Jumat, 22 September 2017

Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan SADARI Dan SADANIS


Kanker payudara adalah penyakit yang menakutkan, belum lama dua artis Indonesia meninggal karena penyakit ini. Berdasarkan informasi dari Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100.000 penduduk. Angka kejadian tertinggi di D.I. Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk.

Ada banyak faktor yang dapat memicu kanker payudara antara lain:
  • Perokok aktif dan pasif.
  • Pola makan yang buruk.
  • Usia haid pertama di bawah 12 tahun.
  • Perempuan tidak menikah / perempuan menikah tapi tidak memiliki anak.
  • Melahirkan pertama p├áda usia 30 tahun (tidak menyusui).
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari 10 tahun.
  • Usia menopause.
  • Pernah operasi tumor jinak payudara.
  • Riwayat radiasi dan riwayat kanker dalam keluarga.

Para narasumber

Oleh karena itu pada tanggal 19 September 2017 lalu Kementerian Kesehatan mengadakan temu media untuk mengkampanyekan dan menghimbau agar setiap perempuan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) secara berkala dengan tujuan menemukan benjolan dan tanda-tanda abnormal pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. SADARI sebaiknya dilakukan pada hari ke 7-10 dari haid pertama setiap bulannya, atau pada tanggal yang sama setiap bulan bagi perempuan yang sudah menopause.

Acara temu media yang berlangsung di Kantor P2PTM jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat dihadiri oleh:
  • dr. Lily S. Sulistyowati, MM selaku Direktur P2PTM.
  • dr. Bob Andinata SpB (K) onk. dari Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia.
  • Shanti Persada selaku Founder Lovepink.
  • Samantha Barbara selaku Ketua Lovepink.

Cara melakukan SADARI
Sumber foto: presentasi dr. Bob

dr. Bob dalam presentasinya menjelaskan tentang tanda-tanda kanker payudara biasanya diawali dengan keluhan:
  • Benjolan atau penebalan di payudara tanpa disertai nyeri.
  • Perubahan bentuk dan kontur payudara.
  • Perubahan warna dan bentuk puting susu.
  • Warna kemerahan dan pembengkakan kulit seperti kulit jeruk.
  • Keluar nanah atau cairan dari puting susu.

dr. Bob juga menyarankan agar kita para perempuan lebih peduli dan melakukan SADARI dan SADANIS juga mamografi bagi wanita diatas usia 40 tahun untuk mendeteksi dini kanker payudara. SADANIS sebaiknya dilakukan tiap 2-3 tahun sekali bagi wanita usia di bawah 40 tahun. Dan 1-2 tahun sekali untuk wanita usia di atas 40 tahun.

Kampanye pentingnya SADARI dan SADANIS juga dilakukan oleh penyintas (survivors) kanker payudara yang tergabung dalam Komunitas Lovepink.  Dalam rangka memperingati hari kanker payudara sedunia di bulan Oktober, Lovepink akan menyelenggarakan 'Indonesia Goes Pink' di Nusa Dua, Bali pada tanggal 7-8 Oktober 2017. Acara ini akan dihadiri 1000 penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia dan diisi dengan kegiatan Pink Run (5K, 10K, 21K), Fun Walk (3K), workshop dan expo 'Thousand Voice on Survivors Dinner', talkshow dan pemeriksaan USG.

Lovepink sudah ada sejak tahun 2014 dan mempunyai misi: 
  • Mensosialisasikan dan meningkatkan kesadaran wanita tentang kanker payudara.
  • Mendukung secara moral sebagai tempat untuk berkonsultasi agar para penyintas lebih berani dalam menghadapi kanker yang dideritanya.

Indonesia Goes Pink 

Shanti Persada menjelaskan, "Melihat berbagai potret dan fakta mengenai survei kanker payudara yang kami lakukan, diperlukan langkah aktif dari masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi berbagai isu mengenai kanker payudara. Diantaranya dengan memberikan penyuluhan mengenai kanker payudara disertai cek medis gratis, dan memberikan sosialisasi cara mendeteksi awal kanker payudara dengan SADARI dan SADANIS. Selain itu Lovepink juga mengajak masyarakat supaya pintar memilah mana informasi yang benar dan segera berkonsultasi ke dokter jika menemukan gejala kanker".

Sedangkan Samantha Barbara menambahkan, "Kami melihat bahwa sumber informasi yang paling dipercaya adalah pengalaman penyintas, maka untuk menjawab hal tersebut kami menyelenggarakan Indonesia Goes Pink (IGP) sebagai wadah bagi para warriors, survivors dan para suporter untuk dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kanker payudara dan saling menyemangati serta bekerjasama untuk melawan kanker payudara". Untuk informasi acara IGP dan cara pendaftarannya dapat diakses melalui www.indonesiagoespink.com yang telah dibuka sejak 18 Mei sampai 24 September 2017.

Harapan kita semua semoga dengan semakin meningkatnya kesadaran para wanita untuk melakukan SADARI dan SADANIS maka angka penyakit kanker bisa terus berkurang. Penyakit kanker tidak bisa ditolak tetapi dapat kita hindari dengan menjalankan pola hidup 'CERDIK' yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI:
  • C Cek kesehatan berkala.
  • E Enyahkan asap rokok.
  • R Rajin aktivitas fisik.
  • D Diet seimbang.
  • I   Istirahat cukup.
  • K Kelola stres.

Jangan lupa segera konsultasikan dengan dokter spesialis kanker atau onkolog bila ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara saat melakukan SADARI atau SADANIS. Perilaku menunda akan menjadikan sel kanker berkembang lebih ganas lagi dan mengurangi peluang untuk sembuh. Selain itu jangan lupa berdoa ya teman-teman agar kita semua selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah. Salam sehat selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan...