Rabu, 21 Agustus 2019

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan, tapi ada juga anak yang usia 18 bulan baru berani jalan. Memang berdasarkan informasi yang saya baca, jika usia anak sudah lebih dari 18 bulan belum bisa jalan harus diperiksakan ke dokter apakah ada kelainan. 

Selagi masih ingat saya akan tulis tahapan tumbuh kembang Dita, supaya nanti saya bisa baca-baca lagi bersama Dita dan kakaknya saat dia sudah besar. Saat usia 3 bulan Dita (anak ke 2 saya) sudah bisa tengkurap dan pada usia 6 bulan mulai saya latih duduk. Bisa duduk sendiri dari posisi berbaring saat usianya 9 bulan. Dan di usia 9 bulan juga dia mulai bisa berdiri dan mulai berjalan berpegangan. Untuk merangkak Dita lebih senang merayap seperti cicak, tapi cepat sekali. Alhamdulillah Dita melewati setiap tahapan perkembangannya dan saya bisa menyaksikan tahapan itu karena saya MRT (Mama Rumah Tangga) yang 24 jam bersamanya. 

Waktu Dita Usia 11 bulan saya belikan keranjang mainan yang bisa didorong. Karena terlalu ringan jadi saya isi batu. Dita hampir setiap hari wara-wiri dorong kereta itu sambil melatih otot kakinya meskipun belum berani berjalan tanpa berpegangan. Saya juga setiap malam mengurut kakinya dengan minyak telon dan membaca sholawat, namanya juga usaha ya kan. 

Anak pertama saya bisa jalan saat usia 14 bulan, tapi ketika usia 16 bulan dia terkena Demam Berdarah dan dirawat selama seminggu. Setelah keluar dari rumah sakit masih lesu sehingga belum lancar jalannya. Itulah mengapa sebisa mungkin kita jaga agar anak tidak sakit, supaya tumbuh kembangnya optimal.

Sedangkan anak kedua saya bisa jalan saat usia 14 bulan 15 hari. Sekarang usianya sudah 18 bulan, jalannya sudah lancar dan bisa berlari. Bahagia sekali rasanya melihat dia tumbuh sehat dan ceria. Meskipun sesekali dia terkena batuk pilek. 

Apa saja yang menyebabkan anak terkena batuk dan pilek? 
  • Tertular dari orang terdekat 
Saat saya flu atau kakaknya yang pilek pasti Dita tertular, walaupun saya usahakan menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Berada di pusat keramaian
Sesekali jika ada keperluan saya mengajak Dita, misalnya ke kantor Kelurahan, ke pasar atau ke bank. Biasanya dia akan pilek keesokan harinya. Mungkin saat di keramaian ada yang kurang sehat dan virus terbawa di udara dan tanpa sengaja terhirup oleh Dita. 
  • Berenang terlalu lama
Beberapa waktu lalu saya mengajak Dita berenang. Keesokan harinya dia pilek mungkin karena terlalu lama di air sehingga dia masuk angin. Tapi menurut saya ini masih wajar, bukan karena imunnya tidak kuat. Alhamdulillah Dita minum ASI eksklusif dan imunisasinya juga masih lanjut. 

Bagaimana cara mengatasi jika anak batuk pilek? Saya biasanya mengoleskan parutan bawang merah dicampur minyak telon ke badannya. Tapi jika setelah 3 hari belum sembuh juga saya bawa ke Puskesmas. Ada dokter anaknya juga kok jadi gak perlu khawatir.

Bagaimana pengalaman ibu-ibu merawat dan membesarkan anak-anak. Cerita yuk di kolom komentar. 

Minggu, 28 Juli 2019

Tips Mencuci Pakaian Seragam Sekolah Anak



Tahun ajaran baru sudah dimulai, kakak sudah kelas 6 SD sekarang. Saya sudah harus lebih sering mengingatkan kakak supaya rajin belajar. Cara belajar yang santai, contohnya sering-sering baca buku. Saya juga sering mengingatkan kakak supaya jangan kebanyakan bermain telepon pintar, boleh sih pegang tetapi sekedar main game atau dengerin lagu tapi gak boleh lebih dari satu jam. Sambil saya kasih contoh, temannya yang lulus SD tahun ini kebanyakan bikin konten tik-tok nilai ujian nasionalnya gak sampai angka 20. Miris sekali, bukannya saya menyalahkan telepon pintar tapi kadang anak-anak suka lupa waktu. Di sinilah pentingnya peran seorang ibu, kadang sering ngomel itu suatu yang lumrah, dan dilabeli cerewet oleh anak bukanlah masalah 😃.

Baiklah, saya rela dicap cerewet tapi saat santai saya utarakan pada kakak, ibu cerewet karena ibu sayang kakak, ibu ingin kakak nilainya bagus dan jadi kebanggaan orangtua. Alhamdulillah kakak mengerti, dan kami tertawa bersama lagi, bahkan kakak pernah berkata ibu harus selalu cerewet 😃. 

Ngomongin sekolah pastinya tak lepas dari seragam. Berikut seragam yang biasa digunakan kakak:
*Senin - Selasa: Seragam Putih Merah 
*Rabu: Seragam Pramuka
*Kamis: Seragam Batik
*Jumat: baju olah raga dan Seragam Putih Merah 

Sejak kelas 5 kakak sudah menggunakan kerudung jadi baju dan roknya panjang. Kebayang kan mencuci dan menyetrikanya. Walaupun saya mencuci menggunakan mesin cuci tapi saya merasa kurang bersih. Saya tetap sikatin baju satu persatu. Jujur dengan mesin cuci pekerjaan jadi mudah, apalagi saat hujan, cucian jadi bisa cepat kering. Akan tetapi kekurangannya pakaian jadi kurang bersih apalagi saya yang punya anak bayi 1+, bekas kecap, jeruk, semangka kadang masih menempel di baju si kecil. Dan baru ketahuan saat dijemur. 

Berikut ini sedikit tips dari saya agar cucian bersih sempurna: 
  • Pisahkan pakaian yang berwarna putih.
  • Rendam pakaian sebelum dicuci.
  • Sikat bagian-bagian yang biasanya kotor, seperti leher, dekat kaki dan bagian depan baju bayi.
  • Gunakan deterjen cair agar busanya cukup saat mencuci dan juga wangi.
  • Bilas hingga busa habis.
  • Gunakan pemutih baju bila diperlukan. 


Jadi ingat waktu kecil biasanya bagian kerah kemeja putih saya berwarna keabuan dan berukir indah. Apalagi kerah kemeja anak cowok lebih parah, karena anak cowok senang bermain sehingga berkeringat, saya tahu betul itu karena adik saya laki-laki. Sekarang selain leher, bagian lengan baju (siku) kaka yang sering kotor dan harus menjadi perhatian khusus. 

Untuk sepatu sekolah, biasanya saya cuci seminggu sekali menggunakan air sisa membilas baju. Ini demi mengirit air ya gaes. Bukannya pelit tapi memanfaatkan air karena musim kemarau dan sudah lama tak hujan. Saya juga gunakan air sisa membilas baju untuk menyiram halaman supaya debu berkurang. 

Saat kakak kelas 5 SD, saya ajarkan kakak untuk mencuci sepatu. Dan kakak juga sudah bisa membantu ibu menjemur, mengangkat dan melipat pakaian yang sudah bersih, Alhamdulillah. Bagaimana pengalaman teman-teman saat mencuci pakaian sekolah anak? 

Kamis, 25 Juli 2019

Astra Financial Hadir Kembali di GIIAS 2019

Booth Astra Financial di GIIAS
(Sumber foto @bloggercrony)

Halo apa kabar semua? Tak terasa ya kita sudah melewati pertengahan tahun 2019. Di bulan Juli ini ada event tahunan yang selalu ditunggu-tunggu yaitu GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS 2019). Event yang selalu ramai dan sangat diminati ini pastinya ada banyak kegiatan seru! Nanti saya bahas di bawah ya, pastikan baca sampai selesai. Hayuklah ajak keluarga, gebetan untuk yang masih single, atau  teman (jangan TTM ya) untuk datang ke GIIAS 2019, syukur-syukur bisa bawa pulang berbagai hadiah menarik. Saya paling suka nih hadiah, jangan sampai terlewat ya GIIAS 2019, catat tanggalnya mulai 18 - 28 Juli 2019.

Kamis, 18 Juli 2019

Koalakos Aplikasi Bagi Pemilik Rumah Kos



Siapa yang pernah ngekos? Pertama tinggal di Jakarta saya ngekos dekat tempat kerja. Awalnya cari kos kosong itu tidak mudah, waktu itu saya tanya ke teman-teman. Setelah dapat pun, saat tiba waktu pembayaran kadang saya lupa membayar hahaha. Beneran lupa bukan pura-pura lupa ya😊. Ya namanya juga sibuk kerja, berangkat pagi pulang sore, kadang berangkat sore pulang pagi, sampai tempat kos kadang sudah lelah. Sedangkan ibu kos yang waktu itu single parent juga jarang di rumah. Kebayang kan, mungkin saat dia sudah butuh uang untuk bayar ini itu, saya malah lupa bayar uang kos. Maafkan ya ibu kos yang baik hati.

Selasa, 16 Juli 2019

Begini Rasanya Tinggal di Perkampungan Padat Penduduk

Sumber foto www.pixabay.com

Halo apa kabar? Kali ini saya mau curhat receh pake banget. Sudah beberapa kali saya mengunjungi apartemen, menurut saya enak juga tinggal di apartemen, hunian tampak rapi dan minimalis gitu ya. Tapi sejauh ini saya masih nyaman tinggal di perkampungan yang padat penduduk. Jika suatu saat nanti ada rezeki dan saya bisa tinggal di apartemen, baik milik sendiri atau sewa itu takdir namanya. Nah saya mau cerita suka duka tinggal di perkampungan dan apa kelebihannya, yuk lanjutkan.

Sabtu, 13 Juli 2019

Cara Mengatasi Anak Susah Makan


Apa yang menjadi kendala banyak ibu-ibu dengan balita seperti saya? Ya jawabnya anak susah makan. Dalam artian anak tidak lahap makan. Sebenarnya ini bukan kali pertama, sejak MPASI Dita sudah menunjukkan kalau makannya gak lahap. Tetapi saya selalu memberi afirmasi positif, setiap malam saya sounding supaya besok makannya lahap dan banyak.

Berhasil? Tidak gaes, Dita makan setengah mangkuk kecil jika habis sudah bersyukur banget. Tapi saya tetap coba tenang supaya tidak stres dan emosi menjadi buruk. Saya juga sudah coba berikan penambah nafsu makan seperti madu anak, minyak ikan setelah Dita berusia di atas satu tahun. Masih begitu saja selera makannya tetap gak banyak. Beberapa waktu lalu saya terpengaruh tetangga yang memberi anaknya jamu cekokan. Padahal menurut psikolog itu termasuk KDRT karena ada unsur pemaksaan terhadap anak.

Cara lainnya yang saya lakukan adalah selalu mengganti menu makanan Dita. Contohnya hari Senin saya masak sup ayam dan tempe goreng, hari Selasa sayur bayam dan ikan goreng. Hari selanjutnya brokoli dan tahu, meskipun makannya tetap tidak banyak saya terus berusaha karena saya ingin kebutuhan gizinya terpenuhi. Kunci keberhasilan jangan stres dan membandingkan anak kita dengan anak orang yang bertubuh gemuk. Yang terpenting tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya, juga berat badan anak masih normal.

Pernah juga saya membeli bubur bayi sehat yang dijual setiap pagi di dekat rumah. Tapi ini tidak berlangsung lama karena Dita bosenan. Adanya bubur bayi sehat ini sangat membantu, terkadang pagi-pagi saya masih repot dan belum ada makanan untuk Dita, jadi bisa beli dan langsung disuapin ke anak. Memang sih lebih enak buatan sendiri, selain kandungan gizinya lebih lengkap kita juga tahu cara memasaknya dan kebersihannya. Tapi sesekali membeli tidak masalah, ya kan?


Menu MPASI
Pada usia 0-6 bulan anak cukup diberi ASI saja, alhamdulillah waktu itu ASI saya cukup sehingga tidak perlu tambahan susu formula. Meskipun berat badannya tidak naik terlalu banyak tapi yang penting sehat juga kebutuhan gizinya terpenuhi. Usia 6 bulan mulai saya berikan bubur halus yaitu bubur yang terbuat dari : 1 genggam beras merah, 1 buah wortel, daging ayam atau ikan secukupnya. Dimasak hingga matang lalu disaring. Sayuran dan protein hewani/ protein nabati bisa diganti-ganti, supaya anak mengenal banyak rasa. Sejak usia Dita lebih dari setahun mulai makan menu keluarga, asalkan tidak pedas.

Apakah Dita yang berusia 1 tahun 5 bulan sekarang makan dengan lahap? Mungkin karena sedang tumbuh gigi geraham sehingga selera makannya belum stabil. Tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Setiap hari saya usahakan ada saja yang dimakan oleh Dita. Bisa telur rebus, roti atau buah-buahan yang dia sukai seperti pisang, anggur, semangka dan jeruk. Bagaimana dengan anak-anak bunda? Apakah makannya lahap? Sharing yuk di kolom coment.


Senin, 08 Juli 2019

Liburan Keluarga ke Orchid Forest

Bunga Anggrek bisa dibeli

Sudah lama saya gak ikut jalan-jalan sejak punya bayi, alhamdulillah beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 3 Juli 2019 saya ikut ke Orchid Forest Cikole tepatnya di Lembang, Bandung Barat. Ada apa saja di sana? Berikut saya tuliskan di sini.

Rombongan kami berangkat dari Jakarta jam 06.30 pagi. Karena di Bekasi sedang ada proyek pembangunan tol layang Cikampek sehingga lumayan macet. Kami baru tiba di rest area tol Jakarta-Cikampek jam 09:30. Setelah istirahat kurang lebih 30 menit perjalanan dilanjutkan kembali. Rupanya ada kerusakan di bus yang saya tumpangi sehingga kami baru tiba di Orchid Forest jam 1 siang.

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan...