Selasa, 23 November 2021

Gandi Sulistyanto Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan

      


Apa yang ada di pikiran teman-teman jika dengar kata Duta Besar? Kalau saya waktu kecil mikirnya wah enak ya bisa tinggal di luar negeri. Nah dibalik itu ada tugas negara yang diemban oleh Duta Besar. Duta Besar adalah pejabat diplomatik setingkat Menteri yang ditempatkan di negara asing untuk melakukan tugas negara atau melaksanakan misi kerjasama negara.


Baru-baru ini Dubes untuk Korea Selatan dilantik oleh Presiden Jokowi. Siapakah beliau? Namanya Pak Gandi Sulistyanto, Managing Director Sinar Mas ini akan melanjutkan bakti kepada negara sebagai Duta Besar RI untuk Korea Selatan.


   

Gandi Sulistyanto diangkat sebagai Duta Besar Dubes Republik Indonesia untuk Korea Selatan dan telah dilantik oleh Presiden pada 17 November 2021 lalu. Pria yang akrab disapa Sulis itu sebenarnya nama yang sudah tak asing asing, beliau merupakan Managing Director Sinar Mas dengan sederet prestasi keren. 



Sebelum menerima jabatan Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Pak Gandi menjabat sebagai Managing Director Grup Sinar Mas dan telah  mengabdi selama 30 tahun. Dirinya telah menjadi bagian keluarga besar Sinar Mas sejak 1992 dan banyak terlibat dalam berbagai kegiatan penting perusahaan. 


Sebelum ditunjuk sebagai Duta Besar,  Pak Gandi menghabiskan 39 tahun kariernya sebagai profesional. Memulai karir di Astra International kemudian berlanjut ke Sinar Mas dengan bergabung pada salah satu perusahaannya. PT Asuransi Jiwa Eka Life dan merasakan beragam penugasan serta posisi di sejumlah pilar usaha Sinar Mas. 


Tahun 2021 dirinya mendapat kepercayaan menjadi Managing Director Sinar Mas. Tugas awal beliau di Sinar Mas adalah memimpin Task Force Team Restrukturisasi Ulang Sinar Mas, yang ketika itu jumlahnya mencapai U$$ 13,5 Miliar, imbas dari krisis finansial Asia tahun 1998.  


Pak Gandi merupakan lulusan Advanced Management Program (AMP) Harvard Business School juga aktif dalam kegiatan sosial budaya. Awal pandemi dirinya bersama sejumlah pengusaha di bawah KADIN dan Yayasan Buddha Tzu Chi menggalang donasi hingga 600 miliar untuk penanganan  pandemi.


Pada saat menjabat sebagai ketua umum Eka Tjipta Foundation, dirinya mendukung penyusunan buku Warnasari Sistem Budaya Kadipaten Pakualam Yogyakarta yang diluncurkan Januari 2012 di Bangsal Sewatama, DI Yogyakarta agar dapat menjadi dokumentasi dan pemahaman sejarah bagi generasi mendatang. Tak hanya pelestarian budaya lokal yang luhur, budaya pop pun kerap menjadi perhatiannya. 


Pak Gandi menyampaikan untuk 100 hari pertamanya sebagai Duta Besar nantinya akan langsung membaur dan berkenalan dengan personil KBRI, ITPC dan IIPC yang total berjumlah 82 orang. Mendalami dan memahami seluruh MoU seperti special strategic partnership, IK-CEPA, JCM, DIC, RCEP dan perjanjian lainnya, selain mengunjungi tokoh-tokoh diaspora dan WNI di Korea Selatan. 


Selain itu, dirinya juga menyerahkan surat kepercayaan sebagai Dubes LBBP kepada pemerintah Korea Selatan, berkenalan langsung dengan menteri-menteri kabinet Presiden Moon Jae In, pimpinan dari anggota parlemen korea, Key Person Chaebol Pimpinan Nasional Research Council dan menggandeng Youtuber Indonesia lovers yang ada disana. 


Menjadi Dubes bagi saya adalah mengabdikan karya saya kepada pemerintah. Kedua legacy saya kepada keturunan saya, anak cucu saya. Dan ketiga juga legacy saya kepada teman-teman atau junior saya di dunia usaha, profesional. Bahwa seorang profesional juga bisa menjadi duta besar mewakili negara," kata Pak Gandi dalam siaran resmi saat pelantikan 17/11/2021. 


Gandi Sulistiyanto mempunyai keinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai  pasok yang handal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia. 


Memasukkan UMKM lokal dalam rantai pasok telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Beri contoh apa yang dilakukan korea selatan dimana perusahaan besar mengkoordinir supplier supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok dari produk EV misalnya. Jelas pak Sulis dalam keterangan resminya. 


Demi mewujudkan hal seperti itu di Indonesia, Pak Gandi telah berbicara dengan beberapa pemangku  kepentingan termasuk diantaranya Chairman Hyundai. Menurutnya, mereka telah siap menerapkan program rantai pasok seperti ini untuk UMKM Indonesia. 


Pelaksanaan program-programnya akan disampaikan pada industri tersebut sembari melakukan pendampingan dan supervisi pada UMKM. Hal Ini agar produk UMKM yang dihasilkan terjamin baik karena hal itu bagian daripada kualitas produk secara utuh. Selamat bertugas untuk Pak Gandi Sulistyanto semoga sehat selalu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Olahraga di Ancol Nyaman dan Asik

  Biasanya saya berolahraga di Car Free Day dekat rumah tapi terlalu ramai. Kemarin pas weekend saya nyobain olahraga ke Ancol pusat wisata ...