Sabtu, 19 Oktober 2019

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya juga mengidolakan beberapa nama. Alasan saya karena saya melihat memang kinerjanya bagus. Salah satunya Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Saya tuh masih mau Ibu Susi jadi menteri lagi. Beberapa kali ke event yang melibatkan tokoh penting, saya masih menyimpan keinginan bertemu dengan Ibu Susi dan foto bersama. 

Beberapa kali saya baca cuitan di twitter kabarnya Kabinet 2 Jokowi bakal diisi para generasi milenial. Aku sih setuju saja, semoga mereka dapat membuktikan dan memberikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia. Sehingga tanah air yang kita cintai ini semakin maju di segala bidang, rakyatnya makmur dan sejahtera. Salah satu tanda kemakmuran itu ditandai dengan berkurangnya angka kemiskinan. 

Seperti anggota kabinet sebelumnya, kali ini Kabinet 2 Jokowi juga kaya suku dan agama. Ini juga menurut saya lagi-lagi sebagai orang biasa (awam), akan sangat memberikan dampak positif. Dengan begitu tidak ada perbedaan diantara kita semua meskipun berbeda-beda suku namun tetap satu. Harapan saya tidak ada lagi perbedaan antar suku, kita hidup seperti nenek moyang kita dulu yang hidup damai dan menjaga toleransi. Meskipun negara kita semakin maju dan modern, setuju kan? 

Alhamdulillah kemarin aku dapat info dari sumber terpercaya, berikut daftar nama-nama menteri:

KOMPOSISI IDEAL KABINET KERJA JILID II PERIODE 2019-2024

Presiden RI: Ir. H. Joko Widodo   
Wakil Presiden RI: Prof. Dr (HC) KH. Ma'ruf Amin
   
*MENTERI KOORDINATOR*
       
1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam: 
Luhut Binsar Pandjaitan

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: 
Airlangga Hartarto

3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: KH. Said Agil Siradj

4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: 
Moeldoko


*MENTERI*
       
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/ Kepala Bappenas: Rini Soemarno

Wakil Menteri: Hariyadi Sukamdani

3. Menteri Dalam Negeri: Hasto Kristiyanto

4. Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Internasional: Retno Marsudirini 

Wakil Menteri: Mahendra Siregar

5. Menteri Pertahanan: Budi Gunawan 

Wakil Menteri: Silmy Karim

6. Menteri Hukum dan HAM: Hikmahanto Juwana  

Wakil Menteri:  Lawrence TP Siburian

7. Menteri Komunikasi dan Informatika: 
Wahyu Sakti Trenggono 

Wakil Menteri: Angela Herliani Tanoesoedibjo

8. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: 
Ahmadi Noor Supit

Wakil Wakil Menteri: Aria Bima

9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indriastuti 

Wakil Menteri: Erani Yustika

10. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Erick Thohir 

Wakil Menteri: Wisnu Broto Setyo

11. Menteri Pertanian: Edi Prabowo

Wakil Menteri: Abdul Kadir Karding

12. Menteri Koperasi dan UKM: Olly Dondokambey

Wakil Menteri: Diaz Hendropriyono

13. Menteri Perindustrian: Rosan P. Roslani

14. Menteri Investasi/ Kepala BKPM: Sandiaga Uno

Wakil Menteri: Ferry Latuhihin

15. Menteri Digital dan Ekonomi Kreatif: 
Triawan Munaf

Wakil Menteri: Bahlil Lahadalia

16. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri

17. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: 
Basuki Hadimuljono 

Wakil Menteri: Emil Dardak

18. Menteri Kehutanan, Agraria, dan Tata Ruang: 
Tri Rismaharini

Wakil Menteri: Riyad

19. Menteri Lingkungan Hidup: 
Agun Gunandjar Sudarsa  

Wakil Menteri: Lenis Kogoya

20. Menteri Agama: M. Arwani Thomafi 

21. Menteri Kesehatan: Terawan Agus Putranto

Wakil Menteri: Benny Octavianus

22. Menteri Kesejahteraan Sosial: 
Agus Gumiwang  Kartasasmita 

Wakil Menteri:  Eriko Sotarduga

23. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yenny Zannuba Wahid 

Wakil Menteri: Grace Natalie 

24. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 
K.H. Haedar Nashir 

Wakil Menteri: K.H. Maman Imanulhaq

25. Menteri Pariwisata dan Kebudayaan: Arief Yahya

Wakil Menteri: I Gede Pasek Suardika

26. Menteri Pendidikan Tinggi: Sofyan Djalil 

Wakil Menteri: Nadiem Makarim 

27. Menteri Riset dan Teknologi/ Badan Riset Nasional: Ilham Habibie

Wakil Menteri: Rhenald Kasali

28. Menteri Desa dan PDT: Djarot Saiful Hidayat 

Wakil Menteri: Billy Mambrasar

29. Menteri Transportasi: Budi Karya Sumadi 

Wakil Menteri: Rusdi Kirana

30. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti 

Wakil Menteri: Prananda Surya Paloh

31. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: 
Jonny G. Plate

Wakil Menteri: Nicke Widyawati

32. Menteri Pemuda dan Olah Raga: 
Agus Harimurti Yudhoyono.

33. Menteri Perdagangan: Amran Sulaiman

Wakil Menteri: Thomas Trikasih Lembong


*PEJABAT SETINGKAT MENTERI*
   
1. Jaksa Agung: Noor Rachmad

2. Panglima TNI:  Andhika Perkasa

3. Kapolri: Tito Karnavian

4. Sekretaris Kabinet: Hadi Tjahjanto

5. Kepala Badan Intelijen Negara: Joni Supriyanto

6. Kepala Staf Kepresidenan: Pramono Anung Wibowo


*JABATAN BARU*  
   
1. Kepala Pusat Legislasi Nasional: Machfud MD

Wakil Kepala Badan: Yusril Ihza Mahendra

2. Kepala Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah: K.H. Eman Suryaman

3. Kepala Badan Otorita Pemindahan Ibukota: 

Bambang Brodjonegoro

4. Kepala Badan Perpajakan dan Pendapatan Nasional: M. Misbakhun

5. Kepala Badan Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (BPDPN): Tantowi Yahya

Wakil Kepala Badan: Hiramsyah S. Thaib


Juru Bicara Kepresidenan:

1. Effendi Ghazali (UI)

2. Najwa Shihab (UI)

3. Saiful Maarif (UNAIR)

Itu bocorannya ya, senangnya idola saya masih akan menjabat sebagai menteri kembali. Ada juga beberapa nama baru yang juga merupakan idola saya. Tapi seandainya ada perubahan, ya akan saya terima dengan lapang dada hehehe harus dong. Semoga nantinya mereka yang terpilih diberi kesehatan dan kemampuan menjalankan tugas untuk memajukan Bangsa Indonesia. 

Sabtu, 05 Oktober 2019

Cara Mudah Makan Buah Untuk Si Kecil


Halo Bunda semua siapa yang anaknya mulai MPASI bulan ini? Pastinya mulai baca-baca melalui buku ataupun media online tentang menu makanan terbaik untuk si kecil. Sebagai Bunda Milenial pastinya tidak ada kesulitan bagi kita semua untuk mendapatkan informasi tentang makanan si kecil. 

Kamis, 26 September 2019

Traveloka Xperience Bikin Liburan Jadi Asik



Senang sekali seiring berkembangnya teknologi semua menjadi mudah. Sekedar cerita pengalaman saya sekitar 20 tahun lalu, buset jaman dulu banget ya. Gak apa-apa biar adik-adik milenial tahu kalau kita tu harus banyak bersyukur jaman sekarang biar gak banyak mengeluh. 

Senin, 02 September 2019

Kompetisi PRAJA 2019


Halo semua, siapa yang sejak Sekolah Dasar (SD) sudah kenal Koperasi? Dari kecil saya sudah tidak asing lagi dengan Koperasi, yang paling saya ingat adalah koperasi sekolah. Kala itu biasanya saya membeli alat-alat tulis dan buku di koperasi sekolah, saya juga punya tabungan di koperasi sekolah. Bagaimana dengan koperasi sekarang? 

Jumat, 23 Agustus 2019

Cintai Lingkungan dan Tubuh Kita dengan Jalan Kaki Setiap Hari

Jalan kaki menyehatkan

Halo kawan, pernahkah menghitung berapa langkah per hari. Menurut informasi yang pernah saya baca, idealnya kita melakukan 10.000 langkah per hari, akan tetapi seiring berkembangnya teknologi saya pun kadang-kadang dan sebagian masyarakat malas berjalan kaki, rata-rata 3000 langkah per hari, harusnya minimal 6000 langkah per hari. Pernahkan teman-teman berjalan kaki dari shelter bus Trans Jakarta Semanggi ke shelter bus Trans Jakarta Benhil? Saya cukup sering, itu kalau dihitung ada kali 1000 langkah dan kalau pulang pergi lewat sana berarti sudah 2000 langkah. Hahaha capek sih pastinya tapi insya Allah sehat.

Rabu, 21 Agustus 2019

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan, tapi ada juga anak yang usia 18 bulan baru berani jalan. Memang berdasarkan informasi yang saya baca, jika usia anak sudah lebih dari 18 bulan belum bisa jalan harus diperiksakan ke dokter apakah ada kelainan. 

Selagi masih ingat saya akan tulis tahapan tumbuh kembang Dita, supaya nanti saya bisa baca-baca lagi bersama Dita dan kakaknya saat dia sudah besar. Saat usia 3 bulan Dita (anak ke 2 saya) sudah bisa tengkurap dan pada usia 6 bulan mulai saya latih duduk. Bisa duduk sendiri dari posisi berbaring saat usianya 9 bulan. Dan di usia 9 bulan juga dia mulai bisa berdiri dan mulai berjalan berpegangan. Untuk merangkak Dita lebih senang merayap seperti cicak, tapi cepat sekali. Alhamdulillah Dita melewati setiap tahapan perkembangannya dan saya bisa menyaksikan tahapan itu karena saya MRT (Mama Rumah Tangga) yang 24 jam bersamanya. 

Waktu Dita Usia 11 bulan saya belikan keranjang mainan yang bisa didorong. Karena terlalu ringan jadi saya isi batu. Dita hampir setiap hari wara-wiri dorong kereta itu sambil melatih otot kakinya meskipun belum berani berjalan tanpa berpegangan. Saya juga setiap malam mengurut kakinya dengan minyak telon dan membaca sholawat, namanya juga usaha ya kan. 

Anak pertama saya bisa jalan saat usia 14 bulan, tapi ketika usia 16 bulan dia terkena Demam Berdarah dan dirawat selama seminggu. Setelah keluar dari rumah sakit masih lesu sehingga belum lancar jalannya. Itulah mengapa sebisa mungkin kita jaga agar anak tidak sakit, supaya tumbuh kembangnya optimal.

Sedangkan anak kedua saya bisa jalan saat usia 14 bulan 15 hari. Sekarang usianya sudah 18 bulan, jalannya sudah lancar dan bisa berlari. Bahagia sekali rasanya melihat dia tumbuh sehat dan ceria. Meskipun sesekali dia terkena batuk pilek. 

Apa saja yang menyebabkan anak terkena batuk dan pilek? 
  • Tertular dari orang terdekat 
Saat saya flu atau kakaknya yang pilek pasti Dita tertular, walaupun saya usahakan menutup mulut saat bersin atau batuk. 
  • Berada di pusat keramaian
Sesekali jika ada keperluan saya mengajak Dita, misalnya ke kantor Kelurahan, ke pasar atau ke bank. Biasanya dia akan pilek keesokan harinya. Mungkin saat di keramaian ada yang kurang sehat dan virus terbawa di udara dan tanpa sengaja terhirup oleh Dita. 
  • Berenang terlalu lama
Beberapa waktu lalu saya mengajak Dita berenang. Keesokan harinya dia pilek mungkin karena terlalu lama di air sehingga dia masuk angin. Tapi menurut saya ini masih wajar, bukan karena imunnya tidak kuat. Alhamdulillah Dita minum ASI eksklusif dan imunisasinya juga masih lanjut. 

Bagaimana cara mengatasi jika anak batuk pilek? Saya biasanya mengoleskan parutan bawang merah dicampur minyak telon ke badannya. Tapi jika setelah 3 hari belum sembuh juga saya bawa ke Puskesmas. Ada dokter anaknya juga kok jadi gak perlu khawatir.

Bagaimana pengalaman ibu-ibu merawat dan membesarkan anak-anak. Cerita yuk di kolom komentar. 

Minggu, 28 Juli 2019

Tips Mencuci Pakaian Seragam Sekolah Anak



Tahun ajaran baru sudah dimulai, kakak sudah kelas 6 SD sekarang. Saya sudah harus lebih sering mengingatkan kakak supaya rajin belajar. Cara belajar yang santai, contohnya sering-sering baca buku. Saya juga sering mengingatkan kakak supaya jangan kebanyakan bermain telepon pintar, boleh sih pegang tetapi sekedar main game atau dengerin lagu tapi gak boleh lebih dari satu jam. Sambil saya kasih contoh, temannya yang lulus SD tahun ini kebanyakan bikin konten tik-tok nilai ujian nasionalnya gak sampai angka 20. Miris sekali, bukannya saya menyalahkan telepon pintar tapi kadang anak-anak suka lupa waktu. Di sinilah pentingnya peran seorang ibu, kadang sering ngomel itu suatu yang lumrah, dan dilabeli cerewet oleh anak bukanlah masalah 😃.

Baiklah, saya rela dicap cerewet tapi saat santai saya utarakan pada kakak, ibu cerewet karena ibu sayang kakak, ibu ingin kakak nilainya bagus dan jadi kebanggaan orangtua. Alhamdulillah kakak mengerti, dan kami tertawa bersama lagi, bahkan kakak pernah berkata ibu harus selalu cerewet 😃. 

Ngomongin sekolah pastinya tak lepas dari seragam. Berikut seragam yang biasa digunakan kakak:
*Senin - Selasa: Seragam Putih Merah 
*Rabu: Seragam Pramuka
*Kamis: Seragam Batik
*Jumat: baju olah raga dan Seragam Putih Merah 

Sejak kelas 5 kakak sudah menggunakan kerudung jadi baju dan roknya panjang. Kebayang kan mencuci dan menyetrikanya. Walaupun saya mencuci menggunakan mesin cuci tapi saya merasa kurang bersih. Saya tetap sikatin baju satu persatu. Jujur dengan mesin cuci pekerjaan jadi mudah, apalagi saat hujan, cucian jadi bisa cepat kering. Akan tetapi kekurangannya pakaian jadi kurang bersih apalagi saya yang punya anak bayi 1+, bekas kecap, jeruk, semangka kadang masih menempel di baju si kecil. Dan baru ketahuan saat dijemur. 

Berikut ini sedikit tips dari saya agar cucian bersih sempurna: 
  • Pisahkan pakaian yang berwarna putih.
  • Rendam pakaian sebelum dicuci.
  • Sikat bagian-bagian yang biasanya kotor, seperti leher, dekat kaki dan bagian depan baju bayi.
  • Gunakan deterjen cair agar busanya cukup saat mencuci dan juga wangi.
  • Bilas hingga busa habis.
  • Gunakan pemutih baju bila diperlukan. 


Jadi ingat waktu kecil biasanya bagian kerah kemeja putih saya berwarna keabuan dan berukir indah. Apalagi kerah kemeja anak cowok lebih parah, karena anak cowok senang bermain sehingga berkeringat, saya tahu betul itu karena adik saya laki-laki. Sekarang selain leher, bagian lengan baju (siku) kaka yang sering kotor dan harus menjadi perhatian khusus. 

Untuk sepatu sekolah, biasanya saya cuci seminggu sekali menggunakan air sisa membilas baju. Ini demi mengirit air ya gaes. Bukannya pelit tapi memanfaatkan air karena musim kemarau dan sudah lama tak hujan. Saya juga gunakan air sisa membilas baju untuk menyiram halaman supaya debu berkurang. 

Saat kakak kelas 5 SD, saya ajarkan kakak untuk mencuci sepatu. Dan kakak juga sudah bisa membantu ibu menjemur, mengangkat dan melipat pakaian yang sudah bersih, Alhamdulillah. Bagaimana pengalaman teman-teman saat mencuci pakaian sekolah anak? 

Kamis, 25 Juli 2019

Astra Financial Hadir Kembali di GIIAS 2019

Booth Astra Financial di GIIAS
(Sumber foto @bloggercrony)

Halo apa kabar semua? Tak terasa ya kita sudah melewati pertengahan tahun 2019. Di bulan Juli ini ada event tahunan yang selalu ditunggu-tunggu yaitu GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS 2019). Event yang selalu ramai dan sangat diminati ini pastinya ada banyak kegiatan seru! Nanti saya bahas di bawah ya, pastikan baca sampai selesai. Hayuklah ajak keluarga, gebetan untuk yang masih single, atau  teman (jangan TTM ya) untuk datang ke GIIAS 2019, syukur-syukur bisa bawa pulang berbagai hadiah menarik. Saya paling suka nih hadiah, jangan sampai terlewat ya GIIAS 2019, catat tanggalnya mulai 18 - 28 Juli 2019.

Kamis, 18 Juli 2019

Koalakos Aplikasi Bagi Pemilik Rumah Kos



Siapa yang pernah ngekos? Pertama tinggal di Jakarta saya ngekos dekat tempat kerja. Awalnya cari kos kosong itu tidak mudah, waktu itu saya tanya ke teman-teman. Setelah dapat pun, saat tiba waktu pembayaran kadang saya lupa membayar hahaha. Beneran lupa bukan pura-pura lupa ya😊. Ya namanya juga sibuk kerja, berangkat pagi pulang sore, kadang berangkat sore pulang pagi, sampai tempat kos kadang sudah lelah. Sedangkan ibu kos yang waktu itu single parent juga jarang di rumah. Kebayang kan, mungkin saat dia sudah butuh uang untuk bayar ini itu, saya malah lupa bayar uang kos. Maafkan ya ibu kos yang baik hati.

Selasa, 16 Juli 2019

Begini Rasanya Tinggal di Perkampungan Padat Penduduk

Sumber foto www.pixabay.com

Halo apa kabar? Kali ini saya mau curhat receh pake banget. Sudah beberapa kali saya mengunjungi apartemen, menurut saya enak juga tinggal di apartemen, hunian tampak rapi dan minimalis gitu ya. Tapi sejauh ini saya masih nyaman tinggal di perkampungan yang padat penduduk. Jika suatu saat nanti ada rezeki dan saya bisa tinggal di apartemen, baik milik sendiri atau sewa itu takdir namanya. Nah saya mau cerita suka duka tinggal di perkampungan dan apa kelebihannya, yuk lanjutkan.

Sabtu, 13 Juli 2019

Cara Mengatasi Anak Susah Makan


Apa yang menjadi kendala banyak ibu-ibu dengan balita seperti saya? Ya jawabnya anak susah makan. Dalam artian anak tidak lahap makan. Sebenarnya ini bukan kali pertama, sejak MPASI Dita sudah menunjukkan kalau makannya gak lahap. Tetapi saya selalu memberi afirmasi positif, setiap malam saya sounding supaya besok makannya lahap dan banyak.

Berhasil? Tidak gaes, Dita makan setengah mangkuk kecil jika habis sudah bersyukur banget. Tapi saya tetap coba tenang supaya tidak stres dan emosi menjadi buruk. Saya juga sudah coba berikan penambah nafsu makan seperti madu anak, minyak ikan setelah Dita berusia di atas satu tahun. Masih begitu saja selera makannya tetap gak banyak. Beberapa waktu lalu saya terpengaruh tetangga yang memberi anaknya jamu cekokan. Padahal menurut psikolog itu termasuk KDRT karena ada unsur pemaksaan terhadap anak.

Cara lainnya yang saya lakukan adalah selalu mengganti menu makanan Dita. Contohnya hari Senin saya masak sup ayam dan tempe goreng, hari Selasa sayur bayam dan ikan goreng. Hari selanjutnya brokoli dan tahu, meskipun makannya tetap tidak banyak saya terus berusaha karena saya ingin kebutuhan gizinya terpenuhi. Kunci keberhasilan jangan stres dan membandingkan anak kita dengan anak orang yang bertubuh gemuk. Yang terpenting tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya, juga berat badan anak masih normal.

Pernah juga saya membeli bubur bayi sehat yang dijual setiap pagi di dekat rumah. Tapi ini tidak berlangsung lama karena Dita bosenan. Adanya bubur bayi sehat ini sangat membantu, terkadang pagi-pagi saya masih repot dan belum ada makanan untuk Dita, jadi bisa beli dan langsung disuapin ke anak. Memang sih lebih enak buatan sendiri, selain kandungan gizinya lebih lengkap kita juga tahu cara memasaknya dan kebersihannya. Tapi sesekali membeli tidak masalah, ya kan?


Menu MPASI
Pada usia 0-6 bulan anak cukup diberi ASI saja, alhamdulillah waktu itu ASI saya cukup sehingga tidak perlu tambahan susu formula. Meskipun berat badannya tidak naik terlalu banyak tapi yang penting sehat juga kebutuhan gizinya terpenuhi. Usia 6 bulan mulai saya berikan bubur halus yaitu bubur yang terbuat dari : 1 genggam beras merah, 1 buah wortel, daging ayam atau ikan secukupnya. Dimasak hingga matang lalu disaring. Sayuran dan protein hewani/ protein nabati bisa diganti-ganti, supaya anak mengenal banyak rasa. Sejak usia Dita lebih dari setahun mulai makan menu keluarga, asalkan tidak pedas.

Apakah Dita yang berusia 1 tahun 5 bulan sekarang makan dengan lahap? Mungkin karena sedang tumbuh gigi geraham sehingga selera makannya belum stabil. Tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Setiap hari saya usahakan ada saja yang dimakan oleh Dita. Bisa telur rebus, roti atau buah-buahan yang dia sukai seperti pisang, anggur, semangka dan jeruk. Bagaimana dengan anak-anak bunda? Apakah makannya lahap? Sharing yuk di kolom coment.


Senin, 08 Juli 2019

Liburan Keluarga ke Orchid Forest

Bunga Anggrek bisa dibeli

Sudah lama saya gak ikut jalan-jalan sejak punya bayi, alhamdulillah beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 3 Juli 2019 saya ikut ke Orchid Forest Cikole tepatnya di Lembang, Bandung Barat. Ada apa saja di sana? Berikut saya tuliskan di sini.

Rombongan kami berangkat dari Jakarta jam 06.30 pagi. Karena di Bekasi sedang ada proyek pembangunan tol layang Cikampek sehingga lumayan macet. Kami baru tiba di rest area tol Jakarta-Cikampek jam 09:30. Setelah istirahat kurang lebih 30 menit perjalanan dilanjutkan kembali. Rupanya ada kerusakan di bus yang saya tumpangi sehingga kami baru tiba di Orchid Forest jam 1 siang.

Kamis, 20 Juni 2019

5 Tips dan Peluang Bisnis Rumah Kontrakan di Bandung


Kota favorit saya salah satunya adalah Kota Bandung. Kota yang pemandanganya indah ini bisa jadi peluang bisnis. Contohnya dengan menyediakan rumah kontrakan di Bandung, bisa jadi bentuk investasi menarik sebagai sumber passive income.
Terdengar mudah ya?
Sebenarnya ini bisa dibilang gampang-gampang susah sih. Apalagi bagi kita yang baru akan memulai bisnis ini dan mencoba mencari properti untuk investasi.

Kamis, 30 Mei 2019

Dokter Spesialis Mata yang Ramah dan Keren


Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa 50 % penyebab Kebutaan warga Indonesia disebabkan oleh Katarak. Seperti diketahui, katarak disebabkan oleh adanya kekeruhan lensa pada mata.
Katarak biasanya dialami oleh kalangan usia tua, karena usia merupakan faktor utama dari penyebab katarak. Namun, kita tahu bahwa kalau usia semakin tua akan mengalami ketakutan yang lebih dibanding usia muda. Apalagi mendengar kata “operasi”, biasanya orang berusia tua lebih takut.
Tapi kita tidak perlu khawatir di zaman modern dan serba canggih ini. Operasi Katarak modern ini merupakan operasi kecil yang hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit saja. Metode yang digunakan dalam operasi katarak saat ini bernama “Fakoemulsifikasi”, seperti di KMN EyeCare.
Tak hanya kecanggihan teknologi dan metode yang digunakan, nama dokter-dokter di KMN Eyecare juga sudah terkenal hebatnya. Apalagi mendengar nama “Dr. Ricky E Rooroh, SpM”!
Hampir semua pasien mengatakan bahwa mereka pergi konsultasi ke Dr. Ricky dengan rasa takut sama yang namanya “operasi”. Tapi begitu Dr. Ricky memberikan konsultasi, pasien merasakan keramahan dan kesabaran Dr. Ricky dalam menjelaskan serta mendengarkan keluhan. Dr. Ricky juga berbicara dengan gamblang mengenai kondisi mata pasien yang sebenar-benarnya.
Makanya, sepulang konsultasi dengan Dr. Ricky, para pasien biasanya jadi tidak takut lagi untuk menjalani operasi. Terlebih lagi, sekeluarnya dari ruang praktek Dr. Ricky, pasien sering mendapat penjelasan dari petugas-petugas klinik mengenai kehebatan Dr. Ricky.
“Jangan takut, Bu/Pak. Dr. Ricky merupakan dokter yang mempunyai jam terbang yang tinggi. Pengalamannya di KMN EyeCare sudah sejak 2004 yaitu sejak KMN EyeCare berdiri sampai dengan sekarang,” terang para petugas klinik.
Setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap, biasanya para pasien jadi tidak ragu lagi dalam memutuskan untuk menjalani operasi. Ini disebabkan pasien merasa tenang dan percaya bahwa mata pasien akan dijaga dengan baik oleh Dr. Ricky dan tim medis di KMN EyeCare.
Banyak pasien mengatakan bahwa saat di kamar operasi, Dr. Ricky sangat santai dan tenang.
Pembawaan Dr. Ricky yang seperti ini membuat pasien ikut merasa tenang. Operasi pun berlangsung sangat cepat karena kepiawaian Dr. Ricky.
Hari pertama setelah operasi katarak pun, mata sudah dapat jelas melihat. Begitulah Dr. Ricky, dokter spesialis mata yang ramah dan keren di KMN EyeCare.

Cek jadwal praktek Dr. Ricky di sini

Untuk Cek testimoni Klik Disini



Rabu, 29 Mei 2019

Jangan Lupa Membawa Kartu JKN-KIS Saat Mudik Lebaran


Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan yang sangat menyenangkan, dan sebelum mudik semua dipersiapkan. Dari mulai pakaian, oleh-oleh dan yang paling penting kesehatan. Jika kita mudik dengan kondisi sehat pastinya perjalanan akan lebih nyaman. Nah bagaimana jika di perjalanan mudik, atau setibanya di kampung halaman kita tiba-tiba sakit? Bukannya mendoakan ataupun berharap ya, tapi kita jangan lupa membawa kartu BPJS atau JKN-KIS. Sehingga jika dibutuhkan kita bisa segera berobat. Ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan prioritas bagi peserta JKN-KIS hingga ke luar kota ataupun saat mudik. Hal ini disampaikan saat konferensi pers "Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan".
Para narasumber yang hadir di antaranya:
  • Ketua YLKI - Tulus Abadi
  • Asisten Deputi Direksi Bidang Pengelolaan Faskes Rujukan - Beno Herman
  • Kepala Humas BPJS Kesehatan - M. Iqbal Anas Ma'ruf

Minggu, 26 Mei 2019

Berzakat Melalui Dompet Dhuafa


Bulan Ramadhan ini, mengingatkan aku pada masa kecil, dimana aku mulai mengenal zakat. Waktu aku kecil yang kutahu cuma zakat fitrah. Ayah selalu mengajakku mengantar zakat fitrah ke masjid dan aku mengaamiinkan doa yang dibaca amil zakat. Walaupun pada masa itu kami bukanlah keluarga yang berlebihan tapi ayah tetap mengajarkan agar kami jangan takut berzakat. Pernah juga zakat dari keluarga kami diberikan kepada orang yang kurang mampu. Nah sekarang setelah aku bekerja, aku juga tahu ada zakat penghasilan, zakat maal yang wajib kita bayarkan.

Jumat, 10 Mei 2019

Cara Mudah Mengatasi Kulit Kering Dan Kusam




Mungkin pernah dengar kalimat “usia tak bisa bohong” emang iya sih, belakangan ini aku merasa kulit semakin kusam dan kering. Selain faktor “U” alias umur, faktor “M” juga berpengaruh sepertinya. M alias malas, iya kan, dulu waktu masih single rajin luluran, pakai lotion setiap selesai mandi. Sekarang beli lotion cuma digeletakin aja, dipake pas lagi ingat saja.

Selasa, 30 April 2019

Mengetahui 8 Bidang Kecerdasan Anak Dengan AJT CogTest

Sore itu sambil momong Dita saya ngobrol bersama ibu-ibu tetangga dekat rumah. Biasalah dari remeh-temeh sampai ke cara mereka mengajari anak-anak belajar. Sebut saja Ibu Shinta, dia dengan semangat menceritakan anaknya yang selalu peringkat pertama di kelas sejak kelas 1 hingga sekarang kelas 2 SD. Cara Bu Shinta mengajari anaknya dengan sambil bersuara tegas, karena jika dengan suara lembut anaknya akan bercanda, begitu katanya. Dan saat musim ujian Bu Shinta menyiasati dengan cara memberikan berbagai contoh soal yang ia dapat dari kakak kelas atau saudara dengan tingkat kelas lebih tinggi, dengan cara difotocopy.


Berbeda lagi dengan Bu Ike, dia mengeluhkan anak keduanya yang super duper susah menerima pelajaran, mau diajarin dengan cara halus sampai dengan cara membentak tetap ga masuk. “Aduh anak ini pasti masuk SMP swasta nantinya bener-bener deh susah banget diajarin, disuruh les ga mau”, begitu keluhan Bu Ike. Menurut saya sekolah swasta juga bagus, hanya saja bagi yang terkendala biaya lebih baik memilih sekolah negeri.

Bagaimana dengan saya sendiri yang dari tadi mendengarkan obrolan mereka? Hahaha saya sendiri sebenarnya kesulitan menemukan cara agar kakak bisa belajar dengan asyik sesuai keinginannya. Sejauh ini saya memang tak pernah menuntut kakak untuk selalu jadi juara kelas. Saya hanya selalu mengingatkan agar dia rajin membaca, karena membaca adalah jendela dunia. Alhamdulillah nilainya masih bagus, setiap pembagian rapor selalu masuk 10 besar. Saat ada PR matematika khususnya, yang saya bisa dikatakan ga bisa (aslinya sudah malas mikir) hahaha, untunglah ada bapaknya, sehingga terkadang jika kesulitan kakak menunggu bapaknya pulang kerja baru mengerjakan PR.

Dari kelas 1 SD hingga sekarang kelas 5 kakak belum pernah saya daftarkan ke bimbel, karena kami (saya dan bapaknya) merasa belum perlu. Selain itu karena lokasi bimbel yang lumayan jauh, juga mengingat waktunya sudah habis untuk kegiatan di sekolah, bermain dan beristirahat. Saya mempunyai pendapat, kasihan kan si kakak waktunya hanya untuk belajar di sekolah, lalu belajar lagi di bimbel biarlah dia menikmati masa kecilnya dengan puas dan masih ada waktu untuk bermain. Kemungkinan saat kelas 6 SD saya berencana akan mengikutkan kakak ke bimbel.

Bagaimana cara belajar yang tepat?
Nah! sekarang bagaimana supaya anak cerdas dengan cara belajar yang disukainya sehingga kita tak perlu meninggikan nada suara saat mengajarinya, lebih bagus lagi jika anak punya kesadaran tinggi untuk belajar, ini mah maunya semua ibu.

Untuk membantu mengetahui profil cara belajar anak yang tepat, sekarang kita para orang tua dan guru bisa mengajak anak mengikuti AJT CogTest. Melalui AJT CogTest ini kita bisa mengetahui kemampuan unik belajar anak. Sehingga kita bisa mengarahkan potensi yang dimiliki lebih maksimal seiring perkembangan dan pertumbuhan anak.

AJT CogTest
AJT CogTest merupakan gagasan dari PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI). AJT CogTest merupakan tes kognitif yang akurat dan komprehensif dalam membantu mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan belajar anak. AJT CogTest berbeda dengan alat tes IQ lainnya, karena AJT CogTest memberikan hasil yang komprehensif dari 8 bidang kecerdasan anak.


AJT CogTest satu-satunya tes kognitif atau tes kecerdasan yang dikembangkan dengan norma Indonesia. Kabar gembiranya lagi buibu, tes ini dirancang khusus oleh ahli psikologi dan ahli psikometri untuk anak usia 5 sampai 18 tahun, jadi kita sudah bisa mengetahui kemampuan anak sebelum dia masuk sekolah TK, SD, SMP hingga ke jenjang SMA dengan AJT CogTest dari MCI ini.

Sudah Teruji
Buibu macam saya ga perlu khawatir karena #TesKognitifAJT ini sudah melalui proses penelitian selama 4 tahun berdasarkan teori kecerdasan termutakhir. Penelitian dilakukan kepada hampir 5000 siswa, di 6 Provinsi di Pulau Jawa. Bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kevin McGrew sebagai konsultan proyek dan ahli dari teori CHC (Cattell-Horn-Carrol) juga Co-Author dari Woodcock-Johnsons. AJT CogTest juga telah diujicoba di 10 sekolah terkemuka di Jabotabek.

#YukKenaliAnakKita melalui 2 Jenis Paket Tes AJT
*AJT CogTest Full Scale biaya Rp 760.000
Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan anak.

*AJT CogTest Comprehensive biaya Rp 1.200.000
Diperuntukkan ketika seorang anak membutuhkan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes.

Dengan biaya yang relatif terjangkau kita sudah bisa mengetahui 8 kemampuan kognitif anak. AJT CogTest dilakukan oleh psikolog yang sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI. Setelah mengikuti AJT CogTest kita tunggu saja di rumah, karena hasilnya akan dikirim berupa softcopy melalui surat elektronik yang biasa kita sebut email, dalam waktu tujuh sampai dengan empat belas hari kerja setelah tes dilakukan.

Bagaimana dengan anak-anak buibu di rumah? Jika buibu tertarik untuk mengetahui kecerdasan anak dengan #AJTCogTest ini, ibu-ibu langsung saja menghubungi no Whatsapp 087883258354. Atau bisa juga follow instagramnya di @melintascakrawalaid atau jika mau informasi lebih lengkap main-main dulu ke websitenya www.melintascakrawala.id  

Saya juga tertarik melakukan AJT Cogtest untuk adik saat usianya 5 tahun nanti. Dengan harapan supaya saya bisa mengetahui apa kecerdasan yang dia miliki, sehingga lebih mudah untuk mengarahkannya.

Minggu, 14 April 2019

Cara Membuat Akta Kelahiran Untuk Orang Dewasa

Halo, apa kabar semuanya? Kali ini saya mau berbagi kegembiraan karena akhirnya setelah 38 tahun saya punya Akta Kelahiran. Kok bisa? Bukannya bayi baru lahir maksimal 1 bulan aktanya harus sudah diurus, kalau lewat waktunya bisa ribet urusannya. Harus ke Sudin (Suku Dinas) setempat dan pake acara disidang.

Jumat, 12 April 2019

Yuk Jadi Bunda Tanggap Alergi Dengan 3K


Halo semua, khususnya para bunda, apakah anak di rumah mengalami alergi? Kedua putri saya juga mengalami alergi. Kaka alergi dingin sehingga hampir setiap pagi dan sore hidungnya berair. Sedangkan adik alergi tungau dan debu sehingga kulitnya sering kemerahan. Tanggal 10 April lalu dalam rangka memperingati Allergy week, saya bersama teman-teman media dan netizen hadir di acara Sarihusada Dukung World Allergy Week 2019 melalui Kampanye #BundaTanggapAlergi dengan Gerakan 3K. Acara berlangsung di Rumah Maroko Menteng. Acara ini setiap tahunnya diselenggarakan atas kerjasama Sarihusada bersama World Allergy Organization.

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya ...