Laman

Sabtu, 23 September 2017

Belajar Perencanaan Keuangan Dan Pola Asuh Anak


Kali ini saya tertarik menulis tentang bullying (perundungan), kasus yang sering kali saya lihat di lingkungan sekitar maupun di televisi. Bullying tidak hanya terjadi pada anak-anak tapi juga pada remaja bahkan orang tua. Apalagi di zaman sekarang kasus bullying bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, melalui media sosial. Saya hanya membayangkan seandainya saya berada di posisi sebagai orang yang dibully belum tentu saya kuat.


Beberapa waktu lalu saya mengikuti acara "Smart Mom, Protect Your Family's Smile" yang diadakan oleh komunitas yang saya ikuti Kumpulan Emak Blogger yang bekerja sama dengan Asuransi Sinarmas MSIG Life. Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang diselenggarakan di JSC Hive Coworking Space di Jalan Prof. Dr. Satrio Kuningan Jakarta Selatan. Selain membahas tema bullying, di acara tersebut kami juga mendapat edukasi keuangan dari Aakar Abyasa Fidzuna selaku CEO/Founder of Jouska Financial.

Aakar Abyasa Fidzuna

Acara dimulai dengan sambutan Mira Sahid selaku Founder Kumpulan Emak Blogger, dilanjutkan dengan sambutan dari Suwandi Sitorus yang menjelaskan tentang Asuransi Sinarmas MSIG Life yang sudah berdiri sejak 14 April 1985. Sinarmas MSIG Life merupakan anak perusahaan dari PT Sinarmas Multiartha Tbk. Layanan yang tersedia meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi. Info lengkapnya klik di sini www.sinarmasmsiglife.co.id



Sinarmas MSIG Life "Yuk Atur Uangmu"

Tibalah waktunya menyerap ilmu langsung dari Aakar Abyasa Fidzuna tentang bagaimana cara mengatur keuangan di usia muda dengan berasuransi. Obrolan yang santai dan bersemangat membuat suasana menyenangkan. Tips dari Aakar sebaiknya dalam rumah tangga dibuat rekening bersama. Walaupun sudah menjadi kebiasaan di Indonesia biasanya "uangmu uangku, uangku uangku". Menurut Aakar keyakinan seperti ini bisa berpeluang suami selingkuh hahaha, tergantung juga sih ya. Itu berdasarkan pengalaman Aakar yang selama ini melayani klien yang rata-rata berduit. Begitu juga dengan anak-anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan perencanaan keuangan dan dibuatkan rekening. Aakar mengajak kita para orang tua melibatkan anak dalam perencanaan keuangan, misalnya anak menginginkan sesuatu barang atau mainan, ia harus mulai menabung. Sebenarnya banyak sekali yang disampaikan Aakar yang semuanya menurut saya mengena dengan kehidupan sehari-hari. Terutama tentang kebiasaan jika gaji naik maka daftar kebutuhan dan keinginan juga bertambah. Itulah mengapa pentingya mengatur keuangan agar masa depan lebih baik.

Setelah membahas tentang ilmu perencanaan keuangan di usia muda dan pentingya berasuransi yang disampaikan Aakar Abyasa. Tibalah waktunya membahas tentang bullying. Menyikapi bullying pada anak disampaikan oleh Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo S.Psi (Pakar Psikolog Anak dan Remaja).

Apa itu bullying?
  • Menggunakan pengaruh atau kekuatan superior untuk mengintimidasi orang lain agar melakukan atau memberikan apa yang dia inginkan.
  • Perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja melibatkan kekuatan yang tidak seimbang, berulang kali atau berpotensi berulang.

Fakta tentang kasus bullying yang pernah terjadi:
  • 40% siswa berusia antara 13-15 tahun di Indonesia dilaporkan telah diserang secara fisik di sekolah dalam setahun terakhir. (Global school based student health 2007) http.//kabar24.bisnis.com
  • Kasus bullying berada di urutan atas dari tiga kasus yang diterima KPAI (369 dari 1480 kasus dari tahun 2011-2014) http.//kpai.go.id
  • Kasus anak menjadi pelaku bullying di sekolah meningkat di tahun 2015 http.//kpai.go.id
  • 80% anak Indonesia mengalami kekerasan di sekolah http.//news.liputan6.com

Biasanya korban bullying akan merasa takut, takut disalahkan, takut diminta selesaikan sendiri, yakin tidak akan ada yang bisa menolong, dan tidak sadar menjadi korban.
Sedangkan tanda-tanda anak yang menjadi korban bullying seperti di bawah ini:
  • Ada luka atau barang rusak/hilang tanpa alasan yang jelas.
  • Pola makan dan tidur berubah drastis.
  • Enggan ke sekolah; nilai turun; kehilangan minat belajar.
  • Punya sedikit teman atau tidak ada sama sekali; menarik diri.
  • Mudah emosional, agresif, tertekan, murung.

Biasanya kasus bullying mulai terjadi di usia Sekolah Dasar. Sedangkan pada anak-anak di usia TK belum bisa dikategorikan sebagai bullying, karena pada usia tersebut anak-anak belum tahu mana yang salah dan mana yang benar. 
Setelah kita tahu anak kita dibully atau ada anak-anak di sekitar kita dibully apa yang sebaiknya kita lakukan. Berikut tips dari ibu Vera:
  • Diskusikan dengan anak apa yang dapat dia lakukan untuk menghentikan atau menghindari bullying.
  • Ajarkan anak bagaimana mempertahankan diri.
  • Tingkatkan kepercayaan diri mereka.
  • Biasakan sikap asertif di rumah.

Bagaimana jika anak kita pelaku bullying? Masalahnya terkadang kita sebagai orang tua tidak percaya jika anak kita telah membully temannya. Pastilah kita akan bilang anak saya baik kok ga mungkin melakukan itu. Sebaiknya kita mencari kebenarannya melalui guru atau mungkin ada bukti berupa rekaman CCTV.
Adapun langkah yang bisa kita lakukan:
  • Berusaha tetap obyektif.
  • Fokus pada fakta dari berbagai pihak.
  • Anggap serius.
  • Minta anak untuk minta maaf pada korban.
  • Lihat apakah anak juga korban di rumah?
  • Ambil tindakan korektif.

Selanjutnya tugas kita sebagai orang tua membantu anak untuk berubah dengan cara terapkan disiplin positif di rumah. Usahakan lebih banyak waktu bersama anak, sekaligus awasi pergaulan anak. Kenali dan kembangkan kelebihan anak, juga hargai kemampuan si kecil. Kurangi acara atau video games yang mengandung kekerasan. Juga ajarkan anak bagaimana contoh mengendalikan emosi.
Sedangkan jika anak kita menjadi saksi bullying yang bisa kita lakukan adalah:
  • Diskusikan dengan serius apa dampak dari bullying.
  • Bantu anak menyadari bahwa menjadi tanggung jawabnya untuk menghentikan bullying.
  • Diskusikan dengan anak apa yang bisa dilakukan untuk membantu korban bullying.

Senang sekali mendapat banyak ilmu di acara "Smart Mom, Protect Your Family's Smile" bersama komunitas Kumpulan Emak Blogger. Semoga lebih sering lagi diadakan acara seperti ini karena menjadi seorang ibu harus terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya. Keuangan dan anak-anak sama pentingnya karena itu sebagai orang tua saya ingin terus belajar, dan belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Media sosial Sinarmas MSIG Life:
Facebook: Sinarmas MSIG Life
Twitter: @SinarmasMSIG
Instagram: sinarmasmsiglife

Saya bergabung dengan media sosial tersebut agar bisa mendapat pengetahuan tentang perencanaan keuangan, kalau kalian bagaimana cara mengatur keuangan di rumah?

16 komentar:

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Sewaktu sd saya pernah di bully karena bukan dari kalangan keluarga elite, jadi saya sudah mulai mengajarkan anak saya kalau harta bukanlah tolaj ukur kebahagiaan. Semoga dg pengaturan keuangan yg baik sejak dini, saya bisa menjamin kesejahteraan anak saya kelak.

Lubena Ali mengatakan...

Iya bener, pengaruh lingkungan dan pergaulan memang harus benar2 diperhatikan

Helenamantra mengatakan...

Bumil...Seger banget lihat fotomu. Aih seru ya belajar atur keuangan sekaligus perundungan. Sayangnya aku ga bisa ikut acara ini.

Ovianty _ mengatakan...

Wah harus punya rekening bersama suami? Selama ini kita punya rekening masing-masing, nggak ada rekening bersama, hehe..
Masak sih berpeluang selingkuh cuma gara2 pemisahan uang? Baru dengar..
ilmu keuangan memang bagus buat dipelajari.

Melysa Luthiasari mengatakan...

Ini pr banget buat saya dalam mengatur keuangan dan mengatur tingkah laku anak. Sedikit2 sedang aku coba untuk menata dan ada masukan jg dr tulisan ini. Makasih ya mba ria.

Hanni Handayani mengatakan...

bullying menjadi perhatian bagi semua orang klo liat dampaknya di tv seram amat, Jangan sampe anak dan orang-orang disekitar tanpa sadar membullying orang lain

Dewi Nuryanti mengatakan...

Bullying hrs diselesaikan dengan tepat dan segera spy tidak menjadi trautama dan akibat psikologis yg dlm utk si korban. Pelaku pun hrs ditangani juga yak...kirain dibiarin aja atau digigit aja *ehhhh

Tika mengatakan...

Bener aku paling kesal kalau ada kejadian bullying diberita maupun media. Pengen rasanya sifat-sifat bullying itu dibuang jauh-jauh.

Maria Soraya mengatakan...

semoga anak2 kita terhindar dari bullying mak, karena dampak jangka panjangnya itu loh

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

Gemes..miriss karena makin merebaknya bulliying bahkan dari usia anak
Dlm pembentukan karakter dan perilaku anak, peran keluarga harusnya lebih aware agar anak memiliki norma yg baik

Tira Soekardi mengatakan...

anak kita hrs diajarkan ya cara sederhana kalau ada temennya membully

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Duh, jangan sampai ya kalau kena bullying. Aku selalu berupaya untuk menjalin komunikasi dengan baik kepada anak sehingga percaya diri dia tumbuh dan menjadi anak yang terbuka pada orangtua. Ini bisa mencegah terjadinya bullying

Review adi pradana mengatakan...

Tolak bullying pada anak. Sng aNak Indonesia tumbuh dan berkembang mjd generasi yang baik.... Amin

sari widiarti mengatakan...

yang bikin serem tuh korban bullying berubah jadi pelaku bullying :(

dudukpalingdepan mengatakan...

huft..memang bullying masih jadi topik yang nggak habis untuk diperbincangkan. Thanks for sharing ya mba, jadi PR untuk saya agar anak tidak jadi korban / pelaku bully.

Nunu Halimi mengatakan...

Bullying ini memang selalu menarik di bahas, dengan mengikuti acara seperti ini sedikit banyak kita udah punya panduan ya menyikapinya; semoga anak dan keluarga kita terhindar dari bullying ya mba Ria