Senin, 16 Oktober 2017

Film Keluarga "My Generation"

Film My Generation
Sumber Instagram @myGfilm

Halo apa kabar, saya mau cerita tentang masa remaja saya. Bukan untuk membandingkan dengan sekarang lho. Sebenarnya gak beda jauh dengan sekarang masalah kenakalan remaja, krisis percaya diri, hanya saja bedanya sekarang zaman serba digital jadi apa saja bisa viral dan diketahui publik. Zaman saya remaja juga sudah banyak kok remaja yang terkena narkoba misal ganja, pil ekstasi, tetapi sekarang sudah makin banyak jenis narkobanya.
Untuk kenakalan remaja lainnya seperti merokok, zaman saya SMP tahun 1994-1997 sudah ada sih yang merokok sambil sembunyi-sembunyi. Saya sering lihat di kantin belakang sekolah sebagian anak laki-laki merokok tanpa sepengetahuan guru. Jika dibandingkan dengan sekarang memang lebih parah, anak usia SD sudah banyak yang merokok. Pernah saya seangkot dengan anak yang merokok, spontan dong saya tegur karena asapnya sangat mengganggu.
Trailer Film My Generation
Sumber You Tube

Lanjut ke masa saya SMK tahun 1997-2000, kebetulan waktu itu saya sekolah di Bangka ikut kakak yang menjadi guru di sana. Saat itu saya tinggal di kota Sungailiat dan banyak teman-teman saya yang indekos karena rumah mereka jauh dari kota. Terkadang saya merasa iri melihat teman-teman bebas ke pantai baik setiap hari libur ataupun malam minggu. Sedangkan saya hanya di rumah membaca majalah atau menonton televisi. Tetapi hal buruknya adalah banyak teman saya yang tidak menyelesaikan sekolah tingkat SMU karena hamil di luar nikah atau MBA (married by accident).
Nah ngomongin soal kenakalan remaja apa sih penyebabnya? Setelah menjadi ibu, saya mulai belajar tentang apa yang bisa dilakukan agar anak saya nanti tidak salah langkah. Apa yang harus dilakukan agar anak mau bicara terbuka dengan saya? Apa yang harus dilakukan agar saya bisa menjadi sahabat terbaik untuk anak? Yaelah pertanyaannya banyak banget. Saya melihat keluarga kerabat yang anaknya sukses menjadi sarjana, dan anaknya memang rajin belajar dan berprestasi tanpa disuruh atau diomelin. Langsung ingat saya yang suka ngomel kalau Bilqis malas belajar. Ternyata yang paling utama agar anak menjadi baik dimulai dari keluarga dan kasih sayang kedua orang tuanya.


Mba UPI dan para pemeran film My Generation
Oke baiklah, kabarnya mbak Upi sutradara yang sudah banyak membuat film bagus, dan salah satunya membuat film My Generation yang akan tayang 9 November 2017 di bioskop Indonesia. Film yang menceritakan hubungan antara orang tua dan anak. Film ini bercerita tentang 4 orang remaja dengan karakteristik dan problematika masing-masing Orly, Suki, Konji, dan Zeke. Singkat ceritanya karena ada satu hal mereka tidak bisa mengikuti studi tur untuk berlibur satu geng. Dalam kesempatan tersebut banyak kejadian yang membuka mata mereka. Pergaulan bebas, perilaku menyimpang menjadi kisah pelik yang nyata dalam kehidupan.
Para pemeran film My Generation adalah pemain baru. Karakter Orly diperankan oleh Alexandra Kosasi adalah perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip. Ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang "melebeli" kaum perempuan.
Arya Vasco sebagai Konji memerankan pemuda polos dan naif yang tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya. Ia merasa ditekan oleh aturan orang tuanya yang kolot dan 'overprotective'. Hingga ada satu peristiwa yang membuat shock, hal ini membuat kepercayaannya pada orang tuanya hilang. Dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.
Bryan Langelo sebagai Zeke memerankan seorang pemuda yang 'rebellious' tapi juga 'easy going' dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya sebagai anak sejak kecelakaan yang menimpa adiknya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke berani mengkonfrontasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus.
Sedangkan karakter Suki yang diperankan oleh Luttesha adalah seorang perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berfikir negatif padanya.



Sutradara Upi melalui film My Generation mengajak kita para orang tua hendaknya dapat membuka mata dan membuat metode untuk merangkul anak-anaknya. Melihat trailer film My Generation saya mengakui kejadian memang ada di sekitar kita dan terkadang ditutupi. Pada dasarnya anak berkesempatan untuk mengembangkan kreasi mereka tanpa terpojok oleh aturan otoriter. Sama seperti saya dulu seharusnya boleh menikmati masa remaja ke pantai dengan tetap diberi tanggung jawab. Kita bukan hidup di zaman batu, media sosial yang sangat mudah diakses anak-anak bisa kita pantau.


Blogger yang hadir di acara Presscon

Jadi gak sabar untuk nonton film My Generation. Semoga melalui film karya mba Upi ini saya sebagai orang tua mempunyai pemikiran yang lebih terbuka dalam mendidik anak anak. Tapi tetap tidak melanggar norma agama pastinya. Saya harus bisa menjalin kedekatan dengan anak-anak saya, agar nantinya mereka menjadi orang yang sukses dan bahagia di masa depannya. Hayuklah kita nobar, ajak ibu-ibu arisan juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya ...