Minggu, 28 Oktober 2018

Mengatur Keuangan Keluarga



Foto: pixabay

Seringkali saya melihat pengamen dari yang masih muda rapi, dekil bertato, ibu-ibu juga ada. Kadang saya berpikir begitu susahnya kah mencari uang zaman sekarang. Kadang rasa sombong saya mengatakan ”Ah mereka saja yang malas, banyak kok yang bisa dikerjakan, misalnya jadi asisten rumah tangga atau jadi buruh pabrik”. Apalagi jika pengamennya masih muda dan gendut, rasanya ga ikhlas banget mau ngasih uang. Bahkan mereka suka mengancam melalui lagunya yang ga jelas baik nada maupun suaranya. Tapi tak sesederhana itu, mungkin mereka punya kendala yang saya tidak tahu.

Rabu, 24 Oktober 2018

Kebijakan Ganjil Genap Memberikan Dampak Baik Untuk Kita Semua


Halo musim hujan telah tiba, jika hendak bepergian jangan lupa sedia payung. Aku biasanya lebih senang bepergian dengan bus Trans Jakarta karena di dalam bus aku bisa sambil nulis atau sekedar cek media sosial. Di dalam bus aku bisa terhindar dari panas maupun hujan, selain itu tarifnya juga terjangkau. Kalau macet dikit masih wajarlah, namanya juga Jakarta.

Minggu, 21 Oktober 2018

Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak

Waspadai gejala kanker pada anak

Kanker adalah penyakit yang sangat menakutkan, di sekitar lingkunganku ada yang pernah menderita penyakit kanker otak dan bertahan selama kurang lebih 3 tahun. Segala upaya sudah dicoba tapi takdir tak dapat ditolak akhirnya meninggal. Ada juga yang terkena kanker payudara, sudah diusahakan diobati, kemoterapi dan berbagai pantangan dilakukan, senangnya kulihat si penyintas ini sudah mulai membaik dan rambutnya sudah mulai tumbuh kembali. Ya semoga sehat selalu dijauhkan dari segala penyakit baik ringan ataupun berat.

Narasumber yang hadir

Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 16 Oktober 2018 saya hadir di Kantor Kementerian Kesehatan RI bersama dengan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, saya jadi lebih mengerti apa itu kanker. Tema yang diangkat kali ini Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak.
Hadir sebagai narasumber:
  • dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular (P2PTM)
  • dr. Marurul Aisyi, Sp.A(K) - Dokter Spesialis Anak
  • Natarini Setianingsih - Penyintas Kanker Leukemia

Dr. Marurul Aisyi Sp.A(K) dokter spesialis anak memaparkan apa itu kanker. Pada dasarnya semua benjolan yang ada di tubuh adalah tumor, dan yang ganas disebut kanker. Tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali terus bertumbuh dan bertambah serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar.

Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak lebih sulit diketahui karena pada umumnya anak-anak belum mampu untuk mengemukakan apa yang dirasakan. Oleh karena itu sangat penting mengenali tanda dan gejala kanker pada anak. Sehingga dapat dilakukan penanganan segera agar supaya tingkat kesembuhan semakin besar. Berikut ini 6 jenis kanker yang sering menyerang anak dan tandanya:

Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah merah yang berasal dari sumsum tulang. Gejala leukemia antara lain pucat, lemah, anak rewel, nafsu makan menurun, demam tanpa sebab yang jelas, pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening, kejang sampai penurunan kesadaran, pendarahan kulit atau pendarahan spontan, nyeri tulang, seringkali ditandai dengan anak tidak mau berdiri dan berjalan, dan lebih nyaman digendong, pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.

Retinoblastoma adalah tumor ganas primer pada mata yang sering dijumpai pada anaķ usia di bawah 5 tahun. Gejala yang ditimbulkan berupa manik mata berwarna putih, mata kucing, juling kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata dan penglihatan buram.

Osteosarkoma atau kanker tulang adalah keganasan yang timbul di tulang. Kanker ini ditandai dengan gejala nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas, pembengkakan, kemerahan dan hangat di daerah nyeri tulang, patah tulang setelah aktivitas rutin, gerakan tulang terbatas, nyeri menetap di punggung, demam, cepat lelah, penurunan berat badan dan pucat.

Limfoma Maligna adalah keganasan primer jaringan getah bening yang bersifat padat. Gejala yang harus diwaspadai antara ĺain pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha tanpa rasa nyeri, sesak nafas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam keringat malam, lemah, lesu, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.

Karsinoma Nasofaring adalah tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri di telinga, dan rasa penuh di telinga.

Neuroblastoma adalah tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari cikal bakal jaringan saraf. Gejaĺa yang ditimbulkan antara lain pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol, nyeri tulang, perut terasa penuh dan diare, kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher, nyeri, lumpuh, gangguan fungsi kandung kemih dan usus.

Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50-60% karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut akibat gejala kanker yang sulit terdeteksi. Penemuan dini kasus kanker anak merupakan kunci keberhasilan pengendalian kanker pada anak. Baik orangtua maupun petugas kesehatan diharapkan dapat mendiagnosa kanker pada stadium awal, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai tingkat fasilitas kesehatan rujukan. Apabila anak dicurigai terkena kanker, maka orangtua harus segera membawa anak ke Puskesmas, Rumah Sakit atau pusat kesehatan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan.

Ajarkan perilaku hidup CERDIK

Belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab kanker pada anak-anak. Hal ini diduga merupakan interaksi dari 4 faktor yaitu genetik, zat kimia, virus dan radiasi. Belum semua jenis kanker pada anak mempunyai metode untuk dideteksi dini, selain itu kanker pada anak juga tidak dapat dicegah. Namun ada baiknya kita orang tua untuk selalu mengajarkan perilaku hidup CERDIK pada anak sejak masa kanak-kanak agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa.

Dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular (P2PTM) menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan RI mengadakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka menekan angka kejadian kanker pada anak, di antaranya:
  • Melaksanakan sosialisasi dan diseminasi informasi tentang kanker anak melalui media cetak, elektronik, pemasangan spanduk, umbul-umbul berisi pesan tentang kanker anak
  • Membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia terkait Hari Kanker Anak untuk melakukan promosi kesehatan.
  • Deteksi dini Retinoblastoma di DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Pontianak dan Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi setempat serta kerjasama dengan LSM untuk melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Natarini Setianingsih

Natarini Setianingsih menceritakan bagaimana awalnya dia terdeteksi mengidap kanker darah atau leukemia. Saat itu dia masih usia 12 tahun (SLTP), karena ibunya yang cepat tanggap Rini dibawa berobat dan dilakukan berbagai rangkaian pemeriksaan. Setelah diradiasi 11 kali dan kemoterapi selama 12 tahun akhirnya sudah 3 tahun Rini dinyatakan sembuh dari leukemia. Alhamdulillah ya. Pesan dari Rini “Kanker anak bisa disembuhkan, seorang ibu harus aware. Kunci utama kesembuhan kanker pada anak adalah orangtua”.
Kita juga harus aware kalau ada kerabat atau tetangga sekitar yang mengalami gejala di atas. Ayolah kita ajak ke pusat layanan kesehatan, agar bisa diketahui secara dini sehingga kemungkinan sembuh lebih besar.

C = Cek Kesehatan Secara Berkala
E = Enyahkan Asap Rokok
R = Rajin Aktivitas Fisik
D = Diet Sehat dan Seimbang
I = Istirahat Cukup
K = Kelola Stres

Sabtu, 06 Oktober 2018

BPJS Kesehatan Perpanjang Masa Ujicoba Rujukan Online



Sesuai dengan janji BPJS akan update setiap fase agar informasi lebih jelas dan pasti, terkait dengan sistem implementasi rujukan online ini. Pada tangga 2 Oktober 2018 lalu BPJS menyampaikan hasil uji coba.
Setelah uji coba sejak 15 Agustus, BPJS memperpanjang masa ujicoba rujukan online sampai tanggal 15 Oktober 2018.

Senin, 01 Oktober 2018

Ciptakan Keluarga Harmonis



pixabay.com

Keluarga harmonis pastinya dambaan kita semua, tapi itu perlu diupayakan tidak bisa sim salabim lalu bahagia sepanjang masa hingga maut memisahkan. Saya sendiri yang sudah menikah hampir 13 tahun merasa belum menjadi seorang istri yang sempurna. Masih banyak kekurangan di sana sini, ya harap dimaklumi ya pak suami, semoga kita bisa menjalani rumah tangga hingga menua bersama.

Melatih Motorik Si Kecil dengan Kegiatan Sehari-hari

Kemasan praktis dibawa Halo buibu apa kabar? Tak terasa sudah akhir tahun. Pastinya buibu pada sibuk mempersiapkan liburan bersama k...