Laman

Kamis, 02 Juni 2016

JANGAN BUNUH DIRIMU DENGAN CANDU ROKOK

Talkshow bersama Aris Merdeka Sirait "Bebaskan Rumah Dari Asap Rokok"

Hadir di acara Hari Tanpa Tembakau sedunia (HTTS) yang dilaksanakan di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki benar-benar menambah wawasan saya. Mengapa peringatan HTTS diadakan di TIM?  Selama 48 tahun TIM sudah menjadi ruang bagi para seniman-seniwati Indonesia untuk menyajikan karya seni dan budaya juga tradisi bangsa Indonesia. Namun di sisi lain, tempat ini sering menjadi tempat pagelaran seni yang didukung oleh industri rokok.  HTTS diperingati setiap tanggal 31 Mei, kali ini bertema nasional “Suarakan Kebenaran”. Semoga ke depan, semakin banyak karya besar seni budaya yang dipagelarkan untuk menyuarakan kebenaran, mengajak lapisan masarakat untuk hidup sehat.

“Merokok mengakibatkan penurunan kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas anak-anak, generasi yang baru dilahirkan. Penurunan kualitas generasi penerus bangsa berakibat terjadinya pembodohan dan pemiskinan yang berkelanjutan dari generasi ke generasi sepanjang sejarah”.

Seperti kita ketahui ada banyak sekali bahaya mengkonsumsi tembakau dan merokok terhadap kesehatan, ini merupakan kebenaran dan kenyataan yang harus diungkapkan secara sungguh-sungguh kepada seluruh  lapisan masyarakat. Agar masyarakat benar-benar paham, menyadari, mau dan mampu berhenti dari kebiasaan merokok dan menghindarkan diri dari bahaya akibat asap rokok. Selama ini kita termasuk saya (tapi saya bukan perokok) terbuai dengan propaganda dan iklan rokok yang aduhai. Padahal itu kebohongan yang terus diulang-ulang, sehingga diyakini dan terinternalisasi dalam diri. Contohnya  “gak ada lo gak asik” yang iklannya terpampang lebar di billboard tepi jalan.

Perlu kita ketahui bersama “Indonesia telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan dalam konsumsi produk tembakau terutama rokok”. Pernyataan Menteri Kesehatan RI, yang disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM pada acara talkshow sebagai rangkaian puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun 2016.

                                         Sam Bimbo  "Ayo Kita Berhenti Merokok Agar Sehat"

Fakta Jumlah Perokok Di Indonesia Memprihatinkan

Peningkatan prevalensi perokok dari 27% pada tahun 1995 meningkat menjadi 33% pada tahun 2013. Artinya dari setiap 3 orang Indonesia 1 diantaranya adalah perokok.
Perokok Perempuan turut meningkat dari 4,2 % pada tahun 1995 menjadi 6,7 % pada tahun 2013. Artinya jika pada 20 tahun lalu dari setiap 100 orang perempuan Indonesia 4 orang diantaranya perokok. Maka sekarang dari 100 perempuan Indonesia 7 diantarnya adalah perokok.
Lebih memprihatinkan lagi data Kemenkes menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat 3 kali lipat dari 7,1% di tahun 1995 menjadi 20,5 % pada tahun 2014. Lebih mengejutkan usia perokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10-14 tahun meningkat lebih dari 100% dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, yaitu dari 8,9% di tahun 1995 menjadi 18% di tahun 2013.



FAKTA

Merokok berakibat buruk pada kesehatan, merokok merupakan faktor yang berakibat sangat besar terhadap munculnya berbagai penyakit. Seorang perokok mempunyai risiko 2 sampai 4 kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan penyakit tidak menular (PTM) lainnya.

Mari kita serukan kepada segenap hadirin dan seluruh masyarakat, seniman-seniwati serta para pelajar dan mahasiswa supaya bersama-sama menghentikan kebiasaan merokok demi masa depan bangsa Indonesia.


Note: sumber foto Ria Buchari 

2 komentar:

Bowo Susilo mengatakan...

Semoga masyarakat semakin sadar akan bahaya rokok terhadap kesehatan.

E. Novia mengatakan...

kalau pelakunya belum sadar, kayanya masih susah ya meski sudah dikasih tau mengenai bahaya rokok :(