Jumat, 27 Juli 2018

Berkurban Dengan Superqurban


Hari Raya Idul Adha sebentar lagi, tahun-tahun sebelumnya warga di sekitar lingkungan saya berkurban dengan cara memotong sapi dan kambing kemudian daging sapi dan kambing dibagikan kepada warga sekitar. Warga mampu ataupun tidak semua kebagian hehehe. Sempat terlintas di hati, sebaiknya saya berkurban saja di kampung halaman atau daerah yang benar-benar masyarakatnya jarang makan daging.

Momen Idul Adha merupakan saat yang tepat bagi umat muslim untuk menyediakan sumber protein hewani sehingga dapat dimanfaatkan lebih lama dan berkelanjutan. Bagaimana caranya?



Kornet Superqurban

Daging Kurban Berupa Kornet dan Rendang
Tanggal 26 Juli 2018 saya hadir di Gelora Bung Karno untuk mendengar langsung penuturan dari Nur Effendi CEO Rumah Zakat.
Saat ini, Rumah Zakat telah memiliki 8 Klinik Pratama, 51 Ambulance, 20 Mobil Klinik, 18 Sekolah Juara dan 2 Mobil Juara yang semuanya berasal dari dana Zakat, Infak dan Sedekah para Donatur“.

Melalui Superqurban daging kurban dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan berupa kornet ataupun rendang, sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia dan inilah yang disebut sebagai Energi Berkelanjutan.

Sejak tahun 2000 Rumah Zakat melakukan upaya pengelolaan daging kurban menjadi kornet dan rendang yang dikenal dengan Superqurban.
Keunggulan Superqurban:
  • Sesuai syariah.
  • Memberdayakan petani lokal.
  • Kesehatan hewan qurban terjamin.
  • Kornet dan rendang tahan lama hingga 3 tahun.
  • Praktis dan mudah diolah.
  • Pendistribusian bisa dilakukan sepanjang tahun.
  • Menjangkau daerah terpencil di Indonesia.
  • Dapat disalurkan untuk korban bencana.
  • Dapat digunakan oleh perusahaan dalam menggelar aksi kepedulian sosial.

Hingga saat ini, sebanyak 4,2 juta kaleng Superqurban sudah didistribusikan di Indonesia bahkan ke mancanegara, dengan total penerima manfaat lebih dari 2 juta. Tidak hanya didistribusikan ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia, program Superqurban dari Rumah Zakat sudah menjangkau Palestina, Filipina, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Somalia, dan Syiria.

20 Tahun Rumah Zakat

20 Tahun Rumah Zakat

Rumah Zakat dulu dikenal dengan nama Dompet Sosial Ummul Quro sejak tanggal 2 Juli 1998, sudah hadir di Indonesia selama 20 tahun untuk bersinergi dalam mengatasi masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Rumah Zakat bekerja untuk menyalurkan amanah zakat, infak, shadaqah dari donatur kepada lebih dari 27 juta Penerima Layanan Manfaat (PLM) yang dilaksanakan di 1.194 Desa Berdaya yang tersebar di 207 kabupaten kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Penerima Layanan Manfaat terdiri dari:
  • 9.268.338 PLM di bidang Kesehatan
  • 5.933.392 PLM di bidang Pendididkan
  • 4.159.213 PLM di bidang Ekonomi
  • 8.049.985 PLM di bidang Lingkungan


Superqurban untuk Warga Kekurangan Pangan di Maluku Tengah

Pada tanggal 26 Juli 2018 para relawan Rumah Zakat membawa 3000 kaleng kornet dan rendang Superqurban untuk disalurkan kepada warga Suku Mause Ane di Gunung Morkelle, Maluku Tengah yang mengalami kekurangan pangan. Menurut informasi BPBD Kabupaten Maluku Tengah, musibah kelaparan disebabkan oleh hama babi hutan dan tikus yang menyerang perkebunan milik warga. Kita doakan semoga perjalanan panjang menuju lokasi berjalan lancar. Perjalanan yang ditempuh dengan pesawat dari Jakarta menuju Ambon akan dilanjutkan dengan perjalanan laut selama 3 jam dari pelabuhan Tulehu ke pelabuhan Amahe di Maluku Tengah. Kemudian masih dilanjutkan dengan perjalanan selama 8 jam menuju lokasi.

Di acara milad Superqurban yang ke-20 juga dihadiri oleh:
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan
  • Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo

Dalam sambutannya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuturkan “Kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah, yang diketahui secara jelas dan pasti. Karena itu siapa yang mengingkari kewajiban ini, sesungguhnya ia telah mendustakan Allah dan mendustakan Rasullullah shallallahu 'alaihi wasallam“.

Sedangkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo menuturkan “Program Rumah Zakat sangat dirasakan masyarakat desa. Pemanfaatan dana zakat perlu bisnis model yang efektif agar impact-nya besar. Zakat kita membantu Indonesia menjadi negara yang makmur dan  sejahtera“.

Dengan adanya program Superqurban diharapkan tingkat konsumsi daging yang masih rendah di Indonesia, yakni 11,6 kilogram per kapita per tahun dapat meningkat. Berdasarkan data OECD 2015 angka ideal konsumsi daging sebanyak 34,19 kilogram per kapita per tahun.

Bagaimana tahun ini teman-teman akan berkurban sapi atau kambing? Jangan jawab akan korban perasaan seperti tahun-tahun sebelumnya ya. 😉


Bagi yang akan berkurban lewat Rumah Zakat bisa ke Rekening Qurban:
BNI Syariah 155 555 5589
Bank Muamalat 101 00822 08
Bank Mandiri 132000 481 974 5
A.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia


Cara berpartisipasi Superqurban:
  • Ketik www.sharinghappiness.org
  • Pilih salah satu program Superqurban
  • Pilih jenis hewan kurban
  • Pilih metode pembayaran
  • Klik link konfirmasi di web atau email Sahabat




Usaha Kerajinan binaan Rumah Zakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Komposisi Ideal Kabinet Kerja Jilid II Jokowi

Beberapa hari ini saya penasaran alias kepo, siapa saja nama-nama jajaran Menteri Kabinet 2 Jokowi. Karena sebagai masyarakat awam saya ...