Selasa, 24 Oktober 2023

Pencegahan Demam Berdarah dengan 3MplusVaksin

 


Cuaca akhir-akhir ini sangat panas, saat malam hari nyamuk banyak sekali. Saat banyak nyamuk seperti sekarang saya sering tidak bisa tidur. Khawatir anak saya digigit nyamuk, lotion anti nyamuk dan raket nyamuk selalu sedia. Saya khawatir dengan gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah. Seperti kakak yang pernah terkena demam berdarah saat usia balita. Demam berdarah sangat menakutkan karena bisa mengakibatkan kematian. 




Sebelumnya saya ingin bertanya bagaimana kasus demam berdarah di lingkungan teman-teman? Alhamdulillah di lingkungan saya, khususnya lingkungan RT saya  tidak ada kasus demam berdarah dalam beberapa bulan terakhir. Kader PKK disini aktif mengingatkan warga agar selalu melakukan 3M PLUS. Walaupun begitu tetap harus waspada dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.


Perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dapat berakibat terjadinya kasus demam berdarah. Salah satu pencegahan agar kasus demam berdarah tidak terjadi adalah dengan melakukan PSN 3M Plus.



Agar terhindar dari demam berdarah, biasakan hidup bersih dan 3M Plus. Pastinya kita semua masih hafal dengan apa itu 3M PLUS:

■ Menguras dan menyikat penampungan air

■ Menutup tempat penampungan air

■ Memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas



✅Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. 


✅Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum.


✅Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita semua disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. 


Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

  2. Menggunakan obat anti nyamuk

  3. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi 

  4. Gotong royong membersihkan lingkungan 

  5. Periksa tempat-tempat penampungan air

  6. Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

  7. Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras

  8. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

  9. Menanam tanaman pengusir nyamuk  



Dampak El Nino

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), puncak fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi dari bulan Agustus hingga bulan September 2023. Seiring dengan terjadinya fenomena El Nino, suhu akan menjadi lebih hangat sehingga membuat nyamuk Aedes aegypti semakin mengganas. Bahkan frekuensi nyamuk menggigit bisa naik hingga 3-5 kali lipat di saat suhu panas mencapai 30°C ke atas. 


Kita semua penduduk di Indonesia berisiko terkena demam berdarah tanpa melihat umur, tempat tinggal, dan gaya hidup. Berdasarkan data kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 143.000 kasus demam berdarah yang tercatat sepanjang tahun 2022, 39% nya merupakan golongan produktif rentang usia 15-44 tahun. 


Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, dari awal tahun sampai dengan minggu ke-33 tahun 2023 telah tercatat 57.884 kasus demam berdarah dengan 422 kematian di 34 provinsi di Indonesia (Case Fatality Rate:0,73%).



Peluncuran Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD


Pada tanggal 27 September lalu beruntung sekali saya bisa hadir di acara Peluncuran Kampanye Nasional Pencegahan Demam Berdarah Dengue. Berikut informasi yang saya dapatkan dari narasumber yang hadir. 



Masih tingginya kasus demam berdarah di Indonesia, mendapat tanggapan serius dari Kementerian Kesehatan Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membangun kerjasama publik dan privat serta meluncurkan kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD


Ruang lingkup kerja sama tersebut, meliputi peningkatan peran serta masyarakat atau pemberdayaan masyarakat; peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyusunan dan pelaksanaan terkait program koalisi bersama masyarakat menuju nol kematian akibat dengue (zero dengue death 2030), pendekatan terpadu untuk pencegahan dan pengendalian dengue; sinkronisasi data (bridging) dengan SIARVI (Sistem Informasi Arbovirosis) peningkatan peran dan kerjasama penentu kebijakan di pusat dan daerah. 



Demam berdarah dengue merupakan salah satu ancaman kesehatan global diantara 10 penyakit lainnya yang telah ditetapkan oleh WHO pada awal tahun 2020 dan vaksinasi merupakan salah satu pilar strategi global penanggulangan  dengue. Vaksinasi sebagai salah satu langkah pengendalian dengue, perlu diperhatikan dan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Dengan Adanya vaksinasi yang dapat diberikan tanpa melihat pengalaman demam berdarah dengue sebelumnya, diharapkan akan lebih banyak anak yang dapat terlindungi dari demam berdarah dengue. Selain tentunya bisa turut berperan dalam menurunkan tingkat rawat inap akibat demam berdarah dengue. 



Gamze Yuceland, President, Growth & Emerging Markets, Takeda Pharmaceuticals Internasional AG yang hadir pada Peluncuran Kampanye pada 27 Seotember 2023 lalu menyampaikan bahwa  " Takeda sangat mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam penanggulangan infeksi dengue, seperti yang tertuang dalam Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan nol kematian akibat demam berdarah dengue di Indonesia pada tahun 2030. Kami juga bangga menjadi salah satu pendiri dari sektor inovator untuk KOBAR (Koalisi Bersama) Lawan dengue yang  dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kaukus Kesehatan DPR RI pada 8 September yang lalu, dan mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan kampanye # Ayo3MPlusVaksinDBD. "



Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang juga hadir menambahkan terkait penanggulangan infeksi dengue di Indonesia dan bagaimana peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dengue. 


"Penanggulangan DBD di Indonesia merupakan tantangan yang kompleks. Namun, pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai nol kematian akibat infeksi dengue pada tahun 2030 melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama, dengan prinsip 3M plus dan vaksinasi mandiri DBD dalam mengatasi tantangan ini dan melindungi masa depan generasi mendatang."


Prof.Dr.dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), Ketua Komunitas Dengue Indonesia mengatakan "Di negara atau wilayah dengan penularan infeksi dengue yang tinggi, anak-anak cenderung paling banyak terkena dampaknya, walaupun pada usia dewasa saat ini juga meningkat. Namun, menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2022, pola kematian akibat dengue dominan di kelompok usia muda, yaitu 5-14 tahun (45%). Dengan demikian upaya sosialisasi pengendalian vektor nyamuk dan vaksinasi dengue pada anak menjadi sangat penting sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Melalui kegiatan edukasi pencegahan infeksi dengue kepada masyarakat, kami juga mengapresiasi kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap infeksi dengue di Indonesia."



"Selain anak-anak, orang dewasa juga terancam terkena demam berdarah dengue. Karena terbukti manfaatnya, Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah merekomendasikan vaksinasi demam berdarah juga diberikan pada orang dewasa sampai umur 45 tahun. Saat ini vaksinasi demam berdarah dengue dapat diberikan pada rentang usia 6-45 tahun sesuai dengan anjuran dokter." Hal ini dipaparkan oleh Dr.dr Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia yang juga hadir saat acara berlangsung. 


Hadir juga Tika Bisono selaku pemerhati Dengue. Duka mendalam kehilangan putri tercinta membuat Tika menyatakan perang terhadap demam berdarah, dan ingin terus melakukan penyebaran kampanye tentang bahaya infeksi dengue. 


Adanya vaksin DBD membuat Tika sangat bersyukur, karena dengan adanya vaksin dapat membantu menurunkan angka keparahan dan kematian akibat infeksi dengue. 


Kesimpulan 

Kebersihan lingkungan dan memberantas jentik harus selalu dilakukan. 

Pengetahuan mengenai DBD harus terus disebarkan. 


Membiasakan perilaku hidup sehat tanpa nyamuk. Karena pada dasarnya kita semua sudah mengetahui tentang penyebab dan bahaya dengue. 


Dari sisi teknologi saat ini sudah cukup bagus, seperti adanya vaksin. Keterlibatan setiap individu untuk menjalankan 3Mplus harus terus dijalankan. 

Berantas nyamuk dengan 3Mplus, dan vaksin untuk melengkapi melindungi diri dari demam berdarah. 



C-ANPROM/ID/QDE/0239 | Oct 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Roso Telo Dadi Duren Biyen Gelo Saiki Keren

Dinamika Perjalanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Terbaru Dari judulnya saja saya tertarik dengan buku ini. Buku “Roso Telo Dadi Dure...