Senin, 14 Mei 2018

Mebo Ointment Untuk Pengobatan Luka Bakar


Pernah mengalami luka bakar kah? Misalnya tanpa sengaja terkena air panas, atau saat memasak terkena percikan minyak goreng. Sebagai ibu rumah tangga semua pernah saya alami. Bahkan saat menyetrika baju saya sering sekali terkena setrikaan panas. Biasanya jika tak diobati kulit yang terkena panas akan "melendung" dan berair. Saat pecah akan terasa perih, dan meninggalkan bekas.


Pernah juga kejadian anak kecil tetangga, bermain balon gas, lalu dia menyalakan korek api gas sehingga terjadi kebakaran yang mengakibatkan alis sang anak terkena luka bakar. Kita sebagai orang tua harus memperhatikan anak-anak agar tidak terjadi peristiwa seperti ini. Berdasarkan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar inilah, saya merasa perlu sedia obat luka bakar dalam kotak P3K di rumah.

Mebo Ointment 

Biasanya kalau ada yang terkena luka bakar, banyak yang menganjurkan diolesi pasta gigi. Ada juga yang menyarankan direndam air es. Tapi yang terpenting sebetulnya jika terkena luka bakar yang serius, segera bawa ke pusat layanan kesehatan.


Mebo Salep Luka Bakar
Untunglah ada Mebo sebagai solusi Penanganan Luka Bakar berbahan dasar alami. Mebo adalah salep yang diproduksi oleh Combiphar. Mebo diluncurkan di Indonesia pada tahun 2006 dan telah dipercaya sebagai pilihan untuk perawatan luka bakar di Indonesia. Mebo telah diluncurkan di 73 negara seperti New Zealand, Mesir, Uni Emirat Arab, Malaysia, USA, dan lainnya.

Sejak 2006 Mebo telah dikenal baik untuk perawatan luka bakar pada unit luka bakar di beberapa rumah sakit di kota-kota besar, itu sebabnya Mebo dikenal oleh para praktisi pelayanan kesehatan.

Beberapa keunggulan Mebo:
  • Mebo dapat memberikan suasana lembab di kulit yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.
  • Dapat membantu meminimalkan bekas luka.
  • Berisi bahan alami dan dapat meredakan rasa nyeri.
  • Mebo merupakan salep luka bakar dengan kandungan minyak wijen, beeswax.
  • Mebo tanpa antibiotik kimia yang dapat menyembuhkan dan meminimalisir luka bakar.

Minyak wijen & Beeswax

Fungsi minyak wijen dan beeswax
Memberikan suasana moist (lembab) pada area luka sehingga mempercepat penyembuhan luka. Selain itu minyak wijen dapat menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar. Dalam minyak wijen terdapat kandungan β-sitosterol yang berfungsi mengurangi peradangan pada luka bakar seperti adanya pembengkakan, kemerahan, gatal, serta meredakan rasa nyeri. Kandungan lipid serta vitamin E dan K berfungsi sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk sel-sel pada kulit serta menunjang pemulihan jaringan, sehingga mengurangi potensi timbulnya bekas luka

Mebo ointment dapat mempercepat penyembuhan luka, meredakan rasa nyeri, dan menyerap sisa panas pada area luka. Mebo ointment membuat area luka menjadi moist/lembab yang dibutuhkan dalam penyembuhan luka sehingga pemulihan jaringan menjadi lebih cepat dan lebih baik serta meminimalkan potensi terjadinya bekas luka. Perlu diingat Mebo hanya untuk pemakaian luar. Aplikasikan pada luka dengan ketebalan 1 mm (oles tipis) setiap 4-6 jam. Salep ini akan bersifat kontraindikasi terhadap pasien yang hipersensitif terhadap sesame oil (minyak wijen).

Tips agar anak-anak terhindar dari luka bakar
  • Jauhkan anak dari benda berbahaya seperti korek api.
  • Saat memasak pastikan anak-anak tidak berada di dapur.
  • Beri pengertian agar anak-anak menjauhi benda panas dan berbahaya seperti setrikaan dan kompor yang menyala.
  • Selalu awasi anak-anak saat bermain.




Combiphar melihat pentingnya pengetahuan dan penanganan luka bakar yang tepat dan benar guna membantu penyembuhan luka yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup setelahnya. Edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat diperlukan dalam menangani luka bakar sehingga meminimalisir cacat dan kematian.

Pada tanggal 12 Mei 2018 - Combiphar, perusahaan consumer healthcare modern di Indonesia, melalui produk unggulannya Mebo, salep luka bakar pilihan terpercaya dokter Indonesia bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) melaksanakan seminar sekaligus workshop penanganan luka bakar yang diikuti lebih dari 200 orang dokter dan perawat di wilayah Manado, Sulawesi Utara.


Acara dihadiri oleh:
  • Senior GM Marketing Women’s Health and Active Day Care Combiphar Ni Ketut Sukartiwi
  • Senior GM Corporate Communications and Community Development Dewinta Hutagaol
  • Sekretaris Jenderal PERAPI, dr Donna Savitri, SpBP-RE
  • dr Mendy H Oley, SpBP-RE dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan yang dirilis pada 2013 mencatat, luka bakar menempati urutan keenam penyebab cedera tidak disengaja (unintentional injury) setelah jatuh sepeda motor, benda tajam/tumpul, transportasi darat lain, dan kejatuhan dengan tingkat prevalensi 0,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat luka bakar menyebabkan sekitar 195.000 jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun. Riset Kementerian Kesehatan tersebut juga menekankan anak-anak usia 1-4 tahun menjadi kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar dengan tingkat prevalensi sampai 1,5 persen. Fakta ini diperkuat dari data riset epidemiologi sejumlah dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada tahun 2013-2015 di mana sebanyak 108 pasien (82,3 persen) luka bakar adalah kelompok anak-anak (pediatric group) yang berusia 1-4 tahun.

Combiphar Donasikan 100 Tube Mebo kepada Rumah Sakit Kandou Manado sebagai bentuk kepedulian perusahaan.  Donasi diterima secara simbolis oleh dr. Jan Ngantung, SpBP-RE. “Kami berharap obat ini dapat digunakan dengan baik untuk penanganan pasien di wilayah Manado dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari Mebo,” tutup Ni Ketut Sukartiwi.

Tentang Combiphar
Combiphar didirikan sejak tahun 1971 sebagai perusahaan farmasi yang berfokus pada empat sektor bisnis yang terdiri dari Combi Consumer, Combi Health, Combi Nutrition dan Combi Bio. Kini Combiphar bertransformasi menjadi perusahaan consumer healthcare modern yang memproduksi dan memasarkan hampir 200 obat-obatan. Combiphar sudah bersertifikasi internasional ISO 14001:2004 untuk pengelolaan lingkungan serta Therapeutic Goods Administration.
Silahkan kunjungi www.combiphar.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Kompetisi PRAJA 2019

Halo semua, siapa yang sejak Sekolah Dasar (SD) sudah kenal Koperasi? Dari kecil saya sudah tidak asing lagi dengan Koperasi, yang pali...