Laman

Senin, 23 Januari 2017

"The Last Barongsai" Persembahan Dari Karnos Film


The Last Barongsai

Masih ingat sinetron Si Doel Anak Sekolahan? Sinetron hasil produksi Karnos Film yang paling sukses. Saya sudah tonton berkali-kali, pokoknya setiap diputar di stasiun televisi saya pilih menonton drama sinetron ini. Alasan saya karena ceritanya masuk akal dan sesuai kenyataan. Beda seperti tayangan televisi sekarang yang banyak memberikan efek buruk bagi penontonnya, apalagi anak-anak yang belum bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Di sini sangat dibutuhkan pengawasan orang tua agar anak-anak tidak terus menonton tayangan yang tidak mendidik.

Artis The Last Barongsai

Karnos Film merupakan sebuah rumah produksi sinetron dan film di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1977 di Jakarta. Kali ini PT Karnos Film memproduksi film yang berjudul The Last Barongsai. Film ini menceritakan seorang pemain barongsai muda yang harus memilih antara mempertahankan tradisi barongsai dan membawanya ke level yang lebih tinggi, atau menjemput impiannya yang berbeda dan sudah ada di depan mata.



The Last Barongsai adalah sebuah film cerita yang dicetuskan oleh Rano Karno serta disutradarai oleh Ario Rubbik. The Last Barongsai merupakan potret kehidupan masyarakat Cina Benteng yang hidup di Tangerang, di mana latar belakang budaya akulturasi ini memang patut diacungi jempol karena pengamatannya yang tajam akan menurunnya minat pemuda masa kini yang seakan tidak tertarik oleh budaya dan nilai-nilai luhur kebudayaan tersebut.

Furry Citra

Aziz Gagap

Tanggal 20 Januari 2017 lalu saya mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung Press Conference film The Last Barongsai yang dihadiri para pemain dan sutradara film tersebut.
Menurut Ario Rubbik, sutradara kelahiran Bogor tahun 1978, Tujuan film ini ingin memberi gambaran bahwa di negeri ini begitu banyak budaya yang bisa kita angkat dan pelajari. Semoga film ini sedikit memberi warna lain dalam perfilman Indonesia“.

Vinessa Inez

Vinessa Inez artis kelahiran 14 Maret 1997 memerankan tokoh Sari, seorang perempuan berusia 16 tahun sebagai adik Gunadi. Sedangkan tokoh Gunadi diperankan oleh Dion Wiyoko, aktor film berbakat yang lagi bersinar. Dion sempat mengalami cidera terkilir saat melakukan adegan melompat ketika syuting film ini. Inez sendiri sengaja ikut workshop beladiri wushu selama 3 bulan untuk menjiwai perannya. Aktor Tyo Pakusadewo memerankan tokoh Handoyo atau Kho Guan, seorang lelaki berusia 55 tahun yang merupakan ayah dari Gunadi. 
Press Conference bertempat di CGV Blitz Grand Indonesia lantai 8, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Aziz Gagap, Furry Citra, Suti Karno dan aktor lawas Hengky Soelaiman.

Kho Guan dan Gunadi

Film The Last Barongsai akan tayang serempak di bioskop tanah air mulai 26 Januari 2017. Menurut saya film ini sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga karena selain mengangkat tradisi, film ini juga memberikan hiburan dengan hadirnya komedian Aziz Gagap. Pas sekali dengan perayaan Tahun Baru Cina. Semoga seni budaya barongsai tetap menjadi tradisi yang lestari di Indonesia. 

6 komentar:

Maria Soraya mengatakan...

cocok filmnya buat liburan imlek nih mak :) udah lama gak denger karnos film setelah era si doel, sekarang produktif lagi, semoga larisssss

feriyana sari mengatakan...

Pas banget momen nya...yuk imlek-an di bioskop.

Ria Handayani mengatakan...

Aamiin kita dukung hasil karya anak bangsa

Ria Handayani mengatakan...

Hayuk nonton lagi kita

Sie-thi Nurjanah mengatakan...

banyak pesan tersirat yg disampaikan lewat film ini sebenernya

Febrianty Rachma mengatakan...

Cina Benteng Tangerang?ahh itu kan kota domisiliku sekarang mbak. Emang ada kog beneran hehe dan banggalah diangkat sebagai film wkwkkw. Sudah mulai main ya kemaren