Laman

Tuesday, November 14, 2017

Sajikan Masakan Lezat Dan Bergizi Untuk Keluarga Dengan Masako

Foto bersama narasumber 

Selamat sore menjelang malam ibu-ibu, kalau hari Sabtu-Minggu masak ga? Beragam sih jawabannya, ada yang jawab ga masak karena Sabtu-Minggu waktunya makan di luar. Atau ada juga yang malah masak besar karena setiap hari kerja, jadi pas Sabtu-Minggu waktunya masak. Saya sendiri setiap hari masak dimulai jam empat pagi, karena suami saya setiap hari bawa bekal ke tempat kerja. Alasannya kantin jauh dan dia malas makan di kantin karena lebih cocok dengan masakan saya. Biarkanlah sekalian berhemat, selagi saya kuat dan bisa mengapa harus menolak untuk memasak, dapat pahala juga kan masak untuk suami.

Produk Ajinomoto

Nah ngomongin soal masak, pastinya ngomongin bumbu mulai dari bawang, cabe, dan tak lupa penyedap. Saya bukan termasuk tipe yang anti penyedap makanan. Bagi saya yang penting gunakan sesuai takaran jangan berlebihan. Kadang juga ketidakcerdasan anak-anak dihubung-hubungkan dengan penyedap atau istilahnya “micin”. Sering dengarkan kalimat generasi micin. Apa sih micin itu? Sebaiknya kita mencaritahu biar ga asal atau salah menilai. Saya sendiri di rumah menggunakan Masako. Sekilas info tentang Masako, yang pada tanggal 8 November 2017 lalu saya kunjungi pabriknya di kawasan Jalan Laksda Yos Sudarso Sunter Jakarta Timur bersama para blogger. Hadir sebagai narasumber:
  • Ibu Yani selaku Brand Manager Masako
  • Ibu Eurli Asria selaku Section Brand Manager Masako
  • Bapak Haris selaku PR Manager Ajinomoto
  • Dr Rita Ramayulis, DCN, M. Kes selaku Ahli Gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia
  • Chef Princess Yunita selaku Chef dari Masako-Ajinomoto

Dapur Umami

Pukul sembilan pagi saya tiba di lokasi acara, semua teman bloggers sudah berkumpul. Keren ya moms jaman now bisa ontime walaupun banyak kesibukan dan kemacetan di Jakarta yang luar biasa. Setelah registrasi kami masuk ruangan Dapur Umami dan langsung disapa oleh MC yang bernama Mas Ridho. Selanjutnya Ibu Yani memberikan sambutannya. Dilanjutkan  oleh penjelasan Ibu Eurly tentang produk Masako. “Masako adalah kaldu bumbu penyedap yang dibuat dengan perpaduan sempurna antara daging segar berkualitas, bumbu dan rempah pilihan. Sehingga secara praktis menyempurnakan kelezatan masakan sehari-hari dengan rasa dan aroma dari daging asli sama seperti kaldu buatan di rumah. Selain itu setiap daging ayam dan sapi segar yang kami gunakan untuk Membuat Masako telah mendapatkan sertifikat HALAL dari Majelis Ulama Indonesia. Kami memilih daging sapi terbaik yang memiliki kadar lemak rendah, bebas penyakit, dan telah lolos uji kualitas mikrobiologi dan kimia. Kita semua bisa menyaksikan  proses pembuatan Masako secara langsung melalui link berikut http://www.masakolivestream.ajinomoto.co.id/ . Masako satu-satunya yang telah menayangkan proses produksi secara langsung”. Demikian penjelasan dari Ibu Eurli.


Ibu Yani (kiri) dan Ibu Eurli (kanan)




Penyeleksian Bahan Baku Masako
Daging Ayam
  1. Ayam yang dipilih adalah ayam jenis pedaging yang usianya 40-45 hari dengan berat 1,8 - 2 kg per ekor.
  2. Daging Ayam setiap harinya dikirim dari supplier daging RPH yang sudah mendapatkan sertifikat HALAL.
Daging Sapi
  1. Sapi yang dipilih adalah sapi lokal dan sapi impor dari Australia yang digemukkan secara lokal. Salah satu jenisnya adalah sapi brahman.
  2. Daging sapi dipilih dari bagian paha depan karena dagingnya banyak dan dipilih daging yang tidak banyak kandungan lemak supaya rasa kaldu tidak berminyak.
Bumbu Rempah
Diseleksi sendiri di pabrik oleh petugas produksi langsung dipisahkan dengan bahan yang kualitas kurang baik.

Pak Haris sumber foto Lubena Ali

Keunggulan Masako
Terbuat dari bahan alami dan lengkap
  • Terbuat dari daging ayam dan sapi segar dipadukan dengan bumbu rempah pilihan menghasilkan masakan dengan rasa dan aroma yang enak.
  • Ekstrak daging lebih banyak.
  • Bisa sebagai pengganti garam.
Praktis karena memiliki rasa aroma dan warna seperti kaldu buatan di rumah.
Ekonomis harga terjangkau Rp 1000 per 2 bungkus dengan isi lebih banyak.
Bisa digunakan untuk berbagai menu masakan, baik menu berkuah, tumisan atau gorengan.
Masako adalah bumbu nomor 1 di Indonesia, ini terbukti dengan banyaknya jumlah orang Indonesia yang menggunakan masako.

Selanjutnya Ibu Eurli membahas tentang KEAMANAN MSG, apa saja kandungan utama MSG atau yang biasa disebut Asam Glutamat atau Asam Amino. Asam Amino diperlukan oleh mahluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting dalam tubuh. Asam Glutamat termasuk Asam Amino Non-Essential juga terkandung di dalam sumber makanan alami yaitu tomat, ikan, daging, susu, brokoli, jamur, ayam dan keju.

Penggunaan MSG seperti saya katakan di awal bahwa asal digunakan secukupnya tentu tidak akan memberikan dampak negatif. Berikut takaran yang dianjurkan baik saat persiapan, saat memasak atau saat dihidangkan.
  • Takaran di kemasan 0,2 - 0,8% dari volume makanan.

Apa sih manfaat MSG dan perlukah kita gunakan pada masakan sehari-hari?
  1. Meningkatkan cita rasa makanan.
  2. Membantu pencernaan di mulut, lambung dan usus halus (adanya reseptor Glutamat di lidah dan lambung).
  3. Mengurangi konsumsi garam 20 - 40%.
  4. Membantu menjaga kesehatan mulut.

Pastinya kita sudah mendengar bahaya MSG sehingga banyak sekali dari kita yang merasa  cemas. Menurut saya itu wajar lah ya. Bisa jadi MSG berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu alangkah baiknya kita memasak sendiri makanan di rumah dan mengontrol jajan putra-putri kita. Berikut isu-isu terkait Keamanan MSG.



Yang tak kalah pentingnya pernyataan BPOM tentang keamanan MSG yang dimuat dalam Health-Liputan6.com terkait konsumsi mi instan.
  • BPOM menjelaskan Monosodium Glutamat (MSG) adalah penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified, artinya bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
  • Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah sahih yang menyatakan bahwa baik MSG ataupun metil paraben dapat merusak usus, lever ataupun sakit maag. BPOM berpesan kepada masyarakat agar tidak resah dan meragukan keamanan mi instan yang beredar di Indonesia. “Konsumsilah Mi Instan dengan bijak,” imbau BPOM.

Dr. Rita Ramayulis

Selanjutnya pemaparan Dr. Rita Ramayulis tentang Strategi Penurunan Berat Badan (BB) Anak Gemuk. Gemuk atau obesitas adalah keadaan kelebihan lemak non esensial. Biasanya kita para orang tua pasti mengatakan “ih lucu pada anak yang gemuk” walaupun sudah ada tanda hitam di leher. Menurut Dr. Rita anak gemuk akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak itu sendiri. Apa saja penyebab anak obesitas:
  1. Penambahan berat badan ibu hamil akan mempengaruhi jumlah lemak janin.
  2. Susu Formula. Bayi usia 0-6 bulan diberi susu formula mempunyai risiko obesitas lebih besar, terkait tidak mengenal rasa kenyang.
  3. Pemberian makanan padat terlalu dini, yang pada umumnya tinggi gula dan lemak akhirnya meningkatkan jumlah sel lemak.
  4. Iklan makanan tinggi energi, lemak dan gula menarik perhatian anak.
  5. Lingkungan dan orangtua, guru, teman belum menjadi role model.
  6. Anak tidak suka sayur.

Anak dengan waktu lama menonton televisi 5 jam setiap hari memiliki risiko obesitas sebesar 5 kali lebih besar daripada anak dengan lama menonton 2 jam setiap hari. Agar anak bisa bergerak berikut tips dari Dr. Rita.

Jadi Model bagi anak kita. Anak tidak dapat menyaring perilaku yang dilihatnya dan selanjutnya mengikutinya. Saat anak lebih besar, mereka tidak bisa menyaring perilaku makan yang dilihatnya jika mereka tidak mendapatkan “Nutrition Parenting”. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi model.
  • Mulailah dari perilaku yang mudah dilihat dan dipahami anak, mulai dari sentuhan kecil.
  • Perlihatkan pada anak bahwa perilaku itu mudah untuk dilakukan, jangan terkesan sibuk dengan perubahan tersebut.
  • Buatlah perubahan perilaku menjadi suatu yang menyenangkan, jangan keluar kalimat keluhan.
  • Setiap perubahan perilaku harus dilakukan secara konsisten.

Meet : ajak anak. Beri anak kesempatan untuk memahami kondisi dan melakukan aksi dalam mengatasi BBnya. Melibatkan anak bersama-sama dengan modelnya untuk melakukan perubahan. Prinsip Meet dapat diterapkan oleh semua orang yang peduli dengan anak (orang tua, pengasuh, guru, teman, dll).
Tips bermanfaat lainnya dari Dr. Rita Ramayulis:



Selanjutnya giliran Chef Princess Yunita melakukan cooking demo dua masakan sekaligus, yang pertama “Brokoli Saus Telur Asin” dan “Siomay Jamur Masako”. Di sela-sela kesibukannya memasak, Chef Yunita juga memberikan beberapa tips:
  • Bagaimana cara mengolah sayuran yang tidak disukai anak-anak agar tetap renyah, warnanya tetap segar dan nutrisinya terjaga. Untuk Brokoli dengan cara direbus sebentar kurang lebih lima menit lalu matikan kompor pindahkan ke baskom dan siram dengan air es.
  • Sedangkan tips mencuci sayur dari Chef Yunita yaitu dengan mencuci sayur di air mengalir agar semua kotoran terbuang tanpa sisa.

Brokoli Saus Telur Asin

Siomay Jamur Masako

Resep kedua yang didemokan oleh Princess Yunita adalah Siomay Jamur Masako. 
Bahan-bahannya:
  • 50 gr daging ayam cincang
  • 70 gr jamur kancing
  • 20 gr kol
  • 1 btg seledri
  • 1 butir telur
  • 8 buah kulit pangsit
  • ½ bungkus Masako rasa ayam (11 gr)
  • Bahan pelengkap (parutan wortel)
Cara memasaknya:
  • Potong kecil kol, jamur, daun seledri, dan sisihkan.
  • Masukkan daging ayam, jamur, daun seledri, ½ bungkus masako, dan aduk rata dalam 1 wadah.
  • Ambil 1 kulit pangsit letakkan di telapak tangan. Isi dengan adonan siomay, bentuk kulit berisi adonan dan rapikan. Hiasi dengan parutan wortel. 
  • Kukus ke dalam panci kukusan yang telah dipanaskan hingga matang. Kemudian sajikan.
Di akhir acara kami juga mengikuti lomba memasak. Semua blogger yang hadir dibagi menjadi lima kelompok untuk mencoba Resep Bayam Mentega. Sebenarnya semua masakan enak dan disajikan dengan cantik, tetapi kelompok kami yang menjadi pemenang. Kelompok Jamur terpilih sebagai pemenang karena rasa yang pas dan tidak keasinan. Ya senang sekali berkunjung ke Dapur Umami karena dapat banyak pengetahuan baru, dapat resep baru dan pulang bawa hadiah bumbu masak yang banyak.


Hasil Masakan Kelompok Jamur

Bayam Mentega
Bahan-bahannya:

  • 2 ikat daun bayam
  • 100 gr udang segar kupas
  • 2 sdm mentega
  • 3 siung bawang putih cincang halus
  • ¼ sdt merica hitam bubuk
  • 1 sdt air jeruk lemon
  • 2 sdm air matang
  • ½ bungkus masako rasa ayam
Cara memasaknya:
Panaskan mentega dan tumis bawang putih hingga cair. Masukkan udang, masak hingga warnanya berubah. Tambahkan air, air jeruk lemon, dan merica kemudian masak hingga mendidih. Setelah itu masukkan bayam, tumis hingga sedikit layu, dan angkat. Kemudian sajikan.

Kamu juga bisa lho kalau ingin berkunjung ke Dapur Umami, gabung saja di Fanpage Asli Masako. Kamu bisa ajak teman ibu-ibu arisan atau ibu-ibu pengajian untuk berkunjung ke Dapur Umami. Tenang semua gratis, asal sabar nunggu giliran karena yang ingin berkunjung ke Dapur Umami banyak sekali. Sudah dulu ya, lanjutkan terus memasak dan sajikan makanan lezat bergizi untuk keluarga tercinta.

20 comments:

Indrifairy Isharyanti said...

Dari dulu aku selalu pakai Masako saat memasak, sampai bikin popcorn aja aku pakai Masako jd rasanya enak dan gurih

Lubena Ali said...

Kalo aku memang seneng pake Masako, soalnya warnanya ga merubah warna masakan, tapi enggak dipakein garam lagi.

Ria Buchari said...

Lengkap bgt infonya mba.. salut sm bumil ini aktif bgt..sehat2 terus mba n biar tetep bs masakin buat keluarga kan udh dpt ilmunya di dapur Umami ☺️

Ade anita said...

Pengetahuan baru banget buatku tuh bahwa ayam yang usianya 45 hari paling bagus buat diambil kaldunya

Ria Handayani said...

Yups asal tidak berlebihan ya.

Ria Handayani said...

Sama aku juga suka pakai Masako , apalagi setelah tahu dibuat dari daging ayam asli

Ria Handayani said...

Alhamdulillah, semoga kita selalu sehat ya. Supaya bisa bermanfaat bagi orang lain Aamiin

Ria Handayani said...

Jadi nambah resep dan banyak dapat pengetahuan baru dengan Bicara Gizi bersama Masako 😁

Nunu Halimi said...

Jadi tenang nih pakai msg, kadang suka kepikiran banyak yang bilang nggak bagus, ternyata aman ya mba

utie adnu said...

jadi praktis ya masak dengan masako, resepnya juga enak2 jadi tambahan menu sehari2 di rumah

hida said...

Saya juga suka kok masak pake MSG, tapi takarannya sesuai dengan yang dianjurkan. Jadi ya ga perlu takut atau kuatir ttg isu diluaran sana mengenai MSG.Makasih infonya ya lengkap banget nih.

Ria Handayani said...

Aman asal sesuai takaran dan gunakan secara bijak 😀

Ria Handayani said...

Iya aku paling suka masak yang bahannya mudah di cari dan ga ribet.

Ria Handayani said...

Ya kita ga pakai MSG tapi begitu jajan diluar malah over, mending masak sendiri jadi tahu takarannya.

Helenamantra said...

Berarti pakai sewajarnya yaa. Dikit aja udah enak.

Tika Samosir said...

Yang perlu kita kuatirkan makanan yang kita makan di luaran sana ya kakak.
Karena kan kita tidak tahu seberapa banyak penggunaan micinnya. kalau kita masak dirumah kita sudah taulah takarannya.

Tetty Hermawati said...

Kalo masak masakan di rumah pake msg menurutku aman aja karena kita tau takarannya. Yang ga aman mungkin yang beli diluar, msg nya banyak bgt pakenya pasti.

Eva Arlini said...

saya termasuk yang khawatir menggunakan MGS, makanya selama ini menghindarinya..tapi ulasan mbak ini cukup mencerahkan..asal tidak berlebihan ya mbak.. oke makasih mbak

Ria Bilqis said...

Semoga bermanfaat ya mba Eva, saya kenal

Ria Bilqis said...

Iya suka merhatiin pas jajan Bakso