Jumat, 08 Juni 2018

Tips Mudik Sehat Aman dan Selamat



Mudik
Mudik adalah tradisi tahunan yang sayang untuk dilewatkan. Saya sendiri hampir setiap tahun mudik. Menjelang Lebaran seperti sekarang hati makin gelisah tak menentu ๐Ÿ˜. Apalagi jika TV sudah menayangkan info mudik, dan tetangga sudah mulai mudik satu persatu. Banyak cerita mudik saya seperti macet di jalan, berdesak-desakan di Kapal Feri yang menyebrangi Selat Sunda, itu semua ga bikin saya jera. Itu menjadi bagian dari cerita seru mudik saya ke saudara-saudara yang ada di kampung halaman.  




Mengapa saya selalu mudik setiap Lebaran, karena di Jakarta saya merantau, dan kerabat hanya ada sedikit. Jadi merasa hampa kalau lebaran ga mudik. Tanggal 5 Juni 2018 kemarin saya berasa diajak bernostalgia ke Terminal Kampung Rambutan. Dulu zaman naik pesawat masih suatu hal langka (baca mahal) bagi saya, setiap mudik saya naik Bus melalui Terminal Kampung Rambutan.


Ngabuburit Sehat Bareng Menteri Kesehatan RI
Ngabuburit Sehat bersama Ibu Menteri Kesehatan RI Prof. DR. Dr. Nila F. Moeloek Sp. M (K) dijadwalkan jam 15:30. Tak lama setelah saya tiba di lokasi acara, Ibu Menteri tiba juga. Ibu Menteri langsung menyapa para undangan yang hadir, media, blogger, dan komunitas mobil. Ibu Menteri mengatakan “Memang mudik Lebaran tradisi yang tak bisa tergantikan, meskipun alat komunikasi sudah semakin canggih, seperti HP yang tak hanya bisa saling bertanya kabar melalui suara, tapi bisa juga bertatap muka dengan video call”.

Mengingat kasus kecelakaan yang selalu terjadi setiap musim mudik, meskipun terjadi penurunan dibanding tahun 2016 - 2017. Kementerian Kesehatan menyiapkan pos kesehatan di terminal angkutan umum dan daerah rawan kecelakaan. Pemerintah berkomitmen tidak boleh ada kemacetan di jalan tol dan nol kecelakaan pada angkutan umum. Bahkan di televisi beberapa kali saya dengar Menteri PUPR akan menggratiskan tarif jalan tol jika terjadi kemacetan.

Pesan Gemes Untuk Para Pengemudi
Pengemudi hebat:
  • Siapkan diri untuk perjalanan.
  • Siapkan fisik, mental, dan kendaraan.
  • Tidak merokok, tidak minum alkohol sebelum dan selama berkendara.
  • Tahu saat istirahat diperlukan.
  • Mengutamakan keselamatan diri dan penumpang.
  • Cukup makan yang sehat dan minum air.
  • Cukup istirahat sebelum perjalanan.
  • Fokus saat berkendara.
  • Taat, siap, selamat.


Tips agar terhindar dari kecelakaan
Ibu Menteri Kesehatan menyampaikan langsung kepada para pengemudi yang kebetulan juga berada di Terminal Kampung Rambutan untuk mengecek kesehatan, dan jika hendak membawa bus di malam hari sebaiknya tidur di siang hari. Kementerian Kesehatan turut serta dalam pengendalian kecelakaan lalu lintas dengan menyiapkan pos-pos kesehatan di terminal dan menyediakan layanan darurat melalui 119.

Saat berbincang langsung dengan seorang bapak dari komunitas mobil, Ibu Menteri menyampaikan sebaiknya tidak mudik dengan sepeda motor. Apalagi mudik dengan sepeda motor dan membawa anak-anak. Kasihan sekali mereka jadi tidak nyaman dan kelelahan. Itulah mengapa saya memutuskan tidak mudik tahun ini, karena bayi saya baru berusia 4 bulan, yang ada malah si kecil jadi rewel. Mudah-mudahan tahun depan saya bisa mudik.




Berikut ini tips mudik sehat, aman dan selamat untuk semua
  • Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik.
  • Periksa kondisi kelayakan kendaraan.
  • Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama mengemudi.
  • Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam.
  • Jangan paksakan mengemudi jika sudah lelah atau mengantuk.
  • Disiplin dan patuhi rambu lalu lintas.
  • Kendalikan kecepatan kendaraan dalam kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan dan cuaca buruk.
  • Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak.
  • Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara.
  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang tak dikenal.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat.
  • Buanglah sampah pada tempatnya.
  • Tidak buang air kecil/ besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia.
  • Bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat.

Jaga Kesehatan Selama Mudik
Saat mudik memang saya seperti lupa diri, semua makanan kesukaan saya makan. Apalagi Lebaran di kampung halaman saya Palembang, segala macam kue basah yang mengandung lemak dan gula seperti Maksuba, Bolu 8 Jam, dan Engkak yang hanya bisa saya temui saat mudik. Belum lagi makanan khas Palembang seperti Pem-Pek, Tekwan, dan Model. Tak heran berat badan saya akan semakin meningkat saat Lebaran. Jadi saat mudik dan silaturahmi yang paling utama, kulineran adalah tujuan kedua.

Oleh karena itu Ibu Menteri Kesehatan RI berpesan agar tetap menjaga konsumsi makanan selama hari raya seperti:
  • Batasi konsumsi gula, garam dan lemak.
  • Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat selama hari raya.
  • Tetap konsumsi buah dan sayur selama hari raya.
  • Tetap jaga kebugaran dengan rutin lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.



Sebelum meninggalkan Terminal Kampung Rambutan Ibu Menteri sempat mengunjungi klinik (pos kesehatan) yang ada di sana. Ibu Menteri juga mengajak seluruh masyarakat bersama pemerintah untuk berpartisipasi dan mendukung kelancaran mudik tahun ini. Dengan bersama-sama memperhatikan keselamatan masing-masing. Selamat mudik ya semuanya hati-hati di jalan dan semoga selamat sampai tujuan.




11 komentar:

  1. Udh 3 thn aku ga mudik :) . Biasanya selalu gantian ntah ke kampungku di medan, ato kmpung suami di solo. Tp sejak si bungsu lahir, lita milih ga mudik, krn ga seperti kakanya, si adek ini lbh ringkih kalo diajak jalan jauh. Muntah gitu mba. Jgnkan jauh, naik mobil dari rumah ke mall aja misalnya, muntah juga. Kan aku puyeng yaa kalo dia sampe muntah di pesawat. Makanya aku ga mau mudij, sampe si adek ini bdnnya lbh kuat. Itu juga alasan kenapa tiap aku traveling, yg diajak cuma si kaka, krn itu tadi. Bdnnya blm kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba aku juga nunggu baby setahun baru mudik. Ke Sumatra, emang bener dia jadi rewel kalau kecapean.

      Hapus
  2. Kesehatan perlu dijaga saat mau pergi dan kembali ke Jakarta. Jangan sampai diabetes naik, suka makan dodol di kampung.

    BalasHapus
  3. Kalau sekarang kan sudah banyak yang menyediakan mudik gratis ya mbak, jadi seharusnya gak usah bawa motor lagi hehe. Jaga stamina memang penting ya, pelan2 asal selamat

    BalasHapus
  4. Aahh aq mau mudik msh dilema pgnnya langsung samper.. betul bgt bdn mesti fit karena perjalanan yg melelahkan pstinya

    BalasHapus
  5. Dede bayinya masih kecil yaya kasian kalo perjalanan jauh . Aku setuju mba hindari mudik menggunakan motor, suka ngeri liat pemudik yg bawaanya bnyak plus bawa anak kecil dmotor .

    BalasHapus
  6. Aah...,mudik. aku kangen pulang kampung.., Terimakasih informasinya

    BalasHapus
  7. jamannya belum nikah, mudik is a must thing ya dan bangga banget punya mbah dan saudara masih komplit di Garut dan Pekalongan, karena teman2ku banyak yg gak punya kampung

    benar, mudik itu harus fit banget, klo mudik ke 2 tempat gitu selalu gantian nyetir mobil ehh tapi papahku masih kuat nyetir depok-garut-pekalongan

    BalasHapus
  8. Selama mau tahun ke-10 pernikahan, ketika tinggal di semarang 9 taun ini, mudik selalu dari semarang ke bandung, garut dan ponorogo, taun ini mudik dari jakarta ke garut dan ponorogo, dari naik kereta api, bis sampai mobil pribadi pernah merasakan, keselamatan dan kesehatan saat mudik memang penting :)

    BalasHapus
  9. Ahh aku jadi kangen mudik mba. Tp kayanya mudik tahun ini lebih nyaman ya mba. Terutama dr segi kesehatan soalnya sudah ditinjau langsung sama ibu menteri

    BalasHapus
  10. Sudah 2 lebaran gak mudik nih, sedih deh baca ini jadi kangen

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.