Menurutku, penting juga ya isi konetn dari akun media sosial :). Namun untuk membuat branding yang bagus emang butuh waktu dan tak mudah :)

Dwi Aprily - The Ordinary Woman mengatakan...

Bener banget ya ber-sosial media itu kudu punya tata krama, karena sama saja dengan bersosialisasi di tengah masyarakat :) tfs bunda Ria

Asyrofil Kholil mengatakan...

Ijin simpan Ilmunya mbak, soalnya bagi saya sangat bermanfaat ne. Makasih ya

Ipeh Alena mengatakan...

Iya benar mba ria, saya sering jengah dengan selebgram yang justru balik mengasari hatersnya. Hehe, alih2 bersikap elegan malah jadinya bikin males. Ternyata itu memengaruhi personal branding juga ya.

Liswanti Pertiwi mengatakan...

Ikut acara ini banyak banget ilmu yang kita dapatkan ya

Ria Handayani mengatakan...

Bener tehblis, ilmunya sangat bermanfaat untuk saya

Wichan mengatakan...

Banyak ilmu baru ya mbak. Maksimalkan sosmed yg kita punya.