Jumat, 12 Maret 2021

Sibuk Bekerja Tetap Berikan ASI, Mengapa Tidak?



Halo Mom senangnya beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan mengikuti kulwap (kuliah whatsapp) Fearless Mom bersama Telon Lang (11/03/2021). Acara kulwap dengan tema "Sibuk Bekerja Tetap Berikan ASI, Mengapa Tidak?" Berikut ini saya rangkum materi yang saya dapat dari narasumber dr. Citra, SpA, MKes, IBCLC yang suaranya merdu sekali saat memaparkan materi melalui perekam suara di aplikasi whatsapp.




Mengutip apa yang disampaikan dr. Citra, menjadi ibu adalah pekerjaan yang luar biasa. Beberapa diantara kita ada yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan. 


Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum ibu kembali bekerja karena persiapan adalah kunci. Ibu yang cutinya 2 minggu tentu berbeda persiapannya dengan ibu yang cutinya 6 bulan. Akan tetapi berapa lama pun cutinya yang terpenting fokus dulu belajar menyusui. 


Berikut ini tahapannya: 

- Anak lancar menyusu.

- Ibu nyaman menyusui.

- Bagaimana menampung ASI?


Selanjutnya perlu diperhatikan juga bagaimana situasi tempat ibu bekerja, apakah memungkinkan memerah ASI berkali-kali dan sistem istirahatnya seperti apa.



Memilih alat Pompa ASI

Apabila ibu bekerja hanya beberapa jam saja bisa menggunakan pompa ASI Manual. Tapi jika ibu bekerja setiap hari sebaiknya menggunakan pompa elektrik. Pastikan juga membeli ukuran pompa yang pas, karena pompa ASI akan sering digunakan dalam waktu cukup lama. Hati-hati dalam membeli pompa, pilih produk yang menggunakan bahan yang aman. Jangan lupa belajar juga memompa ASI secara manual.



Cara Menyimpan ASI 

ASI yang paling baik adalah ASI yang paling fresh. ASI yang dipompa hari Senin untuk hari Selasa, dipompa hari Selasa untuk hari Rabu begitu seterusnya. ASI bisa disimpan di lemari es biasa saja. Sedangkan ASI yang dipompa hari Jumat bisa disimpan di freezer, sedangkan hari Sabtu dan Minggu ibu bisa menyusui langsung ke bayi. Jika hari Senin akan menggunakan ASI dari freezer maka pada hari Minggu turunkan ASI ke bagian bawah agar mencair dan bisa dipanaskan sebentar dengan cara direndam ke air panas, atau menggunakan pemanas khusus  ASI. Jangan sekali-kali meletakkan ASI di ruang terbuka. 



Media Penyimpanan ASI

Simpan di kantong sekali minum, supaya ketika dicairkan pas untuk sekali minum. Karena ASI perah yang sudah keluar dari lemari es tidak bisa disimpan kembali. 


Perhatikan juga saat memilih media penyimpanan, pilih botol kaca, plastik atau silikon yang aman. Juga tahan beku dan tahan panas. 


Cek ASI perah apakah berubah, karena ibu yang tinggi kadar lipasenya terkadang saat ASI dibekukan rasa ASInya beda, tapi bukan berarti basi. 


Media Pemberian ASI Perah

Bisa menggunakan gelas, pipet, sendok, atau botol dot. Penggunaan dot perlu diperhatikan juga risiko bingung puting. Bingung puting biasanya dialami bayi yang berusia lebih muda. 


Pada penggunaan sendok biasanya anak sering tak sabar. Anak usia 6 bulan media yang lebih disukai adalah gelas. Tapi pada anak usia kurang dari 6 bulan harus belajar dulu minum ASI menggunakan media gelas. 


Latihan minum ASI dengan media gelas, sendok ataupun dot sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum ibu mulai bekerja kembali. Pada saat latihan pemberian ASI perah harus dilakukan orang lain, ibu harus tidak boleh terlihat dan terdengar suaranya agar anak memahami bahwa saat ibu bekerja anak minum susu dengan media lain dan saat ibu di rumah anak menyusu di payudara langsung. 


Alhamdulillah hampir 2 jam kulwap bersama dr. Citra dan mom lainnya. Wawasan saya semakin bertambah dan jadi lebih paham apa saja yang harus dipersiapkan ibu bekerja yang tetap ingin memberikan ASI untuk si kecil. Mulai dari persiapan, cara memilih pompa ASI, cara menyimpan juga memberikan ASI.


Ada juga sesi tanya jawab, dan ada beberapa pertanyaan yang dijawab langsung oleh dr. Citra. Terima kasih juga kepada moderator Mom Akarui Cha. Kulwap yang diselenggarakan Telon Lang ini sangat bermanfaat, pastinya saya akan ikutan lagi kulwap yang diadakan Minyak Telon Lang dengan tema yang berbeda. Mom juga jangan lupa ikutan ya. 



Untuk minyak telon saya pilih Telon Lang yang konsisten melestarikan warisan leluhur Indonesia dan terus berinovasi mengembangkan produk berkualitas seperti Telon Lang dan Telon Lang Plus yang memberikan kehangatan layaknya sentuhan ibu.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Hilangkan Stres dengan Bermain Game

Hampir dua tahun sejak virus corona masuk ke Indonesia, aktivitas menjadi terbatas, jalan-jalan untuk sementara dilarang. Kebayang kan di ru...