Laman

Senin, 19 Juni 2017

Curah Rasa Refleksi Kebangsaan



Tanggal 13 Juni 2017 lalu, saya seorang ibu rumah tangga mendapat kesempatan langka berkunjung ke Gedung MPR/DPR RI. Gedung yang biasanya hanya saya lewati dan lihat dari luar pagar saja, terlihat mewah dan kokoh. Setibanya di Gedung MPR/DPR RI saya menyempatkan diri untuk berfoto di halaman meskipun terik matahari cukup panas. Berjalan dari pintu gerbang ke ruang Nusantara IV tempat acara berlangsung lumayan jauh, dan Alhamdulillah akhirnya saya bisa masuk ke dalam gedung tersebut. Saya tuliskan di sini agar nanti anak cucu saya bisa membacanya.
Ini merupakan suatu kehormatan dan penghargaan untuk saya bisa hadir dan berperan serta pada kegiatan REFLEKSI KEBANGSAAN “MERAWAT KEBHINEKAAN UNTUK MENJAGA KEUTUHAN NKRI”. Memang tema yang diangkat cukup berat, mengingat saya yang biasanya hanya tahu urusan rumah tangga. Tapi ini sangat penting karena keutuhan NKRI juga akan memberikan dampak untuk kita semua. Walaupun hanya menyimak dan mendengarkan apa pendapat dari para tokoh nasional yang hadir.


Sumber foto Mira Sahid

Selain para tokoh nasional acara ini juga dihadiri para mahasiswa dan blogger/netizen. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan dari Ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya Bapak Zulkifli mengatakan “Latar belakang acara curah pendapat ini adalah keprihatinan mengenai situasi kebangsaan, khususnya pasca Pilkada Jakarta. Sekaligus untuk mencurahkan pendapat antar tokoh-tokoh nasional, agama dan masyarakat, supaya menemukan solusi untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. MPR sebagai rumah rakyat merasa perlu diadakan dialog terbuka, jujur tanpa ada kebencian diantara para tokoh-tokoh. Supaya tidak ada yang merasa tersakiti dan ditemukan akar permasalahan, agar apa yang kita hadapi dapat kita selesaikan bersama.”

Ketua MPR Zulkifli Hasan
Sumber foto Mira Sahid

“Rasa tersakiti disebabkan oleh adanya rasa kebencian, saling memfitnah yang terlihat jelas saat pilkada lalu. Pilkada tahun ini sudah berakhir dan kita semua berharap tahun 2019 Pilpres akan lebih baik. Acara seperti ini akan terus dilaksanakan, sampai betul-betul kita saling menghargai dan mencintai. Semoga acara ini bisa memberikan sumbangsih untuk persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.”

Selanjutnya dilakukan pemukulan gong tanda acara dimulai, tak lupa doa dipanjatkan agar acara Refleksi Kebangsaan berjalan lancar. Hadir saat acara berlangsung Bapak Tri Sutrisno yang mengatakan bahwa "Bangsa Indonesia tumbuh dengan sejarah yang panjang, sebelum menjadi Negara sudah ada deklarasi kebangsaan seperti Sumpah Pemuda. Suku bangsa yang banyak dan luar biasa karena dari bangsa yang dijajah bisa lepas jadi merdeka. Itu karena bangsa yang bisa bersatu dan kemudian dipilih wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara kita plural dan multi kultural maka untuk merumuskan apa arti merdeka dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah konsep yang paling mantap dan bijak yaitu PANCASILA. Oleh sebab itu Bapak Tri Sutrisno berpesan kepada bangsa ini, bahwa pelajaran ilmu bumi dan Pancasila itu sangat penting diterapkan di sekolah."

Para tokoh nasional lainnya yang hadir:
  • Romo Beny Susetyo dari Konfrensi Wali gereja Indonesia (KWI)
  • Uung Sendana dari Majelis Tinggi Konfrensi Tionghoa Indonesia
  • Sholahudin Wahid, Pengasuh Ponpes Tebu Ireng
  • Prof. Franz Magnis Suseno
  • Jaya Suprana
  • Jakob Oetama

Seperti kita ketahui meskipun Pilkada sudah selesai masih ada saja perdebatan, seharusnya kita tidak usah mengecilkan ataupun membesar-besarkan suatu masalah. Jika dulu Indonesia terkenal dengan toleransi umat beragama, masjid dan gereja berdiri berdampingan. Mengapa sekarang apapun bisa menyulut kemarahan. Memang ada segelintir orang yang selalu ingin memperkeruh suasana dan memecah belah persatuan dengan cara berdebat di media sosial, saling caci maki dan memutuskan pertemanan. Tapi alangkah baiknya kita sebagai warga negara jangan mudah terpengaruh. 
“Pancasila itu gotong royong dalam arti peduli pada sesama dan pada yang lemah. Tugas kita mewujudkan keadilan sosial agar tak ada lagi yang merasa tersakiti dan tertinggal” tutur Jaya Suprana saat mencurahkan rasa.

Acara diakhiri dengan buka puasa bersama. Sebelum acara ditutup Bapak Zulkifli Hasan menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan para tokoh yang hadir dan mencurahkan rasa secara terbuka. “Semoga dialog ini menjadikan kita bersatu lagi dan menjadi awal agar Kebhinekaan tetap terjaga.”





15 komentar:

Leyla Hana mengatakan...

Wah ternyata Mak Ria pakai bajunya cerah banget ya. Aku gak merhatiin kemarin. Cantik anet deh.

Lia Lathifa mengatakan...

ada rasa bangga bisa masuk ke gedung MPR/DPR ya mbak, gedung yg kesannya angkuh tak bisa dimasuki orang sembarangan :-)
Ayo kita eratkan jiwa sesama masyarakat, saling mendukung sesuai pancasila dan sumpah pemuda, biar rukun makmur

Maya Siswadi mengatakan...

Waahh, aku ga ikutan ini kemareeen, hiks. Seru banget pastinya ikutan acara seperti ini ya. Rasanya jiwa nasionalisme jadi tumbuh makin subur. Semoga dg begini makin erat persaudaraan dan ga ada lagi saling serang

Hida Qu mengatakan...

Beruntung ya mbak bisa merasakan dan hadir di rumah rakyat sekaligus berbincang dgn tokoh penting disana. Semoga akan ada lg program temu tokoh nanti.

PWWidayati mengatakan...

wah senangnya ya mbak bisa berkunjung ke gedung DPR RI

mpo ratne mengatakan...

Wah Asik ke mpr. Tambah nasionalisme nih Mba dan tidak mudah terkena isu sara

Tri Aryani mengatakan...

Pangling aku sama foto dirimu Bun,.. cantik..😄hehehe
Kebinekaan akar budaya kita ya,Bun..tetap dijaga Bhineka Tunggal Ika, Indonesia Yess

Ria Handayani mengatakan...

Fotonya diedit dengan Beauty plus hehehe

Ria Handayani mengatakan...

Yups jangan mudah terprovokasi kita

Ria Handayani mengatakan...

Yups kab, kesempatan langka bisa ke gedung MPR

Adriana Dian mengatakan...

Wuaaaah aku iriii. aku belum pernah nih mak ke gedung MPR.. Hihihii. ALhamdulillah banget ya para perwakilan rakyat ini berinisiatif mengajak rakyat untuk berdiskusi secara langsung.. Kereeeennnn

Imaniar Hanifa mengatakan...

Wah, keren banget ini acaranya :D

Nita Lana Faera mengatakan...

Wah, selain bisa main2 ke gedung MPR, jadi dapat banyak wejangan dari bapak MPR juga ttg pentingnya sangat menjaga hidup berpancasila. Asyik, Mba.

andrie mengatakan...

whah kebangggaan banget ya mb bisa diundang disana, coba taun depan nyalon tuh untuk wilayahnya hhe

Anisa Deasty Malela mengatakan...

Masuk gedung MPR / DPR, bangga sekaligus terharu ♡_♡
Semoga bisa diundang seperti mba Ria