Jumat, 12 April 2019

Yuk Jadi Bunda Tanggap Alergi Dengan 3K


Halo semua, khususnya para bunda, apakah anak di rumah mengalami alergi? Kedua putri saya juga mengalami alergi. Kaka alergi dingin sehingga hampir setiap pagi dan sore hidungnya berair. Sedangkan adik alergi tungau dan debu sehingga kulitnya sering kemerahan. Tanggal 10 April lalu dalam rangka memperingati Allergy week, saya bersama teman-teman media dan netizen hadir di acara Sarihusada Dukung World Allergy Week 2019 melalui Kampanye #BundaTanggapAlergi dengan Gerakan 3K. Acara berlangsung di Rumah Maroko Menteng. Acara ini setiap tahunnya diselenggarakan atas kerjasama Sarihusada bersama World Allergy Organization.

Angka kejadian dan risiko alergi termasuk alergi makanan terus terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data World Allergy Organization (WAO) dalam The WAO White Book on Allergy: Update 2013 menunjukkan bahwa angka prevalensi alergi mencapai 10-40 persen dari total populasi dunia, dan 7,5%nya adalah anak-anak. Padahal, alergi makanan pada anak berpotensi mempengaruhi kesehatan anak karena berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, terutama pada masa tumbuh kembang.
Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes.

Hadir sebagai narasumber Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes. – Konsultan Alergi dan Imunologi Anak yang menjelaskan mengenai alergi. Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal dalam mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya untuk tubuh. Sedangkan alergen bahan yang mencetuskan alergi bisa berupa sesuatu yang terhirup atau berupa makanan.
Alergen dari sesuatu yang terhirup contohnya:

  • Tungau/ debu rumah
  • Serbuk sari tanaman
  • Kecoa
  • Serpihan kulit binatang
  • Jamur
Alergen dari bahan makanan contohnya:

  • Susu sapi
  • Kacang kedelai
  • Kacang tanah
  • Kacang almond (tree nuts)
  • Makanan laut seperti kepiting, udang
  • Gandum

Menurut WAO penduduk dunia mengalami alergi sebanyak 30-40%, hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak Asia. Data dari klinik anak di RS Ciptomangunkusomo Jakarta tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi terhadap susu sapi.


Gejala Umum Reaksi Alergi di Kulit
Eksim
Berupa kulit meradang akibat bakteri yang berkembang di kulit.
Urtukaria
Adalah kulit yang berubah menjadi merah pucat serta benjol bengkak di beberapa bagian yang mengalami kontak dengan alergen.

Gejala lainnya yang biasa timbul pada kulit
- Kulit kemerahan, melenting berisi cairan basah yang sangat gatal.
- Lokasi lesi (daerah yang terpengaruh) umumnya di kedua sisi badan dan cenderung simetris.
- Sering pada pipi, siku tengkuk, pergelangan tangan, anggota gerak bawah dan lipatan tubuh.
- Bentol merah berukuran 2 mm hingga 1 cm yang kemudian bergabung menjadi satu lesi yang luas.
- Bila sudah kronis kulit menjadi tebal dan mengelupas.

Gejala alergi pada saluran cerna biasanya berupa kolik (konstipasi), diare dan muntah. Sedangkan alergi pada saluran pernapasan ditandai dengan hidung berair, bersin dan batuk kronis non infeksi.

Risiko alergi semakin tinggi apabila ada riwayat alergi pada keluarga. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi pada anak seperti paparan asap rokok, penggunaan antibiotik pada awal kehidupan, dan polusi udara.



Alergi Susu Sapi
ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan. Jika bayi sudah menunjukkan gejala alergi, ibu menyusui sebaiknya menghindari susu sapi dan produk olahan susu sapi. Karena protein penyebab alergi susu sapi bisa masuk ke dalam ASI melalui makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sehingga menimbulkan alergi pada bayi yang mengkonsumsi ASI.

Pada bayi gejala alergi susu sapi biasanya timbul dalam hitungan menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi susu sapi.

Reaksi yang timbul juga bermacam, bisa berupa bercak merah pada kulit, gangguan pernapasan, gangguan pada usus besar dan usus kecil. Gejala lainnya bisa ditandai dengan kelelahan, sariawan dan sulit tidur sehingga anak menjadi rewel.

                        

Ibu Mediana Herwijayanti (Digital Marketing Manager Sarihusada) mengajak kita semua untuk menjadi #BundaTanggapAlergi. Kita bisa mengakses berbagai informasi tentang alergi melalui website alergianak.com.
Bunda tanggap alergi dengan melakukan 3K:
Kenali
Konsultasikan
Kendalikan
Pada sesi talkshow bersama Meutia Athaya - Brand Manager Allergy Care Sarihusada dan Natasha Rizky - Aktris dan seorang Ibu, para undangan yang hadir juga berkesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Acara juga masih berlanjut ke sesi tanya jawab langsung bersama dokter Budi. Ada juga sesi bermain game Kahoot untuk mengetes pengetahuan para bunda tentang alergi. Dan yang tak kalah penting ada demo masak membuat camilan sehat untuk si kecil. Camilan sehat dengan campuran Susu SGM Eksplor Soya ditambah buah-buahan pasti si kecil suka. Bagaimana dengan anak bunda di rumah? Apakah punya riwayat alergi juga? Sharing yuk di kolom koment.


Yuk jadi #BundaTanggapAlergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Cintai Lingkungan dan Tubuh Kita dengan Jalan Kaki Setiap Hari

Jalan kaki menyehatkan Halo kawan, pernahkah menghitung berapa langkah per hari. Menurut informasi yang pernah saya baca, idealnya k...