Laman

Monday, October 30, 2017

Penerapan E-Toll Menguntungkan Masyarakat Pengguna Jalan Tol


Pernah melihat antrean di gerbang tol? Apalagi menjelang liburan ke arah puncak. Jangan ditanya bisa mencapai 1-5 km. Tanggal 30 Oktober 2017 saya hadir di Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) dengan tema “Uang Elektronik Untuk Jalan Tol: Praktis, Cepat dan Aman”. Acara Forum Merdeka Barat kali ini berlangsung di Galeri Nasional tepatnya di Gedung Serbaguna.


PT Jasa Marga menegaskan bahwa penggunaan e-toll justru menguntungkan bagi masyarakat selaku pengguna jalan tol.

Setelah semua undangan hadir dan menikmati makan siang, acara dibuka oleh moderator. Selanjutnya Bapak Raddy R Lukman selaku Vice President Operations Management PT Jasa Marga menjelaskan bahwa tujuan elektronifikasi jalan tol adalah untuk meningkatkan  pelayanan kepada pengguna jalan tol.



Keuntungan bagi masyarakat pengguna jalan tol:
  • Lebih praktis karena tidak perlu menyediakan uang pas
  • Kemudahan pembayaran dengan sistem tapping
  • Tidak perlu lagi menyimpan uang kembalian dalam pecahan kecil
  • Berkurangnya risiko salah jumlah uang kembalian
  • Mengurangi kemacetan di gerbang tol
  • Masyarakat bisa terhindar dari uang palsu
  • Data terekam dengan baik sehingga bisa kita lihat transaksi ke belakangnya



Indonesia sudah memasuki era Cashless Society, karena tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi informasi berdampak pada semua lini kehidupan. Jadi penasaran apakah penerapan e-toll mengikuti kisah sukses e-ticketing Trans Jakarta dan KRL Commuter Line.

Hadir sebagai pembicara dalam FMB 9:
  • Vice President Operations Management PT Jasa Marga Raddy R Lukman
  • Kepala Badan Pengatur Jasa Tol (BPJT) Herry Tripsaputra Zuna
  • Perwakilan dari Himbara Hendra Utoyo (BRI)
  • Nandan Sadaya dari Mandiri
  • Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriyatna
  • Pengamat transportasi Universitas Indonesia Ellen Sophie Wulan Tangkudung

Diskusi publik bersama FMB9

Sumber Daya Manusia (SDM) yang sebelumnya bekerja di gerbang tol sudah diantisipasi, jelang pemberlakuan 100% pembayaran non tunai di jalan tol. Sama seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya, Jasa Marga menegaskan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan yang selalu dianggap sebagai dampak diberlakukannya program pemerintah.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap pengurangan SDM yang terdampak elektronifikasi, Jasa Marga telah menyiapkan program alih profesi (A-Life). Program A-Life menyediakan lebih dari 900 formasi di Kantor Pusat Jasa Marga, Cabang, Anak Perusahaan atau menjadi entrepreneur yang dapat dipilih oleh para karyawan yang ingin merubah haluan kariernya. Untuk mendukung  kelancaran penerapan 100% pembayaran non tunai, Jasa Marga memastikan infrastruktur  yang laik fungsi serta dukungan petugas di lapangan  melalui Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengantisipasi apabila terjadi kepadatan  di gerbang tol, yang dapat diakibatkan karena saldo uang elektronik yang habis / kurang atau uang elektronik yang tidak terbaca / rusak / hilang.
Sebanyak 1,5 juta kartu disediakan oleh perbankan untuk diberikan secara gratis hingga 31 Oktober 2017. Stok kartu yang disediakan masih 50% dari jumlah yang disediakan. Kartu e-toll yang digunakan sangat aman karena sudah memenuhi standar Bank indonesia (BI). Hingga Oktober 2017, pengguna uang elektronik di jalan tol sudah mencapai 92% dan kesiapan alat sudah mencapai 100%. Untuk melakukan top up perbankan bekerjasama dengan pihak ketiga, dan untuk melakukan top up juga bisa dilakukan di gerbang tol.

Antisipasi perjalanan melalui info terkini dapat diakses melalui:
  • Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080
  • Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @official_JSMR (untuk informasi umum)
  • Instagram @official.jasamarga
  • Aplikasi Mobile JMCARe yang dilengkapi dengan fitur push notifications

Tentunya kita semua berharap penerapan e-toll didukung oleh semua pengguna jalan tol. Sumber foto Twitter @FMB9ID



No comments: