Sabtu, 19 Oktober 2019

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya juga mengidolakan beberapa nama. Alasan saya karena saya melihat memang kinerjanya bagus. Salah satunya Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Saya tuh masih mau Ibu Susi jadi menteri lagi. Beberapa kali ke event yang melibatkan tokoh penting, saya masih menyimpan keinginan bertemu dengan Ibu Susi dan foto bersama. 

Beberapa kali saya baca cuitan di twitter kabarnya Kabinet 2 Jokowi bakal diisi para generasi milenial. Aku sih setuju saja, semoga mereka dapat membuktikan dan memberikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia. Sehingga tanah air yang kita cintai ini semakin maju di segala bidang, rakyatnya makmur dan sejahtera. Salah satu tanda kemakmuran itu ditandai dengan berkurangnya angka kemiskinan. 

Seperti anggota kabinet sebelumnya, kali ini Kabinet 2 Jokowi juga kaya suku dan agama. Ini juga menurut saya lagi-lagi sebagai orang biasa (awam), akan sangat memberikan dampak positif. Dengan begitu tidak ada perbedaan diantara kita semua meskipun berbeda-beda suku namun tetap satu. Harapan saya tidak ada lagi perbedaan antar suku, kita hidup seperti nenek moyang kita dulu yang hidup damai dan menjaga toleransi. Meskipun negara kita semakin maju dan modern, setuju kan? 

Alhamdulillah kemarin aku dapat info dari sumber terpercaya, berikut daftar nama-nama menteri:

KOMPOSISI IDEAL KABINET KERJA JILID II PERIODE 2019-2024

Presiden RI: Ir. H. Joko Widodo   
Wakil Presiden RI: Prof. Dr (HC) KH. Ma'ruf Amin
   
*MENTERI KOORDINATOR*
       
1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam: 
Luhut Binsar Pandjaitan

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: 
Airlangga Hartarto

3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: KH. Said Agil Siradj

4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: 
Moeldoko


*MENTERI*
       
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/ Kepala Bappenas: Rini Soemarno

Wakil Menteri: Hariyadi Sukamdani

3. Menteri Dalam Negeri: Hasto Kristiyanto

4. Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Internasional: Retno Marsudirini 

Wakil Menteri: Mahendra Siregar

5. Menteri Pertahanan: Budi Gunawan 

Wakil Menteri: Silmy Karim

6. Menteri Hukum dan HAM: Hikmahanto Juwana  

Wakil Menteri:  Lawrence TP Siburian

7. Menteri Komunikasi dan Informatika: 
Wahyu Sakti Trenggono 

Wakil Menteri: Angela Herliani Tanoesoedibjo

8. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: 
Ahmadi Noor Supit

Wakil Wakil Menteri: Aria Bima

9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indriastuti 

Wakil Menteri: Erani Yustika

10. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Erick Thohir 

Wakil Menteri: Wisnu Broto Setyo

11. Menteri Pertanian: Edi Prabowo

Wakil Menteri: Abdul Kadir Karding

12. Menteri Koperasi dan UKM: Olly Dondokambey

Wakil Menteri: Diaz Hendropriyono

13. Menteri Perindustrian: Rosan P. Roslani

14. Menteri Investasi/ Kepala BKPM: Sandiaga Uno

Wakil Menteri: Ferry Latuhihin

15. Menteri Digital dan Ekonomi Kreatif: 
Triawan Munaf

Wakil Menteri: Bahlil Lahadalia

16. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri

17. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: 
Basuki Hadimuljono 

Wakil Menteri: Emil Dardak

18. Menteri Kehutanan, Agraria, dan Tata Ruang: 
Tri Rismaharini

Wakil Menteri: Riyad

19. Menteri Lingkungan Hidup: 
Agun Gunandjar Sudarsa  

Wakil Menteri: Lenis Kogoya

20. Menteri Agama: M. Arwani Thomafi 

21. Menteri Kesehatan: Terawan Agus Putranto

Wakil Menteri: Benny Octavianus

22. Menteri Kesejahteraan Sosial: 
Agus Gumiwang  Kartasasmita 

Wakil Menteri:  Eriko Sotarduga

23. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yenny Zannuba Wahid 

Wakil Menteri: Grace Natalie 

24. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 
K.H. Haedar Nashir 

Wakil Menteri: K.H. Maman Imanulhaq

25. Menteri Pariwisata dan Kebudayaan: Arief Yahya

Wakil Menteri: I Gede Pasek Suardika

26. Menteri Pendidikan Tinggi: Sofyan Djalil 

Wakil Menteri: Nadiem Makarim 

27. Menteri Riset dan Teknologi/ Badan Riset Nasional: Ilham Habibie

Wakil Menteri: Rhenald Kasali

28. Menteri Desa dan PDT: Djarot Saiful Hidayat 

Wakil Menteri: Billy Mambrasar

29. Menteri Transportasi: Budi Karya Sumadi 

Wakil Menteri: Rusdi Kirana

30. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti 

Wakil Menteri: Prananda Surya Paloh

31. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: 
Jonny G. Plate

Wakil Menteri: Nicke Widyawati

32. Menteri Pemuda dan Olah Raga: 
Agus Harimurti Yudhoyono.

33. Menteri Perdagangan: Amran Sulaiman

Wakil Menteri: Thomas Trikasih Lembong


*PEJABAT SETINGKAT MENTERI*
   
1. Jaksa Agung: Noor Rachmad

2. Panglima TNI:  Andhika Perkasa

3. Kapolri: Tito Karnavian

4. Sekretaris Kabinet: Hadi Tjahjanto

5. Kepala Badan Intelijen Negara: Joni Supriyanto

6. Kepala Staf Kepresidenan: Pramono Anung Wibowo


*JABATAN BARU*  
   
1. Kepala Pusat Legislasi Nasional: Machfud MD

Wakil Kepala Badan: Yusril Ihza Mahendra

2. Kepala Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah: K.H. Eman Suryaman

3. Kepala Badan Otorita Pemindahan Ibukota: 

Bambang Brodjonegoro

4. Kepala Badan Perpajakan dan Pendapatan Nasional: M. Misbakhun

5. Kepala Badan Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (BPDPN): Tantowi Yahya

Wakil Kepala Badan: Hiramsyah S. Thaib


Juru Bicara Kepresidenan:

1. Effendi Ghazali (UI)

2. Najwa Shihab (UI)

3. Saiful Maarif (UNAIR)

Itu bocorannya ya, senangnya idola saya masih akan menjabat sebagai menteri kembali. Ada juga beberapa nama baru yang juga merupakan idola saya. Tapi seandainya ada perubahan, ya akan saya terima dengan lapang dada hehehe harus dong. Semoga nantinya mereka yang terpilih diberi kesehatan dan kemampuan menjalankan tugas untuk memajukan Bangsa Indonesia. 

Sabtu, 05 Oktober 2019

Cara Mudah Makan Buah Untuk Si Kecil


Halo Bunda semua siapa yang anaknya mulai MPASI bulan ini? Pastinya mulai baca-baca melalui buku ataupun media online tentang menu makanan terbaik untuk si kecil. Sebagai Bunda Milenial pastinya tidak ada kesulitan bagi kita semua untuk mendapatkan informasi tentang makanan si kecil. 

Kamis, 26 September 2019

Traveloka Xperience Bikin Liburan Jadi Asik



Senang sekali seiring berkembangnya teknologi semua menjadi mudah. Sekedar cerita pengalaman saya sekitar 20 tahun lalu, buset jaman dulu banget ya. Gak apa-apa biar adik-adik milenial tahu kalau kita tu harus banyak bersyukur jaman sekarang biar gak banyak mengeluh. 

Senin, 02 September 2019

Kompetisi PRAJA 2019


Halo semua, siapa yang sejak Sekolah Dasar (SD) sudah kenal Koperasi? Dari kecil saya sudah tidak asing lagi dengan Koperasi, yang paling saya ingat adalah koperasi sekolah. Kala itu biasanya saya membeli alat-alat tulis dan buku di koperasi sekolah, saya juga punya tabungan di koperasi sekolah. Bagaimana dengan koperasi sekarang? 

Jumat, 23 Agustus 2019

Cintai Lingkungan dan Tubuh Kita dengan Jalan Kaki Setiap Hari

Jalan kaki menyehatkan

Halo kawan, pernahkah menghitung berapa langkah per hari. Menurut informasi yang pernah saya baca, idealnya kita melakukan 10.000 langkah per hari, akan tetapi seiring berkembangnya teknologi saya pun kadang-kadang dan sebagian masyarakat malas berjalan kaki, rata-rata 3000 langkah per hari, harusnya minimal 6000 langkah per hari. Pernahkan teman-teman berjalan kaki dari shelter bus Trans Jakarta Semanggi ke shelter bus Trans Jakarta Benhil? Saya cukup sering, itu kalau dihitung ada kali 1000 langkah dan kalau pulang pergi lewat sana berarti sudah 2000 langkah. Hahaha capek sih pastinya tapi insya Allah sehat.

Rabu, 21 Agustus 2019

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan, tapi ada juga anak yang usia 18 bulan baru berani jalan. Memang berdasarkan informasi yang saya baca, jika usia anak sudah lebih dari 18 bulan belum bisa jalan harus diperiksakan ke dokter apakah ada kelainan. 

Selagi masih ingat saya akan tulis tahapan tumbuh kembang Dita, supaya nanti saya bisa baca-baca lagi bersama Dita dan kakaknya saat dia sudah besar. Saat usia 3 bulan Dita (anak ke 2 saya) sudah bisa tengkurap dan pada usia 6 bulan mulai saya latih duduk. Bisa duduk sendiri dari posisi berbaring saat usianya 9 bulan. Dan di usia 9 bulan juga dia mulai bisa berdiri dan mulai berjalan berpegangan. Untuk merangkak Dita lebih senang merayap seperti cicak, tapi cepat sekali. Alhamdulillah Dita melewati setiap tahapan perkembangannya dan saya bisa menyaksikan tahapan itu karena saya MRT (Mama Rumah Tangga) yang 24 jam bersamanya. 

Waktu Dita Usia 11 bulan saya belikan keranjang mainan yang bisa didorong. Karena terlalu ringan jadi saya isi batu. Dita hampir setiap hari wara-wiri dorong kereta itu sambil melatih otot kakinya meskipun belum berani berjalan tanpa berpegangan. Saya juga setiap malam mengurut kakinya dengan minyak telon dan membaca sholawat, namanya juga usaha ya kan. 

Anak pertama saya bisa jalan saat usia 14 bulan, tapi ketika usia 16 bulan dia terkena Demam Berdarah dan dirawat selama seminggu. Setelah keluar dari rumah sakit masih lesu sehingga belum lancar jalannya. Itulah mengapa sebisa mungkin kita jaga agar anak tidak sakit, supaya tumbuh kembangnya optimal.

Sedangkan anak kedua saya bisa jalan saat usia 14 bulan 15 hari. Sekarang usianya sudah 18 bulan, jalannya sudah lancar dan bisa berlari. Bahagia sekali rasanya melihat dia tumbuh sehat dan ceria. Meskipun sesekali dia terkena batuk pilek. 

Apa saja yang menyebabkan anak terkena batuk dan pilek? 
  • Tertular dari orang terdekat 
Saat saya flu atau kakaknya yang pilek pasti Dita tertular, walaupun saya usahakan menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Berada di pusat keramaian
Sesekali jika ada keperluan saya mengajak Dita, misalnya ke kantor Kelurahan, ke pasar atau ke bank. Biasanya dia akan pilek keesokan harinya. Mungkin saat di keramaian ada yang kurang sehat dan virus terbawa di udara dan tanpa sengaja terhirup oleh Dita. 
  • Berenang terlalu lama
Beberapa waktu lalu saya mengajak Dita berenang. Keesokan harinya dia pilek mungkin karena terlalu lama di air sehingga dia masuk angin. Tapi menurut saya ini masih wajar, bukan karena imunnya tidak kuat. Alhamdulillah Dita minum ASI eksklusif dan imunisasinya juga masih lanjut. 

Bagaimana cara mengatasi jika anak batuk pilek? Saya biasanya mengoleskan parutan bawang merah dicampur minyak telon ke badannya. Tapi jika setelah 3 hari belum sembuh juga saya bawa ke Puskesmas. Ada dokter anaknya juga kok jadi gak perlu khawatir.

Bagaimana pengalaman ibu-ibu merawat dan membesarkan anak-anak. Cerita yuk di kolom komentar. 

Minggu, 28 Juli 2019

Tips Mencuci Pakaian Seragam Sekolah Anak



Tahun ajaran baru sudah dimulai, kakak sudah kelas 6 SD sekarang. Saya sudah harus lebih sering mengingatkan kakak supaya rajin belajar. Cara belajar yang santai, contohnya sering-sering baca buku. Saya juga sering mengingatkan kakak supaya jangan kebanyakan bermain telepon pintar, boleh sih pegang tetapi sekedar main game atau dengerin lagu tapi gak boleh lebih dari satu jam. Sambil saya kasih contoh, temannya yang lulus SD tahun ini kebanyakan bikin konten tik-tok nilai ujian nasionalnya gak sampai angka 20. Miris sekali, bukannya saya menyalahkan telepon pintar tapi kadang anak-anak suka lupa waktu. Di sinilah pentingnya peran seorang ibu, kadang sering ngomel itu suatu yang lumrah, dan dilabeli cerewet oleh anak bukanlah masalah 😃.

Baiklah, saya rela dicap cerewet tapi saat santai saya utarakan pada kakak, ibu cerewet karena ibu sayang kakak, ibu ingin kakak nilainya bagus dan jadi kebanggaan orangtua. Alhamdulillah kakak mengerti, dan kami tertawa bersama lagi, bahkan kakak pernah berkata ibu harus selalu cerewet 😃. 

Ngomongin sekolah pastinya tak lepas dari seragam. Berikut seragam yang biasa digunakan kakak:
*Senin - Selasa: Seragam Putih Merah 
*Rabu: Seragam Pramuka
*Kamis: Seragam Batik
*Jumat: baju olah raga dan Seragam Putih Merah 

Sejak kelas 5 kakak sudah menggunakan kerudung jadi baju dan roknya panjang. Kebayang kan mencuci dan menyetrikanya. Walaupun saya mencuci menggunakan mesin cuci tapi saya merasa kurang bersih. Saya tetap sikatin baju satu persatu. Jujur dengan mesin cuci pekerjaan jadi mudah, apalagi saat hujan, cucian jadi bisa cepat kering. Akan tetapi kekurangannya pakaian jadi kurang bersih apalagi saya yang punya anak bayi 1+, bekas kecap, jeruk, semangka kadang masih menempel di baju si kecil. Dan baru ketahuan saat dijemur. 

Berikut ini sedikit tips dari saya agar cucian bersih sempurna: 
  • Pisahkan pakaian yang berwarna putih.
  • Rendam pakaian sebelum dicuci.
  • Sikat bagian-bagian yang biasanya kotor, seperti leher, dekat kaki dan bagian depan baju bayi.
  • Gunakan deterjen cair agar busanya cukup saat mencuci dan juga wangi.
  • Bilas hingga busa habis.
  • Gunakan pemutih baju bila diperlukan. 


Jadi ingat waktu kecil biasanya bagian kerah kemeja putih saya berwarna keabuan dan berukir indah. Apalagi kerah kemeja anak cowok lebih parah, karena anak cowok senang bermain sehingga berkeringat, saya tahu betul itu karena adik saya laki-laki. Sekarang selain leher, bagian lengan baju (siku) kaka yang sering kotor dan harus menjadi perhatian khusus. 

Untuk sepatu sekolah, biasanya saya cuci seminggu sekali menggunakan air sisa membilas baju. Ini demi mengirit air ya gaes. Bukannya pelit tapi memanfaatkan air karena musim kemarau dan sudah lama tak hujan. Saya juga gunakan air sisa membilas baju untuk menyiram halaman supaya debu berkurang. 

Saat kakak kelas 5 SD, saya ajarkan kakak untuk mencuci sepatu. Dan kakak juga sudah bisa membantu ibu menjemur, mengangkat dan melipat pakaian yang sudah bersih, Alhamdulillah. Bagaimana pengalaman teman-teman saat mencuci pakaian sekolah anak? 

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya ...