Senin, 20 Mei 2024

Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Roso Telo Dadi Duren Biyen Gelo Saiki Keren




Dinamika Perjalanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Terbaru


Dari judulnya saja saya tertarik dengan buku ini. Buku “Roso Telo Dadi Duren, Biyen Gelo Saiki Keren” diluncurkan tanggal 17 Mei 2024 oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti. Buku 

“Roso Telo Dadi Duren, Biyen Gelo Saiki Keren: Catatan 10 tahun perjalanan BPJS Kesehatan. 



Buku “Roso Telo Dadi Duren, Biyen Gelo Saiki Keren” menceritakan berbagai peristiwa besar yang mengiringi langkah BPJS Kesehatan sejak beroperasi pada tanggal 1 Januari 2014. Penjabaran dinamika perjalanan BPJS Kesehatan sepanjang mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama sepuluh tahun. 




Acara berlangsung di Ballroom IGM Brataranuh Kantor Pusat  BPJS Kesehatan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir, Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Ova Emilia dan perwakilan World Bank Somil Nagpal. 


Syarifah Liza Munira Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) mewakili Kementerian Kesehatan dalam sambutannya mengatakan “Pihaknya mengapresiasi usaha BPJS Kesehatan dalam melakukan jaminan Kesehatan dan Mengontrol pengeluaran biaya pelayanan kesehatan. Diperlukan langkah bersama untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan di FKTP salah satunya dengan perluasan manfaat skrining kesehatan. 


Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Agus Suprapto juga turut hadir dan mengatakan “Melalui peningkatan literasi, diharapkan pemahaman tentang jaminan sosial akan lebih merata di masyarakat. Baik itu tentang kesehatan maupun ketenagakerjaan”. 


“BPJS sudah melaksanakan tugas menyelenggarakan JKN dengan baik, bahkan menghadiri forum Perserikatan Bangsa Bangsa beberapa waktu lalu, bahkan mendapat apresiasi dari banyak negara di dunia”. Mengutip pernyataan dari Emanuel Melkiades Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. 


Saat ini sudah 64% rumah sakit swasta di Indonesia yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sudah lebih baik jika melihat dulu rumah sakit swasta masih enggan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Harapan ke depan ada peningkatan mutu pelayanan agar lebih efektif dan efisien di rumah sakit. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Ling Ichsan Hanafi yang hadir secara daring.




Buku yang diluncurkan menunjukkan berbagai perbaikan berkelanjutan yang dilakukan BPJS Kesehatan dan harus terus dijaga kedepannya disampaikan oleh Timboel Siregar Koordinator Advokasi BPJS Watch. Harapan yang sama dari Ketua Pengurus Harian Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi semoga buku tersebut dapat memperkuat upaya peningkatan literasi masyarakat tentang konsep program JKN atau asuransi sosial di Indonesia. 


Ketua Dewan Pengurus Pemred Arifin Asydhad  mengatakan ada lima poin yang diambil dari buku ini. 

✅ Leadership, perlu orang dengan passion yang tinggi untuk mengelola BPJS Kesehatan 

✅Akses kesehatan semoga lebih baik dan diikuti oleh ekosistem yang ada

✅ Orientasi dalam pelayanan sudah luar biasa

✅Teknologi yang digunakan sudah ok

✅Edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat dan pengelola faskes. 



Selain Buku “Roso Telo Dadi Duren, Biyen Gelo Saiki Keren” Ghufron Mukti juga menulis buku kedua yang berjudul “ Prinsip Dasar Sistem Jaminan Sosial dan Asuransi Kesehatan”. Pada buku kedua ini, banyak pembahasan mengenai: 


✅Dasar dasar asuransi kesehatan sosial, termasuk didalamnya seluk beluk penyelenggaraan program JKN. 


✅Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK)

✅Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

✅Mekanisme naik kelas dan urun biaya

Program anti kecurangan 

✅Transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan dan masih banyak lainnya.


Dalam waktu 10 tahun BPJS Kesehatan berhasil mendaftarkan lebih dari 97% penduduk Indonesia menjadi peserta JKN, tentunya ini bukanlah hal yang mudah. Karena disaat bersamaan BPJS Kesehatan juga dituntut untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN dengan memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara. 



Dengan kerja keras dan kolaborasi bersama segenap pihak, BPJS Kesehatan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia,” ujar Ghufron.



Dalam sambutannya Ghufron Mukti mengatakan, pada tahun 2014 jumlah peserta JKN tercatat berada di angka 114 juta jiwa. 

Per 10 Mei 2024, jumlahnya melesat menjadi lebih dari 271,2 juta jiwa. Pemanfaatan Program JKN pun terus meningkat, dari 92,3 juta per tahun pada 2014, menjadi 606,6 juta per tahun pada 2023.

Hal ini membuktikan betapa besar dampak kehadiran Program JKN bagi masyarakat.


BPJS Kesehatan juga terus berbenah melakukan perbaikan layanan dari masa ke masa. Dari sisi aksesibilitas pelayanan kesehatan, jumlah fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan pun terus bertumbuh. BPJS Kesehatan juga mengembangkan banyak inovasi digital yang memudahkan peserta, fasilitas kesehatan, pemerintah, dan stakeholders yang lain, untuk mengakses masing-masing kebutuhannya. 



Ghufron juga menuturkan bahwa digitalisasi layanan BPJS Kesehatan berkontribusi mengubah sistem kesehatan Indonesia.



Ghufron menambahkan, BPJS Kesehatan juga telah menciptakan inovasi unggulan bernama i-Care JKN yang dapat memfasilitasi peserta JKN dan dokter untuk mengakses riwayat kunjungan peserta JKN dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Dengan begitu, peserta tersebut dapat dilayani lebih cepat dan tepat oleh dokter.


“Dengan adanya Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Aplikasi Mobile JKN, dan BPJS Kesehatan Care Center 165, masyarakat bisa mengurus administrasi, meminta informasi, atau menyampaikan pengaduan tentang Program JKN cukup melalui handphone. Saat pandemi, Aplikasi P-Care yang digunakan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia, menjadikan proses vaksinasi Covid-19 berjalan lebih cepat. Kalau dulu peserta JKN perlu berkas-berkas fotokopian saat berobat, sekarang cukup menunjukkan NIK di KTP saja sudah bisa dilayani, selama peserta JKN tersebut status kepesertaan aktif dan sudah mengikuti prosedur. Tentu masih banyak lagi inovasi lainnya,” kata Ghufron.


Selama berkarir di BPJS Kesehatan Gufron juga menciptakan lagu, sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat karena sifatnya universal 

Mudah dicerna dan diterima semua kalangan tanpa batasan usia. Lagu itu

diantaranya: 

✅Lagu pentingnya mendaftar jadi anggota JKN

✅Lagu kemudahan layanan BPJS Kesehatan 

✅Ajakan tentang agar tidak mudah percaya hoax





Peluncuran Aplikasi BUGAR

Di akhir acara peluncuran buku Roso Telo Dadi Duren Dulu Gelo Saiki Keren, BPJS Kesehatan juga meluncurkan fitur baru di Aplikasi Mobile JKN bernama BUGAR. Sejumlah layanan yang ada dalam fitur BUGAR meliputi:

✅Pemantauan data vital kesehatan peserta JKN

✅Pengukuran tubuh

✅Aktivitas langkah

✅Energi yang dihabiskan

✅Dan jarak yang ditempuh sehari-hari oleh peserta JKN dengan berjalan. 


Fitur BUGAR juga bisa mengukur kualitas tidur dan kalori peserta JKN.



Informasi lebih lanjut hubungi:

Kedeputian Bidang Komunikasi Organisasi

BPJS Kesehatan Kantor Pusat

humas@bpjs-kesehatan.go.id

Website www.bpjs-kesehatan.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Komentar spam akan saya hapus.

Harga Kampas Rem di Planet Ban

  Lebih Baik Terlambat daripada tidak bisa, mungkin kalimat ini cocok untuk saya. Usia kepala empat baru berani mengendarai motor. Sudah sej...