Sabtu, 13 Juli 2019

Cara Mengatasi Anak Susah Makan


Apa yang menjadi kendala banyak ibu-ibu dengan balita seperti saya? Ya jawabnya anak susah makan. Dalam artian anak tidak lahap makan. Sebenarnya ini bukan kali pertama, sejak MPASI Dita sudah menunjukkan kalau makannya gak lahap. Tetapi saya selalu memberi afirmasi positif, setiap malam saya sounding supaya besok makannya lahap dan banyak.

Berhasil? Tidak gaes, Dita makan setengah mangkuk kecil jika habis sudah bersyukur banget. Tapi saya tetap coba tenang supaya tidak stres dan emosi menjadi buruk. Saya juga sudah coba berikan penambah nafsu makan seperti madu anak, minyak ikan setelah Dita berusia di atas satu tahun. Masih begitu saja selera makannya tetap gak banyak. Beberapa waktu lalu saya terpengaruh tetangga yang memberi anaknya jamu cekokan. Padahal menurut psikolog itu termasuk KDRT karena ada unsur pemaksaan terhadap anak.

Cara lainnya yang saya lakukan adalah selalu mengganti menu makanan Dita. Contohnya hari Senin saya masak sup ayam dan tempe goreng, hari Selasa sayur bayam dan ikan goreng. Hari selanjutnya brokoli dan tahu, meskipun makannya tetap tidak banyak saya terus berusaha karena saya ingin kebutuhan gizinya terpenuhi. Kunci keberhasilan jangan stres dan membandingkan anak kita dengan anak orang yang bertubuh gemuk. Yang terpenting tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya, juga berat badan anak masih normal.

Pernah juga saya membeli bubur bayi sehat yang dijual setiap pagi di dekat rumah. Tapi ini tidak berlangsung lama karena Dita bosenan. Adanya bubur bayi sehat ini sangat membantu, terkadang pagi-pagi saya masih repot dan belum ada makanan untuk Dita, jadi bisa beli dan langsung disuapin ke anak. Memang sih lebih enak buatan sendiri, selain kandungan gizinya lebih lengkap kita juga tahu cara memasaknya dan kebersihannya. Tapi sesekali membeli tidak masalah, ya kan?


Menu MPASI
Pada usia 0-6 bulan anak cukup diberi ASI saja, alhamdulillah waktu itu ASI saya cukup sehingga tidak perlu tambahan susu formula. Meskipun berat badannya tidak naik terlalu banyak tapi yang penting sehat juga kebutuhan gizinya terpenuhi. Usia 6 bulan mulai saya berikan bubur halus yaitu bubur yang terbuat dari : 1 genggam beras merah, 1 buah wortel, daging ayam atau ikan secukupnya. Dimasak hingga matang lalu disaring. Sayuran dan protein hewani/ protein nabati bisa diganti-ganti, supaya anak mengenal banyak rasa. Sejak usia Dita lebih dari setahun mulai makan menu keluarga, asalkan tidak pedas.

Apakah Dita yang berusia 1 tahun 5 bulan sekarang makan dengan lahap? Mungkin karena sedang tumbuh gigi geraham sehingga selera makannya belum stabil. Tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Setiap hari saya usahakan ada saja yang dimakan oleh Dita. Bisa telur rebus, roti atau buah-buahan yang dia sukai seperti pisang, anggur, semangka dan jeruk. Bagaimana dengan anak-anak bunda? Apakah makannya lahap? Sharing yuk di kolom coment.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Kompetisi PRAJA 2019

Halo semua, siapa yang sejak Sekolah Dasar (SD) sudah kenal Koperasi? Dari kecil saya sudah tidak asing lagi dengan Koperasi, yang pali...