Rabu, 02 Agustus 2017

Peran Orangtua Dalam Mempersiapkan Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju

Ikut Parenting Seminar yuk

Sama seperti para orang tua yang lain, saya pun berharap anak saya berkesempatan untuk mempunyai masa depan yang lebih baik. Apa yang harus dilakukan? Sekarang beda dengan zaman dahulu, tantangan membesarkan anak lebih banyak. Benar sekali orangtua harus banyak belajar agar memiliki pengetahuan yang tepat tentang penerapan pola asuh serta pemenuhan nutrisi yang tepat sejak dini. Harapan saya semoga dengan banyak belajar bisa mendidik anak saya agar bisa bersosialisasi dengan baik, memiliki kreativitas dan kemandirian agar menjadi generasi maju.


Ibu Anna dan Cici Panda

Tanggal 29 Juli lalu bertempat di Hotel Santika saya mengikuti acara yang diadakan SGM Eksplor sebagai dukungan untuk para orangtua di Indonesia. Acara Parenting menghadirkan Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. yang berbagi banyak sekali pengetahuan tentang “Peran Orangtua Dalam Mengembangkan Kemampuan Si Kecil”. Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari Ibu Surti yang lebih akrab disapa Ibu Nina. Berikut saya rangkum agar bisa dibaca kembali.

Cici Panda 

Acara dimulai oleh sapaan MC Cici Panda yang sangat ramah, yang menanyakan ayo para bunda apa ciri anak generasi maju? Tumbuh sehat, nutrisi tercukupi, cerdas, mampu beradaptasi, emosi baik dan mandiri. Dari presentasi yang diberikan Ibu Nina ada beberapa ketrampilan sosial yang perlu dikuasai anak-anak diantaranya:
  1. Berteman dan bekerja sama. Contoh yang bisa kita lakukan sebagai orangtua adalah sering mengajak si kecil berkumpul dengan orang lain. Perlihatkan keakraban Bunda dengan orang lain. Jangan paksa si kecil karena kalau sudah merasa nyaman ia akan mau. Terakhir jangan meninggalkan si kecil secara diam-diam.
  2. Berkompetisi sehat.
  3. Sabar menunggu (mengantre).
  4. Sopan santun.
  5. Selesaikan atau damaikan pertengkaran. Pastinya si kecil sering kali rebutan mainan dengan anak lainnya. Cara mendamaikannya dengan ajari anak tentang hak milik, buat aturan yang jelas, dan tunjukkan dalam keseharian.
  6. Marah tanpa mengganggu orang lain. Ini sering kali terjadi pada saya. Ternyata cara mengatasinya pahami mengapa anak marah, tenangkan anak, akui atau validasi kemarahannya, tidak berikan apa yang diminta anak dengan cara marah.
  7. Ikut aturan. Pada poin ini tentukan apa saja yang akan diberikan, perjelas batasan untuk si kecil, jelaskan alasannya, konsisten dan sabar.
  8. Peduli terhadap orang yang sakit atau kekurangan.


Saat acara seminar berlangsung para bunda yang hadir juga diajak menebak kemampuan si kecil berdasarkan usianya. Hasilnya semua bunda bisa menebak dengan benar seperti gambar di bawah ini:

Kemampuan si Kecil sesuai usianya


Ibu Nina juga memaparkan pentingnya ikatan kasih sayang antara si kecil dengan Ayah dan Bunda yang manfaatnya ada banyak sekali, diantaranya:
  • Si kecil merasa aman dan nyaman.
  • Si kecil jadi percaya diri dan dapat bergaul sehat.
  • Gangguan psikologis dapat berkurang.


Tak hanya berhenti sampai di sini, dalam seminar parenting Ibu Nina juga memberikan solusi agar kedekatan si kecil dengan orangtua terus berkembang dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Ayah dan Bunda perlu sensitif pada kebutuhan si kecil.
  2. Saling menatap mata, saling memeluk.
  3. Si kecil diberi kesempatan bermain sendiri.
  4. Jangan pernah berbohong pada si kecil karena ia perlu percaya kepada Ayah dan Bunda.
  5. Bersabarlah terhadap perilaku si kecil.

Pada poin ke 5 terkadang saya sendiri sebagai orang tua kurang sabar, karena itulah saya merasa seminar parenting ini sangat bermanfaat. Seminar ini sudah diadakan oleh SGM Eksplor di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya dan kali ini di Jakarta. Beruntung sekali saya bisa mendapat kesempatan hadir di acara seminar parenting ini.

Psikolog Anna Surti Ariani


Setelah break sebentar, Ibu Nina mulai melanjutkan bagaimana peran orangtua dalam mempersiapkan si kecil jadi anak generasi maju. Poin yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana agar si kecil pandai bergaul, mandiri, dan percaya diri. Mengembangkan rasa percaya pada lingkungannya sejak usia dini. 
Berikut cara membangun rasa percaya si kecil pada kedua orangtua:
  • Segera berikan tanggapan ketika si kecil menangis. Gendong dan ayun perlahan atau ucapkan kata-kata menenangkan.
  • Berikan aturan sebelum aktivitas dilakukan.
  • Tepati janji yang sudah dilakukan pada si kecil.
  • Dengarkan dengan seksama ketika si kecil berceloteh.


Sebagai orang tua pastinya kita akan senang sekali jika si kecil sudah mandiri sesuai tahapan usianya. Kemandirian yang diharapkan sudah bisa dilakukan si kecil pada usia 1 tahun seperti menyebut nama sendiri, makan sendiri makanan yang dipegang jarinya, dan memilih mainan sendiri. Sedangkan kemandirian yang diharapkan pada si kecil usia 2 tahun seperti mengatakan ingin buang air, makan dengan sendok walaupun belum rapi, mulai bisa membereskan mainan.
Tentunya kemandirian di atas perlu kita dukung, berikut tipsnya dari Ibu Nina:
  •  Memberikan kesempatan untuk mencoba.
  • Tidak memburu-buru si kecil ketika sedang mencoba.
  •  Memberikan pujian, pelukan, serta ekspresi wajah yang menyenangkan ketika si kecil berhasil.


Cara mengenalkan emosi pada si kecil:
  • Sebutkan emosi si kecil ketika ia sedang mengalami. Contohnya ketika si kecil tertawa katakan “Wah, kamu lagi senang”.
  • Sebutkan emosi yang dirasakan Bunda. Contohnya “Bunda jijik melihat piring kotor, Bunda cuci dulu ya“.
  • Ajak si kecil memperhatikan emosi orang lain. Contohnya “Anak kecil yang berbaju hijau itu sedih ditinggal Ayahnya”.
  • Mainkan boneka bersama si kecil dan sebutkan emosinya.
  • Ajak si kecil menebak emosi yang ada di gambar atau foto.


Website Baru www.akuanaksgm.co.id


Selain seminar parenting dukungan SGM Eksplor bagi orangtua Indonesia dilakukan melalui berbagai jenis kegiatan seperti video edukasi bagi para orangtua yang akan disebarkan melalui aset digital SGM Eksplor www.akuanaksgm.co.id dan Facebook Aku Anak SGM. Di Facebook Aku Anak SGM juga sudah tersedia layanan live chat dengan para ahli nutrisi dan parenting. Jadi bagi para orangtua yang belum sempat menghadiri rangkaian seminar parenting bisa langsung ke website. Selain itu ada juga Mobil Aku Anak SGM yang berkeliling ke berbagai daerah untuk bertemu dan mengedukasi para orangtua Indonesia mengenai nutrisi anak dan memberikan stimulasi motorik maupun kognitif bagi si kecil. Di website baru Aku Anak SGM para orangtua bisa mendapatkan informasi melalui 3 pilar utama yaitu Nutrisi, Edukasi, dan Parenting untuk mendukung si kecil menjadi generasi maju.

Bersama Bunda Ambasador SGM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Kapan Anak Bisa Jalan?

Kapan anak bisa jalan? Jawabnya beda-beda pastinya karena tumbuh kembang anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa jalan saat usia 10 bulan...