Jumat, 24 Maret 2023

Sirop Obat Aman untuk Anak


Masih ingat pada bulan Oktober 2022 terjadi lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak (GGAPA). Sebenarnya GGAPA sudah ada sejak lama, namun semakin ditakuti sejak terjadi lonjakan penderita secara massal pada periode Januari-Oktober. 


Saya seorang Ibu punya anak balita yang rentan tertular penyakit seperti demam, batuk dan pilek. Saya biasanya memang usahakan kompres dulu tapi jika suhu tubuhnya makin tinggi hingga 39 ° C pasti butuh obat  penurun panas. Masalahnya anak-anak sulit minum obat puyer, karena rasanya yang pahit. Saat kasus GGAPA saya ke dokter dan mau atau tidak anak saya harus minum obat puyer.


Drama minum obat puyer seperti butuh ekstra kesabaran. Juga saat obat sudah masuk mulut lalu "dilepeh" itu saya alami. Alhamdulillah demamnya tidak berlangsung lama minum obat dua kali suhu tubuhnya normal. Sejak itu saya jaga-jaga anak saya jangan sampai sakit walaupun hanya demam. 


Di grup WhatsApp keluarga juga saya saling mengingatkan, agar jangan minum obat sirop jika ada anak yang sakit. Pokoknya seperti ketakutan akan obat. Obat sirop yang masih ada di rumah pun langsung dibuang-buang. Saya juga selalu cari berbagai info, obat apa saja yang termasuk ke dalam daftar obat tidak aman. Tapi dalam kondisi seperti itu, semua obat sirup dianggap tidak aman. Ya begitulah ibu-ibu seperti saya terkadang sangat berlebihan. 




Perkembangan Terbaru & Keamanan Sirup Obat


Alhamdulillah tanggal 21/03/2023 saya menjadi salah satu ibu-ibu yang beruntung bisa hadir langsung di acara yang diadakan oleh Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), Kemenkes, BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Pakar Farmakologi yang menyelenggarakan Dialog Interaktif Kesehatan Obat Sirup Aman.


Kenapa beruntung? Karena saat terjadi lonjakan kasus GGAPA sebagai ibu saya pastinya khawatir. Apalagi usia anak saya yang masih balita dan masih sering demam. Anak balita rentan tertular penyakit ringan seperti batuk, pilek, demam. Saat anak saya demam dan suhu badannya tinggi, saya kebingungan, obat apa yang aman?  


Berikut para narasumber yang hadir saat Diskusi Interaktif Kesehatan Obat Sirop Aman, dan apa yang mereka sampaikan. 


DR. DRA. AGUSDINI BANUN SAPTANINGSIH, APT., M.A.R.S. 

Selaku Direktur Produksi & Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI.

“Otoritas kesehatan yang berwenang menyatakan bahwa sirop obat yang sudah diverifikasi ulang dan dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman. Sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti anjuran pakai”.



DRA. TRI ASTI ISNARIANI, APT, M.PHARM 

Selalu Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekusor & Zat Adiktif (BPOM RI) mengatakan:


“Daftar produk sirop obat yang aman untuk dikonsumsi selama mengikuti anjuran pakai, kini bisa dilihat di website / sosmed BPOM atau melalui kanal publikasi BPOM lainnya. Masyarakat, pasien, fasilitas kesehatan dan dokter diminta untuk tidak lagi khawatir dan ragu”.




DR. PIPRIM BASARAH YANUARSO, SP.A(K) 

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia. (IDAI)


" Menyampaikan hal yang hampir sama, beliau mengatakan bahwa GGAPA sudah ada sejak lama. Sehingga perlu investigasi mengenai penyebab GGAPA, jika kasus yang terjadi hanya individual. Fakta sudah berbicara bahwa hasil verifikasi ulang produk sirop obat oleh BPOM / November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, bisa diresepkan kembali oleh dokter dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan tenang selama mengikuti aturan pakai.



NOFFENDRI ROESTRAM, S.SI 

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyampaikan:

" Mengemukakan pengalaman apoteker dalam menerima keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses sirop obat yang belum boleh beredar dan panjangnya proses mendapatkan obat puyer, selama periode penarikan sementara sirop obat tahun lalu. Namun dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut. Dengan demikian pasien dan orangtua tidak perlu lagi khawatir dan dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun untuk pembelian obat bebas".




PROF. APT. I KETUT ADNYANA, MSI., PH.D 

Guru Besar Farmakologi-Farmasi Klinis Institut Teknologi Bandung mengatakan:


" Menjelaskan bahwa kasus GGAPA pada tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG/DEG yang melebihi ambang batas sehingga berdampak masal. Namun perlu diketahui bahwa GGAPA bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya (multifactorial) seperti status kesehatan pasien (riwayat penyakit), alergi terhadap suatu bahan tertentu, infeksi (termasuk Covid-19), status nutrisi (dehidrasi), obat, makanan, logam berat, toksikan (EG/DEG dari berbagai sumber), dan lain sebagainya.




Mona Ratuliu

Mewakili ibu-ibu Indonesia senang bisa diskusi ngobrol langsung dengan Kemenkes, BPOP, Ikatan Apoteker Indonesia, Ahli Farmakologi ITB, merasa bersyukur setelah melalui proses pemeriksaan klinis sekarang BPOM sudah merilis daftar sirop obat yang aman dikonsumsi oleh anak sesuai dengan aturan pakai yang berlaku. Dan jangan lupa membeli obat di apotik/ toko obat resmi. Daftar sirop obat aman bisa cek melalui lama BPOM bit.ly/bpom-sirup-obat-aman


Tirto Kusnadi selaku Ketua Umum GP Farmasi menutup dengan kesimpulan yang diambil dari hasil Dialog Interaktif Kesehatan yang digelar hari ini. Pertama, ada 2 faktor penyebab GGAPA. 

✅Pertama adalah GGAPA individu yang terjadi karena faktor medis individu tersebut dan 

✅Kedua adalah gagal ginjal anak masal yang ditandai dengan terjadinya sejumlah besar kasus secara bersamaan, yang disebabkan karena terjadinya pencemaran. 


Dengan sudah dinyatakannya oleh otoritas kesehatan yang berwenang bahwa sirop obat yang sudah melalui verifikasi ulang dan sudah dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman, maka Dokter Spesialis Anak tidak perlu ragu lagi untuk meresepkan sirop obat kepada pasien dan masyarakat juga bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti aturan pakai.


Tirto Kusnadi kembali mengingatkan kepada anggotanya agar tetap disiplin dalam menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Benar (CDOB).



Gara-gara Nila setitik Rusak Sirop se-Indonesia

Sebelum ada diskusi ini meskipun kasus GGAPA sudah berlalu, memberikan dampak bagi saya dan orang tua lainnya. Keraguan akan obat Sirop masih menghantui. 



Apa penyebab terjadinya lonjakan kasus GGAPA?


Rupanya lonjakan kasus GGAPA disebabkan oleh tercemarnya sirop obat yang diumumkan pada Oktober 2022 lalu. 


Seluruh instansi dan organisasi terkait bergerak cepat dan telah melakukan investigasi dan evaluasi ulang secara menyeluruh.


Menyimpulkan bahwa satu-satunya penyebab kasus GGAPA yang terjadi adalah karena adanya cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG) / Propilen Etilen Glikol (PEG) yang diganti dengan Etilen Glikol (EG) / Dietilen Glikol (DEG) oleh satu oknum perusahaan supplier kimia. Namun hingga saat ini, pemberitaan yang gencar terkait kasus sirop obat ini yang masih meresahkan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya konversi bentuk obat dari sirup menjadi resep bentuk puyer, secara higienis belum tentu memenuhi persyaratan kualitas obat yang baik.




KESIMPULAN 


✅Pemerintah sudah melakukan kontrol dan monitoring secara ketat terhadap aspek kualitas obat, yang berwenang mengeluarkan kualitas obat aman BPOM.


✅Obat yang dipastikan aman bisa dibeli di apotik dan RS serta fasilitas kesehatan lainnya. 


✅Proses produksi obat dilakukan dengan sistematis, terukur dan dikontrol secara ketat sesuai dengan pedoman CPOB untuk menjamin kualitas keamanan dan efikasi obat dan didistribusikan sesuai dengan CDOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) 


✅Menghimbau anggota tenaga kesehatan IDAI untuk tidak ragu-ragu menggunakan sediaan sirop obat yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM RI. Daftar obat sirup aman klik BPOM RI



Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia

(GPFI) merupakan wadah komunikasi dan konsultasi antar sesama pelaku utama farmasi dan juga antara perusahaan dan pemerintah juga pihak-pihak terkait lainnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan pelayanan obat.

Sudah ada sejak tahun 1969 dengan anggota lebih dari 150 produsen obat nasional. Juga memiliki lebih dari 2000 toko obat dan apotek di Indonesia. 


Instagram GPFI

 



Semoga kita bersama keluarga selalu sehat ya. 


2 komentar:

  1. Sudah, gakcragu lagi buat beli obat sirop buat anak

    BalasHapus
  2. Anakku udah ku kasih obat sirup yang aman sesuai daftarnya BPOM. Kebetulan dia sedang batuk. Alhamdulillah lega baca berita ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Roso Telo Dadi Duren Biyen Gelo Saiki Keren

Dinamika Perjalanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Terbaru Dari judulnya saja saya tertarik dengan buku ini. Buku “Roso Telo Dadi Dure...