Minggu, 28 Oktober 2018

Mengatur Keuangan Keluarga



Foto: pixabay

Seringkali saya melihat pengamen dari yang masih muda rapi, dekil bertato, ibu-ibu juga ada. Kadang saya berpikir begitu susahnya kah mencari uang zaman sekarang. Kadang rasa sombong saya mengatakan ”Ah mereka saja yang malas, banyak kok yang bisa dikerjakan, misalnya jadi asisten rumah tangga atau jadi buruh pabrik”. Apalagi jika pengamennya masih muda dan gendut, rasanya ga ikhlas banget mau ngasih uang. Bahkan mereka suka mengancam melalui lagunya yang ga jelas baik nada maupun suaranya. Tapi tak sesederhana itu, mungkin mereka punya kendala yang saya tidak tahu.

Dampak lain dari susahnya mencari pekerjaan juga saya dengar banyak sekali penipuan, mulai dari penipuan melalui sms hingga ke penipuan secara langsung. Sedikit cerita penipuan yang pernah dialami orang yang saya kenal, sebut saja namanya Pak Edi. Pak Edi pekerjaannya sehari-hari sebagai tukang ojek. Orangnya jujur dan polos, suatu hari dia diminta mengantar penumpang yang lokasinya lumayan jauh. Sambil membawa penumpang, mereka ngobrol, si penumpang ini bercerita dia sedang menggalang dana untuk anak yatim piatu. Dan si penumpang minta diantar dari satu tempat ke tempat lain, hingga waktu sholat dzuhur tiba. Mampirlah Pak Edi di salah satu masjid untuk menunaikan sholat dzuhur. Karena sudah banyak cerita Pak Edi mulai termakan omongan si penumpang yang seakan-akan baik. Selanjutnya si penumpang mulai menjalankan aksinya, dia meminjam motor Pak Edi untuk menemui rekannya yang lain. Karena Pak Edi merasa percaya, dikasih pinjamlah motor sekaligus STNK. Hingga sore hari si penumpang alias penipu tak kembali.

Kita juga perlu mewaspadai kejahatan melalui gendam atau hipnotis. Baik yang dilakukan melalui telepon maupun secara langsung. Melalui telepon biasanya dengan modus memenangkan hadiah lalu korban diarahkan ke ATM. Sedangkan secara langsung biasanya dilakukan di tempat umum, bisa dengan cara menepuk pundak maupun dengan modus menawarkan minuman atau permen.

Ada lagi kisah penipuan lainnya, ceritanya salah satu kenalan ada yang baru membuka usaha mie ayam. Pada suatu hari datanglah seorang pria bermotor memesan 20 bungkus mie ayam. Dengan gaya meyakinkan dia bercerita sedang ada acara di rumahnya, lalu si penipu ini bertanya “Gak ada gorengan kah?” Kemudian si penipu yang sudah biasa menipu ini terus menjalankan aksinya, sepertinya pintar sekali dari segi bicara dan teknik menipu. Singkat cerita dia minta kepada si penjual yang kebetulan berjualan bersama istrinya untuk membelikan gorengan. Saat istrinya sibuk membungkus mie ayam dan si suami pergi membeli gorengan. Nah di saat lengah si penipu mengambil smartphone si penjual dan pamit pergi sebentar tanpa membayar mie ayam dan gorengan yang dia pesan dan tak kembali pastinya.

Belajar dari pengalaman Pak Edi dan pedagang mie ayam di atas, kita harus selalu waspada di manapun berada. Jangan sampai kita menjadi sasaran empuk penipuan.
Tips agar terhindar dari penipuan:
  • Selalu waspada dengan orang yang baru dikenal.
  • Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.
  • Jika bepergian jangan lupa berdoa dan jangan sendirian.
Sebagai ibu rumah tangga saya berusaha mengatur keuangan agar cukup hingga akhir bulan. Syukur alhamdulillah jika bisa menabung.
Berikut tips mengatur keuangan ala saya:
  • Belanja sesuai kebutuhan.
  • Sering memasak sendiri di rumah untuk menghemat uang belanja.
  • Matikan alat elektronik saat tidak digunakan agar hemat listrik.
  • Bergaya hidup sederhana dan tidak asal ikut-ikutan.

Nah, yang namanya hidup pasti ada kalanya kita kehabisan uang, solusinya klik www.pinjaman24.id. Bagaimana dengan kalian? Sharing yuk di coment tentang bagaimana cara mengatur keuangan keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya ...