Jumat, 21 Desember 2018

Perawatan Khusus untuk Luka pada Penderita Diabetes

Olahraga mengurangi risiko Diabetes 

Salah satu penyakit yang menakutkan adalah Diabetes, mengapa menakutkan? Karena penyakit kronis ini tidak bisa disembuhkan bahkan jika diabaikan bisa mengakibatkan berbagai komplikasi seperti penyakit ginjal, jantung, darah tinggi dan juga lambung.

Ada beberapa orang terdekat saya yang menderita Diabetes, salah satunya bibi saya. Cirinya diawali dengan berat badan yang menurun drastis. Kesalahan bibi saya tidak mau memeriksakan kondisinya, dengan alasan takut jika penyakitnya diketahui dan jadi kepikiran. Kurang lebih 3 bulan lalu kakinya terluka saat berjalan di taman. Luka tersebut menghitam dan membuat badan meriang.

Kesalahan kedua bibi saya tidak berobat ke tempat yang tepat. Sehingga hanya diberi obat sedangkan lukanya tidak dirawat. Akibatnya luka tak kunjung sembuh. Akhirnya saya memberanikan diri minta tolong kepada perawat salah satu rumah sakit untuk merawat luka bibi saya. Saat dibuka luka sudah cukup parah dan berbau, dengan warna putih di tengah dan sudah agak dalam. Akhirnya luka dirawat dengan cara dibersihkan dan diberi obat dan setiap hari diganti perban.

Setelah melakukan perawatan khusus selama kurang lebih hampir 3 bulan akhirnya luka di kaki bibi saya bisa sembuh. Tapi tidak semudah itu Ferguso, selain perawatan luka di kaki, bibi saya juga minum antibiotik dan obat agar gula darahnya tetap normal, juga mengatur pola makan agar gula darahnya tidak naik. Sengaja tidak saya kasih foto luka, karena mengerikan sekali ntar jadi ga doyan makan 😆.

Berikut ini ciri-ciri penderita diabetes, sering buang air kecil di malam hari, rasa lapar dan haus yang meningkat, penurunan berat badan yang drastis, lelah, pandangan buram, sering sakit atau mati rasa pada tangan dan kaki, juga gatal gatal. Bila memiliki ciri-ciri ini sebaikmya memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan.

Bagaimana pola makan penderita diabetes untuk tetap sehat dan apa saja pantangannya?
Menurut dokter di tempat bibi saya berobat boleh makan 3 kali sehari dengan porsi nasi cukup satu centong. Sedangkan sayur boleh banyak karena sayur tidak mengandung karbohidrat. Jika makan dengan lauk tempe sebaiknya jangan ditepungin, karena tepung juga termasuk karbohidrat sehingga jadi dobel karbo. Jangan lupa konsumsi buah seperti pepaya, melon, semangka, dan lainnya.

Untunglah luka di kaki bibi saya cepat ditangani dan bisa sembuh. Tanpa bermaksud menakut-nakuti beberapa kasus luka dengan diabetes banyak yang infeksi parah lalu diamputasi. Ada juga yang harus cuci darah karena komplikasi diabetes ini. Sudah sepatutnya kita yang sehat mengambil hikmah dari kejadian di sekitar kita. Bagaimana cara agar terhindar dari penyakit tidak menular ini?

Kurangi konsumsi gula mulai sekarang, jangan nunggu diabetes baru mengurangi konsumsi gula.

Rajin beraktivitas fisik, olahraga atau jalan pagi dan senam. Terkadang karena merasa sudah mengerjakan pekerjaan rumah jadi malas berolahraga. Luangkan waktu 30 menit sehari untuk khusus berolahraga. PR nih untuk saya yang juga olahraganya masih jarang.

Kalau mau praktisnya sih seperti yang sering saya tulis sebelumnya yaitu jalankan anjuran Menteri Kesehatan untuk melakukan pola hidup CERDIK. Semoga kita sehat selalu dan panjang umur ya.

CEK KESEHATAN BERKALA
ENYAHKAN ASAP ROKOK
RAJIN OLAHRAGA
DIET SEIMBANG
ISTIRAHAT CUKUP
KELOLA STRES DENGAN BAIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Kompetisi PRAJA 2019

Halo semua, siapa yang sejak Sekolah Dasar (SD) sudah kenal Koperasi? Dari kecil saya sudah tidak asing lagi dengan Koperasi, yang pali...