Rabu, 05 Agustus 2020

Kebun Singkong



Mengenang masa kecil saya sekitar tahun 1990an. Di sekitar rumah saya masih banyak sekali kebun sayur mayur dan kebun singkong juga. Ada bayam, kangkung, sawi hijau tumbuh subur. Kebun tersebut milik para tetangga saya yang berprofesi sebagai petani. Waktu itu saya masih di sekolah dasar, setiap berangkat dan pulang sekolah melewati jalan kecil yang masih tanah dengan pemandangan hijau. 

Selain sayuran mereka juga menanam cabai, tomat chery, kacang panjang, dan mentimun. Tetapi kesukaan saya adalah singkong, saya ingat betul bagaimana proses penanaman hingga singkong itu dipanen. Diawali dengan mencangkul tanah dengan tujuan menggemburkan tanah. Lalu dibuat bedengan atau galengan dengan panjang sekitar 10 m dan lebar 1 m di tanah yang sangat luas. Selanjutnya potongan batang singkong sepanjang kira-kira 20 cm, ditancapkan di tanah saling berhadapan dengan jarak 80 cm di setiap bedengan. 

Perlu diperhatikan saat menanam singkong jangan sampai terbalik. Tunas harus menghadap ke atas ya, karena jika terbalik singkong akan tumbuh ke bawah dan nanti hasil panennya tidak maksimal. 

Hanya selang beberapa hari saya melihat pohon singkong tadi mulai muncul daun. Terus meninggi bahkan tingginya hingga melampaui tinggi badan saya setelah beberapa bulan kemudian.

Agar tanaman subur pastinya petani tidak lupa memberikan pupuk. Tanaman singkong biasanya dipupuk setelah 15 hari penanaman, selanjutnya pada saat usia tanaman 3 bulan, dan terakhir pemupukan dilakukan saat tanaman berusia 6 bulan. Biasanya singkong dipanen setelah 8-9 bulan sejak penanaman. Saat panen kebun singkong menjadi ramai, biasanya ada beberapa orang yang membantu mencabut singkong dan memasukkannya ke dalam karung untuk dijual ke pasar. 

Daun singkong yang muda masih bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi sayur, sedangkan batangnya dipilih yang bagus untuk ditanam kembali. Sayangnya tidak semua singkong bisa empuk setelah direbus. Ada juga singkong yang keras saat sudah direbus. Singkong yang empuk sangat enak untuk dinikmati bersama kopi atau diolah menjadi singkong keju yang harga jualnya jadi lebih mahal. Atau bisa juga diolah menjadi tape singkong. 

Berikut tips memilih singkong supaya tidak kecewa. Pilihlah singkong dengan kulit bagian dalam berwarna merah, karena biasanya singkong empuk saat direbus. Tapi jika ingin mengolah singkong menjadi combro atau misro singkong yang berkulit bagian dalam berwarna putih pun jadi, karena singkong akan diparut terlebih dahulu. 

Singkong dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan lezat. Salah satunya Singkong Thailand, berikut saya tuliskan resepnya. 
Bahan-bahan yang diperlukan:
- 1 kg singkong yang empuk.
- Santan kental 130 ml, bisa menggunakan santan yang diperas sendiri atau santan kemasan.
- 400 ml air putih.
- 2 sendok makan tepung maizena larutkan dalam air secukupnya. 
- Gula pasir sesuai selera.
- Garam secukupnya.
- Keju parut untuk toping.

Cara  membuatnya: 
Kupas dan cuci bersih singkong, lalu potong sesuai selera. Kemudian rebus singkong hingga merekah lalu kecilkan api. Setelah air sisa sedikit tambahkan gula pasir dan garam, masak lagi hingga gula meresap. Setelah dirasa matang, tata di piring dan siram dengan vla. 

Cara membuat vla:
Masak santan dengan 200 ml air, tambahkan gula pasir dan garam. Masak hingga mendidih. Lalu masukkan larutan tepung maizena sambil diaduk hingga mengental. Matikan api dan angkat. 

2 komentar:

  1. Kesukaan saya banget ini, mulai daunnya sampai singkongnya diolah apapun suka

    BalasHapus
  2. Singkong memang dapat diolah menjadi berbagai makanan enak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Yuk Rekreasi Ke Samudra dan Sea World Lagi

Sejak pandemi saya belum pernah mengajak si kecil rekreasi. Itu berarti sudah 8 bulan di rumah saja, pengen banget ajak anak-anak rekreasi. ...